FATWA: POPE HINA AQIDAH ISLAM?

26 07 2008

Qardhawi Tanggapi Pernyataan Paus Soal Penghapusan Jihad dari Kamus Islam

Pernyataan
Paus Benedict XVI soal penghapusan istilah jihad atau perang suci dari
literatur kaum Muslimin dan tentang Rasulullah saw, memicu protes keras
di berbagai tempat. Mereka meminta Paus untuk meminta maaf atas
pernyataannya yang bertendensi buruk itu kepada satu setengah milyar
Muslim di seluruh dunia.

Dr. Yusuf Qardhawi, ketua Persatuan Ulama Islam Internasional mengatakan, “Kita
sekarang menunggu sikap yang akan dilakukan seorang petinggi agama di
dunia Kristen. Hendaknya ia lebih berhati-hati, teliti, berkonsultasi
dan berdialog lebih dahulu jika ingin bicara tentang agama besar
seperti Islam dan telah berkembang lebih dari 14 abad, juga dipeluk
oleh lebih dari satu setengah milyar manusia.”

Menurut
Qardhawi, Paus yang sebenarnya sibuk mengajarkan lahut dan sejarah
keyakinan di Universitas Ratesbon sejak tahun 1969, telah gegabah
mengkritik Islam bahkan menyerang Islam dari sisi keyakinan aqidah dan
hukumnya, dengan cara yang tidak layak, keluar dari orang sepertinya.

Qardhawi
melanjutkan, sebelum Paus mengeluarkan pernyataannya di Universitas
Regensberg Jerman hari Selasa lalu (13/9), seharusnya ia merujuk dahulu
ke kitab suci Al-Quran, dan keterangannya dari sunnah Rasulullah saw.
Tapi ia ternyata hanya merasa cukup dengan dialog yang terjadi empat
belas abad lalu antara raja Bizantium dan seorang Muslim Persia. Di
mana saat itu Raja Bizantium mengatakan, “Tunjukkan kepadaku
sesuatu yang baru yang dibawa Muhammad? Tidak ada sesuatu yang baru
sedikitpun kecuali keburukan dan ketidakmanusiaan seperti perintahnya
menyebarkan agama dengan mengangkat pedang….”

Qardhawi
menyanggah pernyataan Paus mengutip perkataan tersebut. Ia menegaskan
bahwa apa yang dikatakan oleh penguasa Bizantium itu adalah kedustaan
luar biasa. “Tak satupun tokoh yang konsisten dan keras
melawan keburukan, menyerukan kebaikan, memelihara kehormatan manusia,
menghormati fitrah manusia, seperti Muhammad saw yang diutus sebagai
rahmatan lil aalamiin,”
ujar Qardhawi. Ia lalu menegaskan
bahwa Islam tak menerima keimanan yang diakui oleh seseorang dengan
cara pemaksaan, karena Allah swt berfirman, “Tidak ada paksaan dalam
agama, telah jelas mana petunjuk dan mana kesesatan.”(QS. Al-Baqarah:
256)

Paus, tambah Qardhawi, lupa bahwa Rasulullah Muhammad saw
datang dengan kelebihan yang sangat dan sangat banyak yang tidak
terdapat dalam ajaran Kristen maupun Yahudi. Islam memadukan antara
unsur immaterial (ruhiyah) dengan materil (maddiyah), antara dunia dan
akhirat, antara cahaya akal dan cahaya wahyu, dan menyeimbangkan antara
individu dan masyarakat, antara hak dan kewajiban. Lalu menetapkan
dengan jelas persaudaraan antar berbagai level masyarakat, antara
berbagai unsur masyarakat, satu sama lain. Itu tertera dalam firman
Allah swt, “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan Kalian dari
kaum laki-laki dan wanita dan Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan
berkelompok kelompok agar kalian saling mengenal.” (QS. Al-Hujuraat:
13). (na-str/iol)

SUMBER ERA MUSLIM


Tindakan

Information

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s




%d bloggers like this: