DAJJAL DAN YA’JUJ WA-MA’JUJ

13 04 2007

Sungguh menarik perhatian adanya persamaan kejadian yang terjadi di dunia sekarang ini. Di satu fihak, kita melihat adanya tekanan kekuasaan Eropa yang dilancarkan dengan rancangan yang teratur terhadap dunia Islam, dan usaha mereka yang keras untuk mengenyahkan Islam sama sekali, tetapi di lain fihak, kita menemukan sejumlah besar hadits Nabi yang meramalkan fitnah dan percobaan yang akan menimpa kaum Muslimin pada akhir zaman, ramalan yang hampir semuanya terpenuhi, berupa peristiwa yang menimpa dunia Islam sekarang ini. Lebih mengherankan lagi, karena ramalan itu diucapkan pada waktu Islam sedang dalam keadaan menang, dan seluruh dunia merasa gentar menghadapi pesatnya kemajuan Islam.

 

Bukan rahasia lagi, bahwa kini sedang berlangsung pergolakan sengit antara Eropa dan Islam, khususnya antara kekuatan materiil melawan kekuatan spirituil. Kaum Kristen Eropa menganggap kekuatan Islam sebagai ancaman yang berbahaya bagi peradaban materiilnya, dan dengan dalih palsu ini mereka berusaha untuk manghancurkan Islam, agar mereka dapat “menyelamatkan” dunia dari pengaruh politik Islam. Mereka terang-terangan menyebut agama lain sebagai non-Kristen, tetapi terhadap agamar Islam mereka dangan tegas menyebutkan sebagai anti-Kristen. Sekalipun kaum missionaris Kristen aktif menyebarkan agama di segala penjuru dunia, tetapi tujuan mereka yang paling utama ialah ummat Islam. Ini adalah fakta yang tak boleh dipandang remeh oleh kaum Muslimin.

 

Akan tetapi alangkah sedihnya bahwa kaum Muslimin sendiri terlibat dalam percekcokan intern mengenai masalah-masalah kecil, sehingga mereka tak sempat memikirkan persoalan yang lebih penting. Seandainya mereka menaruh perhatian sedikit saja terhadap pergolakan sengit yang sekarang sedang berlangsung antara kekuatan materiil dan kekuatan spirituil, niscaya mereka akan melihat dengan terang, bahwa mengamuknya Dajjal dan merajalelanya Ya’juj wa Ma’juj bukanlah dongengan kosong, melainkan gambaran tentang serbuan kaum materialis Eropa dengan agama Nasraninya pada zaman sekarang.

 

Bagi tiap-tiap orang Islam wijib kiranya melupakan percekcokan di kalangan ummat Islam sendiri mengenai masalah-­masalah kecil yang kurang penting, karena kemenangan dan hidup matinya Islam di dunia bergantung kepada hasil perlombaan antara dua agama ini (Islam dan Nasrani), bukan karena mengurusi perbedaan kecil yang tak akan mendatangkan keuntungan atau kerugian bagi kaum Muslimin sendiri.

 


1. ARTI DAJJAL DAN YA’JUJ WA-MA’JUJ

 

Dajjal disebutkan berulang-ulang dalam Hadits, sedangkan Ya’juj wa-Ma’juj bukan saja disebutkan dalam Hadits, melainkan pula dalam Al-Qur’an. Dan kemunculannya yang kedua kalinya ini dihubungkan dengan turunnya Al-Masih.

 

Kata Dajjal berasal dari kata dajala, artinya, menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul-‘Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar. Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi manusia dengan kekafiran. Keempat, karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi.

 

Pendapat lain mengatakan, bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya, menutupi dunia dengan barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia dijuluki Dajjal karena mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya, artinya, ia menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu.

 

Kata Ya’juj dan Ma juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf’ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra’a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul-‘Arab. Ya’juj wa-Ma’juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan.

 

Bab 02. DAJJAL DAN YA’JUJ WA-MA’JUJ MENURUT AL-QUR’AN

 

Kata Dajjal tak tertera dalam Al-Qur’an, tetapi dalam Hadits sahih diterangkan, bahwa sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi melindungi orang dari fitnahnya Dajjal, jadi menurut Hadits ini, Al-Quran memberi isyarat siapakah Dajjal itu. Mengenai hal ini diterangkan dalam Kitab Hadits yang amat sahih sebagai berikut:

 

“Barang siapa hapal sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari

(fitnahnya) Dajjal.”

 

“Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari (fitnahnya) Dajjal.”

