Skenario Besar AS Jepit Iran: Persiapan The Last Battle

4 07 2008

Skenario Besar AS Jepit Iran: Persiapan The Last Battle
Cetak

E-mail

Ditulis Oleh Administrator

Senin, 30 Juni 2008

Belakangan ini terlihat Amerika Serikat mengintensifkan upaya-upaya
politik di Timur Tengah guna mempersiapkan kondisi yang tepat untuk
melemahkan Iran secara ekonomi, politik dan militer.

Sebagian upaya itu tak terduga sebelumnya, antara lain menggoda
Suriah, sekutu strategis Iran, yang menyediakan jalur dukungan ke
Hezbollah, untuk berdamai dengan Isarel dengan imbalan pengembalian
dataran tinggi Golan. Ada beberapa indikasi tentang respon ‘malu-malu’
Suriah terhadap ini. Pertemuan tidak langsung itu pun berlanjut.

Dalam rangka memunculkan mimpinya menciptakan “Timur Tengah Baru”
seperti yang dinyatakan Condoleezzaa Rice saat Perang Lebanon 2006
masih terus berlangsung, sejumlah upaya intensif demi mengeliminasi
pengaruh geopolitik Iran di kawasan lewat upaya-upaya sebagai berikut:

Pertama:

Menjelang berakhirnya mandat PBB bagi keberadaan pasukan
multinasional di Irak pada 31 Desember 2008, AS mengajukan pakta
keamanan AS-Irak, yang dinamakan Status of Forces Agreement (SOFA),
untuk disetujui pemerintah Irak, sesuai dengan yang disyaratkan mandat
PBB. SOFA diharapkan AS untuk mempertahankan keberadaan pasukan mereka
di Irak sekaligus mengekspansi adventurisme militer mereka di kawasan,
karena berisikan:

  • AS bisa menempatkan lebih daripada 50 basis militer di Irak;
  • AS diberi wewenang untuk mengendalikan wilayah udara Irak di bawah 29.000 kaki;
  • AS
    bebas meluncurkan operasi-operasi militer di bawah tema ”perang melawan
    teror” dari basis-basis tersebut terhadap siapa pun dan negara manapun
    yang dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional negeri Paman Sam
    itu, tanpa harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan Baghdad;
  • Personil militer, kontraktor keamanan partikelir, dan politikus sipil AS mendapatkan imunitas dari hukum Irak;
  • Institusi-institusi
    keamanan, seperti Dephan, Depdagri, dan Kementerian Keamanan Nasional,
    serta juga kontrak-kontrak pengadaan senjata akan berada di bawah
    supervisi AS selama 10 tahun.
Kedua:

Demi menggolkan SOFA, pemerintah Bush melakukan segala macam cara:

  • menyuap setiap anggota parlemen Irak sebesar 3 juta US dolar.
  • menahan
    dana milik Irak sebesar 50 milyar US dolar yang ada di Federal Reserve
    Bank of New York, dengan alasan bahwa Irak masih dipandang sebagai
    ancaman bagi keamanan internasional berdasarkan atas Pasal Tujuh Piagam
    PBB (ditetapkan saat Saddam menginvasi Kuwait). Syarat agar Irak keluar
    dari kategori itu, menurut negosiator AS, adalah dengan menandatangani
    SOFA.
  • DPR AS mengeluarkan resolusi yang menuntut Irak
    untuk mengakui Israel dan menjalin hubungan diplomatik dengan Tel Aviv.
    Jika tidak, maka Irak akan kehilangan bantuan milyaran US dolar dari
    bantuan AS kepada Baghdad.
Ketiga:

Membujuk sekutu-sekutu di Eropa untuk membekukan dana dan aset perusahaan dan bank Iran yang ada di negara-negara Eropa.

  • Dari dalam negeri, DPR AS mencabut pasal yang
    mensyaratkan persetujuan Kongres bagi pemerintahan AS untuk menyerang
    Iran.
  • b. DPR AS juga mengeluarkan resolusi yang mendorong pemerintahnya untuk menerapkan blokade laut atas Iran.
Keempat:

Atas saran Koalisi 14 Maret, pemerintah AS akan mendesak Israel
untuk berunding dengan Lebanon dalam soal pengembalian tanah pertanian
Sheba. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan popularitas pemerintahan
Siniora sekaligus menghilangkan dalih bagi Hizbullah untuk
mempertahankan senjatanya.

Kelima:

Merayu Israel berunding dengan Hizbullah untuk melakukan pertukaran
tawanan. Tindakan ini tentu saja tidak ditolak oleh Hizbullah yang
sejak lama menginginkannya. Olmert melakukan hal ini demi mengurangi
tekanan politik dalam negeri atas dirinya yang terlibat skandal suap
dari pengusaha Yahudi asal Amerika.

Keenam:

Lewat mediasi Turki, Israel mulai mencoba mendekati Suriah dengan
isu pengembalian Dataran Tinggi Golan yang ia aneksasi pasca Perang
1967. Ini dimaksudkan untuk menarik Suriah dari kedekatannya dengan
Iran, Hizbullah, dan Hamas. Sejauh ini, belum terjadi pembicaraan
langsung antara pejabat Suriah dengan Israel.

http://www.icc-jakarta.com/content/view/920/62/


Tindakan

Information

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s




%d bloggers like this: