Hadhari

061217genocidallogic-x.gif

HOLOCAUST THEOLOGY

Adalah salah jika kita mengira Injil/Bibel yang sekarang ini dipakai adalah Injil yang ditulis oleh Nabi Isa as ataupun ditulis di masa Nabi Isa as hidup. Sesungguhnya sebelum tahun 140 Masehi tak ada bukti bahwa tulisan-tulisan Bibel telah di dikumpulkan, dokumentasikan, tau bahkan dibukukan.

Tulisan pertama yang beredar justru surat-surat Paulus; bukankah surat-surat itu telah ditulis beberapa puluh tahun sebelum Injil ?

Jumlah Injil sangat banyak dan bervariasi

Pada tahun-tahun pertama setelah munculnya agama Nasrani, Injil disampaikan dengan tradisi lisan, dari mulut ke mulut. Hal ini menyebabkan adanya distorsi dari sumber aslinya. Semakin jauh berita ini disampaikan, semakin banyak orang yang meriwayatkan tak bisa dihindari berita yang diterima satu daerah dengan daerah lain pun berbeda.

Saat mulai memasuki tradisi penulisan maka beredarlah bermacam-macam tulisan mengenai Yesus. Tak terelakkan juga satu wilayah mempunyai tulisan yang berbeda dengan wilayah yang lain belum termasuk faktor verbal yang juga membuat variant Injil makin beragam yang secara sengaja maupun tidak disengaja di lakukan oleh tangan para ahli tulis dan para editor di masa itu.

Sarjana-sarjana Kristiani juga sudah mengakui fakta bahwa pada zaman Injil-Injil tersebut, antara gereja yang satu dengan gereja yang lain memiliki Injil yang berbeda.

“AlKitab adalah buatan manusia. Bukan Tuhan. Orang membuatnya sebagai catatan sejarah dari hiruk-pikuk zaman, dan itu telah melibatkan penerjemahan, penambahan, dan revisi yang tak terhitung. Sejarah tidak pernah punya versi pasti buku itu.” The Da Vinci Code-terjemah. hal.323.

Yang tidak diketahui adalah berapa jumlah keseluruhan versi Injil tersebut secara tepat. Sebagian sarjana mempercayai bahwa jumlahnya tidak melebihi 20, yang lain mengatakan jumlahnya mencapai 300 Injil. Yang membuat curiga, mengapa Gereja hanya memilih empat Injil saja yang digunakan di gereja-gereja hingga sekarang ini?

Konflik sebelum Konsili Nicea

Tiga abad setelah penyaliban Isa as, para pengikut Yesus (Nasrani) tumbuh berlipat-lipat. Kaum Nasrani menghancurkan patung-patung berhala yang disembah kaum pagan. Dan tak terhindarkan akhirnya terjadi peperangan antara kaum Nasrani dan Pagan (penyembah berhala). Dan konflik tersebut tumbuh sedemikian besar hingga mengancam akan membelah imperium Romawi menjadi dua.

Ketika itu seperti halnya Injil yang mempunyai banyak versi, maka penafsiran atas pribadi Yesus-pun mempunyai banyak versi. Sebagai contoh yang mencolok adalah Arius yang menjadi ikon bagi kaum yang monotheis, kaum yang hanya mempercayai satu Tuhan dan Yesus adalah hanya seorang utusan (nabi). Berseberangan dengan Irenaeus yang memilih berkompromi dengan penguasa pagan kerajaan Romawi saat itu. Kelompok Irenaeus berpendapat bahwa Yesus sederajad dengan Tuhan, karena Yesus adalah putra Tuhan. Tetapi kelompok yang berpendapat sama dengan Arius justru adalah kelompok mayoritas saat itu.

Konstantin bisa dibilang sangat cerdas, ia melihat gerakan kaum pengikut Yesus yang semakin menguat, sementara agama resmi kerajaan dan ia sendiri adalah penyembah Matahari-Sol Invictus. Maka kebijakan yang ia lakukan adalah sinkretisme, ia meleburkan simbol-simbol, tanggal-tanggal, serta ritus-ritus pagan dalam adat-istiadat Nasrani yang sedang tumbuh. Secara terang-terangan ia telah membuat agama baru yang diterima oleh kedua belah pihak yang berseteru. Dan bagi sebagian gereja saat itu, berkompromi dengan agama-agama pagan Romawi menjadi satu-satunya jalan agar gereja tetap eksis.

Inilah salah satu alasan -kalau tidak boleh dikatakan sebagai alasan utama- pentingnya diselenggarakan Konsili Nicea saat itu, 325 M. Untuk menghindari perpecahan imperium Romawi, mengutuk paham Arius, Arianism -yang bersikukuh dengan pendiriannya, menolak untuk tunduk pada kebijakan Konstantin- dan sekaligus memperkuat tradisi baru hasil sinkretisme ini (Kristen).

Cakram matahari kaum mesir kuno menjadi lingkaran suci di kepala para santo katholik. Mithras disebut sebagai Putra Tuhan dan Cahaya Dunia, maka begitu pula Yesus. Mithras lahir tanggal 25 Desember begitu juga Yesus. Kaum Nasrani (awal) menghormati hari Sabat tapi Konstantin menggesernya menjadi Sunday, hari kaum pagan memuliakan matahari.