 

Boleh jadi, dalam menyebut sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir, itu yang dituju ialah seluruh surat Al-Kahfi yang melukiskan ancaman Nasrani yang beraspek dua, yang satu bersifat keagamaan, dan yang lain bersifat keduniaan. Bacalah sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi, anda akan melihat seterang-terangnya bahwa yang dibicarakan dalam dua tempat itu adalah ummat Nasrani.

 

Mula-mula diuraikan aspek keagamaan, yang dalam waktu itu Nabi Muhammad dikatakan sebagai orang yang memberi peringatan umum kepada sekalian manusia (ayat 2), lalu dikatakan sebagai orang yang memberi peringatan khusus kepada ummat Nasrani (ayat 4), yaitu ummat yang berkata bahwa Allah memungut Anak laki-laki. Demikianlah bunyinya:

 

“Segala puji kepunyaan Allah Yang menurunkan Kitab kepada hamba-Nya …, … agar ia memberi peringatan tentang siksaan yang dahsyat dari Dia… dan ia memperingatkan orang-orang yang berkata bahwa Allah memungut anak laki-laki.” (18:1-4).

 

Terang sekali bahwa yang dituju oleh ayat tersebut ialah ummat Nasrani, yang ajaran pokok agamanya ialah Tuhan mempunyai Anak laki-laki. Dalam sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi diuraikan seterang-­terangnya, bahwa ummat Nasrani mencapai hasil gemilang di lapangan duniawi. Demikianlah bunyinya :

 

“Apakah orang-orang kafir mengira bahwa mereka dapat mengambil hamba-Ku sebagai pelindung selain Aku?… Katakan Apakah Kami beritahukan kepada kamu orang-orang yang paling rugi perbuatannya? (Yaitu) orang yang tersesat jalannya dalam kehidupan dunia, dan mereka mengira bahwa mereka adalah orang yang mempunyai keahlian dalam membuat barang-barang.” (18: 102-104).

 

Ini adalah gambaran tentang bangsa-bangsa Barat yang diramalkan dengan kata-kata yang jelas. Membuat barang adalah keahlian dan kebanggaan ummat Nasrani, dan ciri-khas inilah yang dituju oleh ayat tersebut. Mereka berlomba-lomba membuat barang-barang, dan mereka begitu sibuk datam urusan ini, sehingga penglihatan mereka akan nilai-nilai kehidupan yang tinggi, menjadi kabur sama sekali. Membuat barang-­barang, sekali lagi membuat barang-barang, adalah satu-satunya tujuan hidup mereka di dunia. Jadi, sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi menerangkan dengan jelas bahayanya ajaran Kristen tentang Putra Allah, dan tentang kegiatan bangsa-bangsa Kristen di lapangan kebendaan, dan inilah yang dimaksud dengan fitnahnya Dajjal.

 

Ya’juj wa-Ma’juj diuraikan dua kali dalam Al-Quran. Yang pertama diuraikan dalam surat al-Kahfi, sehubungan dengan uraian tentang gambaran Dajjal. Menjelang berakhimya surat al-Kahfi, diuraikan tentang perjalanan Raja Dhul-Qarnain* ke berbagai jurusan untuk memperkuat tapal-batas kerajaannya.

 

Ternyata bahwa menurut sejarah, raja ini ialah raja Persi yang bernama Darius I. Diterangkan dalam surat tersebut, bahwa perjalanan beliau yang pertama, berakhir di laut Hitam. “Sampai tatkala ia mencapai ujung yang paling Barat, ia menjumpai matahari terbenam dalam sumber yang berlumpur hitam.” (18:86). Ternyata bahwa yang dimaksud sumber yang berlumpur hitam ialah Laut Hitam.

 

Selanjutnya diuraikan dalam surat tersebut, kisah perjalanan beliau ke Timur “Sampai tatkala ia mencapai tempat terbitnya matahari, ia menjumpai matahari terbit di atas kaum yang tak Kami beri perlindungan dari (matahari) itu” (18:90). Selanjutnya diuraikan tentang perjalanan beliau ke Utara. “Sampai tatkala ia mencapai (suatu tempat) diantara dua bukit” (18:93).

 

Yang dimaksud dua bukit ialah pegunungan Arme­nia dan Azarbaijan. Dalam perjalanan ke Utara ini, raja Dhul-Qarnain berjumpa dengan suatu kaum yang berlainan bahasanya, artinya, mereka tak mengerti bahasa Persi. Kaum ini mengajukan permohonan kepada raja Dhul-Oarnain sbb: “Wahai Dhul-Qarnain! Sesungguhnya Ya’juj wa-Ma’juj itu membuat kerusakan di bumi. Bolehkah kami membayar upeti kepada engkau, dengan syarat sukalah engkau membangun sebuah rintangan antara kami dan mereka” (18:94).

