Iran tuntut Amerika minta maaf

30 01 2009
Mereka yang berbicara tentang perubahan harus meminta maaf kepada bangsa Iran

Mereka yang berbicara tentang perubahan harus meminta maaf kepada bangsa Iran

Presiden Ahmadinejad dikenal lantang mengecam politik AS
Presiden Iran menyambut kemungkinan perubahan dalam politik luar negeri Amerika, tapi menuntut permintaan maaf atas “kejahatan-kejahatan” Amerika di masa lalu terhadap Iran.

Amerika Serikat “menghadang bangsa Iran dalam 60 tahun terakhir,” kata Mahmoud Ahmadinejad dalam konferensi pers di Khermenshah, di bagian barat Iran.

“Mereka yang berbicara tentang perubahan harus meminta maaf kepada bangsa Iran dan mencoba mengatasi kejahatan masa lalu mereka,” tambah Ahmadinejad.
Presiden baru AS Barack Obama menawarkan untuk mengulur tangan jika Iran “tidak lagi mengepalkan tinju”.

Presiden Obama membahas kemungkinan diperlunaknya politik luar negeri Amerika terhadap Iran dalam wawancara yang direkam dengan salah satu jaringan televisi Arab hari Senin.

“Saat mereka mengatakan ‘kami ingin menciptakan perubahan’, perubahan itu bisa terjadi dalam dua cara,” kata Ahmadinejad.
“Pertama adalah perubahan mendasar dan efektif.. Kedua…perubahan taktik. Sangat jelas bahwa, jika makna perubahan adalah yang kedua, ini akan segera diungkapkan,” kata presiden Iran.

Dalam pidato yang disiarkan secara langsung di televisi Iran, Ahmadinejad mengatakan Amerika harus menarik dukungan kepada Israel dan meminta maaf atas tindakan masa lalu terhadap Iran.

Dia juga mengecam yang dia sebut arogansi pemerintahan Bush.

Pernyataan ini merupakan komentar pertama presiden Iran soal Amerika sejak Obama menjabat delapan hari lalu.

Wartawan BBC Jon Leyne di Tehran menggambarkan pernyataan ini komentar paling keras Ahmadinejad tentang Amerika.

Pemerintah baru Amerika mengatakan, mereka siap untuk melakukan diplomasi langsung dengan Iran.


Tindakan

Informasi

Tinggalkan komen