Dalam konsili ini selain ketuhanan Yesus juga ditetapkan tentang Injil yang dipakai, tanggal Paskah, peranan para uskup dan administrasi sakramen. Dari 1800 orang undangan yang berasal dari 1000 gereja timur dan 800 dari gereja barat hanya 300 yang bisa mengikuti sampai dengan akhir Konsili tersebut. Mengapa ? Dan dari 22 orang rombongan Arius yang dipimpin oleh Eusebius of Nicomedia, semuanya diusir dari forum karena dianggap melakukan penghinaan. Jadi praktis dari 300 orang yang hadir tersebut hanya 2 yang mendukung Arius. Selanjutnya ditetapkanlah status Yesus sebagai anak Tuhan yang tertuang dalam dekrit Konsili Nicea.

Penetapan Injil

Bagaimana proses penetapan Injil, sebenarnya boleh dibilang sangat unik-kalau tidak boleh dibilang ‘menggelikan’- berikut kutipannya,

“Ternyata para ulama itu bukan memilih kebenaran berdasarkan historis dan pertukaran pikiran yang logis, tapi mereka menumpuk semua Injil yang ada dibawah meja makan malam yang kudus. Lalu mereka berdoa kepada Allah agar Injil yang benar diangkat ke atas meja dan membiarkan yang palsu dan karangan tetap dibawahnya.” Sejarah Injil Dan Gereja. Hal.51– Ahmad Idris.
“Dalam konsili ini “telah disetujui bahwa semua Injil yang berbeda-beda hendaklah diletakkan dibawah sebuah meja diruangan Konsili. Setiap orang diminta meninggalkan ruangan tersebut dan pintunya dikunci. Semua uskup diminta berdoa sepanjang malam supaya versi Kitab yang benar akan berada di atas meja tersebut. Pada keesokan paginya, Injil yang diterima (keputusan Dewan) telah didapati berada dengan elok di atas meja. Keputusan dibuat bahwa semua Injil selebihnya yang masih berada di bawah meja hendaklah dibakar.” Sex in the Bible. hal.xiii – Wahyudi.

Sulit diterima dengan akal sehat jika empat Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) tersebut bisa naik sendiri keatas meja. Maka tidak bisa dipungkiri bahwa pemilihan empat Injil adalah akal-akalan Konstantin. Tulisan berikut menarik untuk disimak,

“Ironi mendasar dari Kristen ! AlKitab yang kita kenal sekarang ini disusun oleh kaisar Roma yang pagan, Konstantin Agung.”…”Dia seorang pagan seumur hidup. Dia dibaptis pada ranjang kematiannya, ketika dirinya terlalu lemah untuk melawan. Dimasa Konstantin agama resmi Romawi adalah pemujaan matahari-kelompok pemuja Sol Invictus, atau Matahari Tak Tertandingi- dan Konstantin adalah kepala pendetanya. The Davinci Code. hal.324

Injil Kanonik dan Apokripa

Sehingga Injil yang terpilih hanyalah empat yakni Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Tulisan-tulisan yang tidak terpilih tersebut dianggap tidak autentik dan Gereja memerintahkan supaya tulisan-tulisan itu di musnahkan. Inilah asal timbulnya kata: apokrif (Injil yang disembunyikan) . Adapun teks-teks atau Injil-injil tersebut antara lain :

The Gospel of Thomas (Injil Thomas)
Oxyrhynchus 1224 Gospel
The Egerton Gospel (Injil Egerton)
The Gospel of Peter (Injil dari Petrus)
Secret Mark (Rahasia Markus)
The Gospel of the Egyptians (Injil orang Mesir)
The Gospel of the Hebrews (Injil orang Ibrani)
The Apocalypse of Peter
The Secret Book of James (Kitab Rahasia dari James)
The Preaching of Peter (Ceramah dari Petrus)
The Gospel of the Ebionites (Injil orang Ebonit)
The Gospel of the Nazoreans (Injil orang Nazorean)
The Oxyrhynchus 840 Gospel
The Traditions of Matthias (Tradisi Matius)
The Gospel of Mary (Injil Maria)
The Dialogue of the Savior (Percakapan sang Penyelamat)
The Gospel of the Savior (Injil Sang Penyelamat)
The Epistula Apostolorum
The Infancy Gospel of James
The Infancy Gospel of Thomas
The Acts of Peter
The Acts of John
The Acts of Paul
The Acts of Andrew
The Acts of Peter and the Twelve
The Book of Thomas the Contender
The Acts of Thomas

Dari teks tulisan-tulisan tersebut ada sebagian yang terpelihara seperti ajaran Barnabas, tetapi banyak lainnya yang dijauhkan secara brutal sehingga yang ada sekarang hanya sisa-sisanya dalam bentuk fragmen. Karena dianggap sebagai penyebab kesesatan, maka tulisan-tulisan tersebut dianggap tidak ada.
Kalau boleh dibilang, inilah Holocaust Theology. Selanjutnya lebih dari satu juta penganut Yesus yang monotheis / Kristen Unitarian ditangkap dan dibantai. Oleh karenanya, sejak waktu itu 323 Masehi-sampai abad ke-14, hak menyimpan, menyalin dan membaca Injil hanya menjadi hak monopoli petinggi Gereja saja. Karena gereja mempercayai bahwa adalah satu kesalahan bagi orang biasa membaca Injil. John Wy Cliff, seorang pastor Inggris, tidak diampuni oleh gereja sampai-sampai tulang-belulangnya diseret keluar dari kuburnya dan dibakar akibat keberaniannya menerjemahkan Injil ini ke dalam bahasanya, bahasa Inggris.

(Oleh : Silmy Kaffah)

One response

5 08 2011

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s




%d bloggers like this: