Mesin Scan Bogel

4 03 2010

MANCHESTER – Seorang wanita Islam dilarang menaiki satu penerbangan ke Pakistan selepas enggan melalui mesin pengimbas baru di Lapangan Terbang Manchester yang memaparkan tubuh manusia dalam keadaan bogel, lapor sebuah akhbar semalam.

Seorang lagi wanita yang merupakan rakannya juga enggan menjalani imbasan mesin Rapiscan itu kerana masalah perubatan.

Dua wanita itu sedang dalam perjalanan ke Islamabad apabila mereka dipilih untuk melalui imbasan mesin Rapiscan selepas mendaftar masuk di lapangan terbang berkenaan.

Setakat ini, kira-kira 15,000 orang telah melalui alat pengimbas itu manakala pasangan tersebut merupakan penumpang pertama yang enggan berbuat demikian.

Pasangan tersebut yang sanggup kerugian dua tiket penerbangan berharga 400 (RM2,000) daripada menjalani prosedur imbasan, kemudiannya bertindak meninggalkan lapangan terbang itu.

Beberapa mesin Rapiscan yang berharga 80,000 (RM406,000) diperkenalkan di Lapangan Terbang Antarabangsa Heathrow dan Lapangan Terbang Manchester pada 5 Februari lepas.

Mesin sinar-X itu membolehkan kakitangan-kakitangan keselamatan melihat imej bogel penumpang untuk mengesan sama ada senjata dan bahan letupan disembunyikan pada tubuh mereka tetapi penggunaannya dikritik kerana ia memaparkan bentuk kemaluan penumpang.

Ulama-ulama di Amerika Syarikat (AS) mengeluarkan fatwa yang melarang orang Islam melalui mesin itu kerana ia melanggar hu-kum agama berhubung isu bogel.

“Islam jelas melarang lelaki atau wanita dilihat dalam keadaan bogel oleh mereka yang bukan muhrim,” kata fatwa itu.

Sementara itu, seorang aktivis sebuah badan bukan kerajaan di Britain, Alex Deane menyatakan pertubuhannya bersedia mewakili dua wanita itu sekiranya mereka mahu mencabar keputusan pihak berkuasa di mahkamah. – Agensi

Kosmo





Ahmadinejad Menang Besar

14 06 2009
Hasil Terbaru Pemilu: Suara Ahmadinejad Tembus Angka 22 Juta Print E-mail
Saturday, 13 June 2009
Sample ImageMenteri Dalam Negeri Iran, Shadeq Mahsouli, mengumumkan hasil resmi sementara pemilu presiden Iran kesepuluh. Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita IRNA, data terakhir berdasarkan Formulir 28 hingga pukul 14 waktu setempat, hari ini (Sabtu, 13 Juni) menyebutkan bahwa suara 350 kota dari 366 kota sudah terhitung, yang semuanya berjumlah 35.424.444 suara. Lebih lanjut Mahsouli mengatakan, Mahmoud Ahmadinejad berhasil mendapatkan suara sebanyak 22.359.018, sedangkan pesaing kuatnya, Mir Hossein Mousavi meraih 12.150.178 suara. Adapun Mohsen Rezaei mendapat 607.135 ribu. Sedangkan posisi terakhir adalah Mahdi Karoubi yang hanya mendapatkan 308.113 ribu suara.

Mahsouli dalam pernyataan tersebut menyebut Formulir 28 sebagai surat resmi untuk membacakan hasil suara pemilu presiden. Sedangkan Formulir 22 adalah data dari setiap cabang yang kemudian dikirimkan ke Departemen Dalam Negeri setelah dirapatkan. Menteri Dalam Negeri Iran mengatakan, “Formulir 28 terdiri dari Formulir 22 yang dikumpulkan di kota bersangkutan. Ketika kami membacakan Formulir 28, data-data itu berarti telah sempurna.” Dalam kesempatan tersebut, Mahsouli menjelaskan partisipasi luas masyarakat Iran dan menyebutnya sebagai rekor di negara ini.





Ahmadinejad: Tinggalkan Sistem Ekonomi Kapitalis

30 04 2009

070330_iran_ahmadinejad_asuivre

Wednesday, 29 April 2009-IRIB

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad dalam pertemuannya dengan ketua Kamar Dagang dan Dewan Pariwisata Negara-Negara Islam, mengatakan, ekonomi negara-negara Islam memerlukan perluasan kerjasama internal guna melepaskan diri dari struktur ekonomi sistem kapitalis dan membangun ekonomi pribumi. Dalam pertemuan yang berlangsung kemarin malam (Selasa, 28/4), Ahmadinejad menuturkan, “Jika hanya setengah dari nilai transaksi negara-negara Islam dilakukan di antara mereka, maka sebagian besar problem ekonomi dunia Islam akan terselesaikan”.