 

Selanjutnya Al-Qur’an menerangkan, bahwa raja Dhul-Qarnain benar-benar membangun sebuah tembok** dan sehubungan dengan itu, Al-Qur’an menyebut-nyebut besi dan tembaga sebagai bahan untuk membangun pintu gerbang:

 

“Berilah aku tumpukan besi, sampai tatkala (besi) itu memenuhi ruangan di antara dua bukit, ia berkata: ‘Bawalah kemari cairan tembaga yang akan kutuangkan di atasnya’ (18:96). Dalam ayat 97 diterangkan, bahwa tatkala tembok itu selesai, mereka (Ya’juj wa-Ma’juj) tak dapat menaiki itu, dan tak dapat pula melobangi itu. Dalam ayat 98, raja Dhul-Qarnain menerangkan, bahwa bagaimanapun kuatnya, tembok ini hanya akan berfaedah sampai jangka waktu tertentu, dan akhirnya tembok ini akan runtuh. Lalu kita akan dihadapkan kepada peristiwa yang lain. “Dan pada hari itu, Kami akan membiarkan sebagian mereka (Ya’juj wa-Ma’juj) bertempur melawan sebagian yang lain” (18:99).

 

*[Kata Dhul-Qarnain makna aslinya “mempunyai dua tanduk”, tetapi dapat berarti pula “orang yang memerintah dua generasi”, atau, “orang yang memerintah dua kerajaan. Makna terakhir ini diberikan oleh musafir besar Ibnu Jarir. Dalam kitab perjanjian            lama, Kitab Nabi Daniel, terdapat uraian tentang impian nabi Daniel, dimana ia melihat seekor domba bertanduk dua. Impian itu ditafsirkan dalam al-Kitab dengan kata-kata sebagai berikut: “Adapun domba jantan, yang telah kau lihat dengan tanduk dua pucuk, yaitu raja Media dan Persi, (Daniel 8:20). Diantara raja Media dan Persi, yang paling cocok dengan gambaran Al-Quran, ialah raja Darius I (521-485 sebelum Kristus).

 

Jewish Encyclopaedia menerangkan sbb : “Darius adalah negarawan yang ulung. Peperangan yang beliau lakukan hanyalah dimaksud untuk membulatkan tapal-batas kerajaannya, yaitu di Armenia, Kaukasus, India, sepanjang gurun Turania dan dataran tinggi Asia Tengah”. Pendapat ini dikuatkan oleh Encyclopaedia Britannica sbb: “Tulisan yang diukir dalam batu menerangkan bahwa raja Darius adalah pemeluk agama Zaratustra yang setia. Tetapi beliau juga seorang negarawan yang besar. Pertempuran yang beliau lakukan, hanyalah untuk memperoleh tapal-batas alam yang kuat bagi kerajaannya, demikian pula untuk menaklukkan suku bangsa biadab di daerah perbatasan. Jadi, raja Darius menaklukkan bangsa biadabdi pegunungan Pontic dan Atmenia,dan meluaskan kerajaan Persia sampai Kaukasus”].

 

**[Rintangan atau tembok yang diuraikan disini ialah tembok yang termasyur di Derbent (atau Darband) yang terletak di pantai Laut Kaspi. Dalam kitab Marasidil – Ittila’, kitab ilmu-bumi yang termasyur, terdapat uraian tentang hal itu. Demikian pula dalam kitabnya lbnu at-Faqih. Encyclopaedia Biblica menjelaskan tembok itu sbb :.Derbent atau Darband adalah sebuah kota kerajaan Persi di Kaukasus, termasuk propinsi Daghistan, di pantai Barat laut Kaspi…  Di ujung sebelah Selatan, terletak Tembok Kaukasus yang menjulang ke laut, yang panjangnnya 50 mil, yang disebut Tembok Alexander…Tembok ini seluruhnya mempunyai ketinggian 29 kaki, dan tebal ± 10 kaki; dan dengan pintu gerbangnya yang dibuat dari besi, dan berpuluh-puluh menara-pengintai, merupakan pertahanan tapal-batas kerajaan Persi yang kuat].

 

3. DAJJAL ADALAH IDENTIK (SAMA) DENGAN YA’JUJ WA-­MA’JUJ

 

Segera setelah Al-Qur’an menerangkan pertempuran satu sama lain antara Ya’juj wa-Ma’juj, ayat 102 menerangkan persoalan Dajjal. “Apakah orang-orang kafir mengira bahwa mereka dapat mengambil hamba-hamba-Ku sebagai pelindung di luar Aku?” (18:102). Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an mempersamakan Dajjal dengan Ya’juj wa-Ma’juj. Mereka diberi nama yang berlainan karena mempunyai dua fungsi yang berlainan.