Negara-negara Islam menyimpan cadangan Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup besar ditambah peluang bisnis dan letak geografis. Negara-negara Islam selain dapat menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, juga dapat membantu terwujudnya independensi politik dan ekonomi dunia Islam jika mereka menginvestasikan sebagian dari kekayaannya di dalam negara-negara Islam sendiri.

Seraya memaparkan sebab-sebab terjadinya krisis ekonomi dan lumpuhnya sistem kapitalis, Ahmadinejad menilai landasan teoritis ekonomi kapitalis sebagai penyebab munculnya krisis tersebut. Ahmadinejad menegaskan, ekonomi kapitalis dibangun atas prinsip konsumsi dan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya untuk para pemilik modal. Ditambahkannya, sistem ini akan berdampak pada penjarahan, peningkatan kemiskinan, dan penumpukan modal di negara-negara tertentu. Proses ini juga telah menyedot kekayaan negara-negara Islam ke dalam sistem kapitalis Barat.

Kini, setelah sistem kapitalis mengalami jalan buntu, negara-negara adidaya berupaya membebani negara lain dengan masalah ekonomi yang muncul akibat krisis permodalan. Namun, bagaimana negara-negara Islam mampu mengatasi proses ini dan mengurangi dampak krisis ekonomi global? Meski pertanyaan ini membutuhkan analisa dan kajian mendalam tentang sebab-sebab terjadinya krisis ekonomi dunia, tapi sebagai langkah pertama, negara-negara Islam butuh merancang program reformasi dan restrukturisasi ekonominya.

Dengan memperhatikan realita tersebut, Ahmadinejad mengatakan, “Dunia Islam akan bernasib sama dengan Barat jika tetap mempertahankan sistem ekonomi kapitalis”. Oleh karena itu, Dunia Islam harus membangun perekonomiannya atas landasan nilai-nilai lokal dan ajaran Islam. Kendati reformasi struktur dunia sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis ekonomi global, namun Dunia Islam jangan sampai melupakan potensi dan kapasitas yang dimilikinya.

Negara-negara Islam harus mengidentifikasi kapasistas tersebut dan berupaya maksimal untuk memindahkan transaksi ekonomi ke dalam negara mereka. Menurut Ahmadinejad, kebuntuan sistem kapitalis di satu sisi bisa menjadi peringatan, tapi di sisi lain merupakan peluang emas bagi negara-negara Islam guna melepaskan diri dari hegemoni sistem kapitalis.





Hadapi Israel, Militer Lebanon Bersatu dengan Hizbullah

29 04 2009

Wednesday, 29 April 2009

lebanon-flaghezbollah-flag

Panglima Militer Lebanon, Jean Qahwaji, menyatakan pentingnya dukungan terhadap pasukan muqawamah Hizbullah Lebanon. Qahwaji dalam wawancaranya dengan Koran Lebanon, Al-Nahar, edisi hari ini (Rabu, 29/4) mengatakan, “Selama Rezim Zionis Israel menduduki sejumlah wilayah Lebanon seperti ladang Shebaa, dataran tinggi Kafar Shuba, muqawama disamping militer dan kekuatan masyarakat, harus didukung dan diperkuat.” Lebih lanjut Panglima Militer Lebanon mengatakan, “Lebanon terus waspada memantau gerakan-gerakan militer Israel, khususnya manuver rezim ini yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat ini” Seraya menyinggung kesiapan militer Lebanon dalam menghadapi kemungkinan serangan musuh, Qahwaji mengatakan, militer Lebanon berhasil melakukan kesuksesan yang luar biasa dalam perlawanan terhadap terorisme. Dikatakannya pula, militer negara ini menangkap sejumlah milisi yang berhubungan dengan pihak-pihak asing. Satu bulan lalu, militer Lebanon berhasil menangkap tiga jaringan yang berafiliasi dengan Rezim Zionis Israel di tengah dan utara negara ini.





Rahbar: Kemenangan Gaza Merupakan Hasil dari Keimanan dan Jihad

14 02 2009

Sunday, 01 February 2009rahbar-2.jpg

Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, menilai peristiwa besar kemenangan warga Gaza menghadapi brutalitas Rezim Zionis Israel sebagai hasil dari keimanan dan jihad. Pernyataan itu dikemukakan kemarin oleh Rahbar pada pertemuan beliau dengan Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di Tehran. Seraya menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan moqawama islami di Gaza, Rahbar menekankan, warga Gaza dan muqawama telah membuat kita semua berbangga, dan dengan kesabaran serta keteguhan, mereka dapat melalui ujian berat ini dengan sukses.

Rahbar lebih lanjut menjelaskan, perang di Gaza saat ini berlum berakhir dan perang diplomatik serta perang propaganda dan mental masih terus berlanjut. Dikatakan beliau, muqawama harus waspada dan mempersiapkan segala kemungkinan bahkan kemungkinan dimulainya kembali peperangan. Seraya menekankan pentingnya dimulainya proses rekonstruksi Gaza secepat mungkin, Rahbar juga menyampaikan kesiapan Republik Islam Iran dalam membantu proses rekonstuksi tersebut.

Menyinggung propaganda musuh, Rahbar menandaskan, musuh dalam perang propaganda ini berusaha mengaburkan fakta yang ada dan mengesankan bahwa muqawamalah yang menyebabkan kesengsaraan warga Jalur Gaza. Menurut beliau, sayang sekali upaya musuh ini diikuti oleh sejumlah pemerintahan Arab yang bersebelahan dengan Gaza.

Di lain pihak, Ketua Biro Politik Hamas, Khaled Meshal dalam pertemuan tersebut menyampaikan laporan mengenai kondisi Jalur Gaza, serta mengapresiasi upaya Republik Islam Iran untuk menggelar Konferensi Internasional Rekonstruksi Gaza. Meshal juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh Republik Islam Iran terhadap warga Jalur Gaza. Dikatakannya, strategi muqawama dan kelompok-kelompok perlawanan Palestina adalah resistensi dan jihad di hadapan Rezim Zionis Israel dan bangsa Palestina tidak akan melepaskan tujuan tersebut.





Iran tuntut Amerika minta maaf

30 01 2009
Mereka yang berbicara tentang perubahan harus meminta maaf kepada bangsa Iran

Mereka yang berbicara tentang perubahan harus meminta maaf kepada bangsa Iran

Presiden Ahmadinejad dikenal lantang mengecam politik AS
Presiden Iran menyambut kemungkinan perubahan dalam politik luar negeri Amerika, tapi menuntut permintaan maaf atas “kejahatan-kejahatan” Amerika di masa lalu terhadap Iran.

Amerika Serikat “menghadang bangsa Iran dalam 60 tahun terakhir,” kata Mahmoud Ahmadinejad dalam konferensi pers di Khermenshah, di bagian barat Iran.

“Mereka yang berbicara tentang perubahan harus meminta maaf kepada bangsa Iran dan mencoba mengatasi kejahatan masa lalu mereka,” tambah Ahmadinejad.
Presiden baru AS Barack Obama menawarkan untuk mengulur tangan jika Iran “tidak lagi mengepalkan tinju”.

Presiden Obama membahas kemungkinan diperlunaknya politik luar negeri Amerika terhadap Iran dalam wawancara yang direkam dengan salah satu jaringan televisi Arab hari Senin.

“Saat mereka mengatakan ‘kami ingin menciptakan perubahan’, perubahan itu bisa terjadi dalam dua cara,” kata Ahmadinejad. Baca baki entri ini »





Muntazer al-Zaidi-Putri Presiden Libya Beri Bintang Penghargaan Wartawan Pelempar Bush

17 12 2008

montazar-alzaidiHidayatullah.com–Putri presiden Libya, Aisha Muammar al-Qaddafi yang juga direktur Yayasan Amal Sosial “Wa’tashimu” Libya memberikan bintang penghargaan (wisam as-syaja’ah) kepada Muntadzir az-Zaidi, wartawan Iraq yang melempar muka Presiden Amerika Bush dengan sepatunya.

Dalam keterangan persnya, Yayasan “Wa’tashimu” memandang apa yang telah dilakukan oleh Zaidi adalah “sebuah kemenangan bagi hak asasi manusia, undang-undang, dan perdamaian internasional.”

Selain itu, yayasan tersebut juga meminta pemerintahan Irak untuk memberikan penghargaan serupa, disamping menyerukan organisasi dan asosiasi pers internasional untuk memberikan dukungannya terhadap Zabidi untuk tidak titangkap dan diperkarakan.

Sementara itu, mantan ketua lembaga pembela Saddam Husain Khalil ad-Dalimi mengatakan bahwa ia telah mempersiapkan pembelaan hukum terhadap Zaidi bersama 200 pengacara Arab dan internasional lainnya.bush-shoe-protest-cp-598343

Sebagaimana diketahui, az-Zaidi adalah seroang wartawan televisi Iraq, “Al-Baghdadiyyah”.[qds/iol/atj/www.hidayatullah.com]


Baca baki entri ini »








Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.