 

Adapun mengenai identitas Ya’juj wa-Ma’juj para mufassir tak sama pendapatnya. Ibnu Katsir berkata, bahwa Ya’juj wa-Ma’juj adalah keturunan Adam, dan pendapat ini dikuatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim. Menurut kitab Ruhul-Ma’ani, Ya’juj wa­Ma’juj adalah dua kabilah keturunan Yafits bin Nuh, yang bangsa Turki adalah sebagian dari mereka; mereka disebut Turki, karena mereka turiku (ditinggalkan) di sebelah sananya tembok. Selain itu, menurut uraian Al-Qur’an, terang sekali bahwa mereka adalah sebangsa manusia, yang untuk menghalang-halangi serbuan mereka, terpaksa dibangun sebuah tembok.

 

Adapun yang kedua, Ya’juj wa-Ma’juj diuraikan dalam Al-Qur’an sbb : “Sampai tatkala Ya’juj wa-Ma’juj dilepas, mereka akan mengalir dari tiap-tiap tempat tinggi” (20:96). Ternyata bahwa yang dimaksud dengan kalimat “mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi” ialah bahwa mereka akan menguasai seluruh dunia. Menilik cara Al-Qur’an menerangkan Ya’juj wa-Ma’juj dalam dua tempat tersebut, terang sekali bahwa akan tiba saatnya Ya’juj wa-Ma’juj mengalahkan sekalian bangsa di dunia. Dan terang pula bahwa pada waktu Al-Qur’an diturunkan, Ya’juj wa-­Ma’juj sudah ada, tetapi gerak-gerik mereka masih tetap terkekang sampai saat tertentu, yang sesudah itu, mereka akan terlepas untuk

menguasai seluruh dunia.

 

4. MENGAPA AL-QUR’AN TAK MENYEBUT-NYEBUT DAJJAL

 

Mungkin orang akan bertanya, jika sekiranya Dajjal dan Ya’juj wa-Ma’juj adalah dua sebutan yang berlainan untuk menamakan satu bangsa, mengapa Al-Qur’an anya menyebutkan nama Ya’juj wa-­Ma’juj saja, dan tak sekali-kali menyebutkan nama Dajjal? Sebabnya ialah bahwa kata Dajjal, sebagaimana kami terangkan di atas, artinya “pembohong” atau “penipu”, dan tak seorangpun suka disebut pembohong atau penipu, walaupun ia benar-benar seorang pembohong atau penipu yang ulung.

 

Sebaliknya, oleh karena Ya’juj wa-Ma’juj itu nama suatu bangsa, maka tak seorangpun akan merasa keberatan memakai nama itu. Bahkan sebenarnya, bangsa Inggris sendiri telah memasang patung Ya’juj wa-Ma’juj di depan Guildhall di London. Inilah sebabnya mengapa Al-Qur’an hanya menggunakan nama Ya’juj wa-Ma’juj, dan tak menggunakan nama Dajjal yang artinya pembohong. Sebaliknya, kitab-kitab Hadits menggunakan kata Dajjal, karena nama Dajjal atau Anti Christ, dan ramalan-ramalan yang berhubungan dengan ini, disebutkan dalam Kitab Suci yang sudah-sudah. Oleh karena itu, perlu sekali dijelaskan bagaimana terpenuhinya ramalan-ramalan itu.

 

Selain itu, kata Dajjal hanya menunjukkan satu aspek persoalan, yakni, kebohongan dan penipuan yang dilakukan oleh bangsa itu, baik mengenai urusan agama, maupun mengenai urusan duniawi. Akan tetapi terlepas dari sifat-sifatnya yang buruk, ada pula segi kebaikannya.

 

Dipandang dari segi duniawi, kesejahteraan materiil mereka harus dipandang sebagai segi kebaikan mereka. Itulah sebabnya mengapa dalam Hadits digambarkan, bahwa mata Dajjal yang hanya satu, yaitu mata duniawi; gemerlap bagaikan bintang. Al-Our’an juga menerangkan keahlian mereka dalam membuat barang-barang. Jadi julukan Dajjal hanyalah sebagian dari gambaran bangsa itu.

 

Dalam Al-Qur’an, bangsa-bangsa Kristen disebut “para penghuni Gua dan inskripsi” (18:9). Gambaran ini menggambarkan dua aspek sejarah agama Kristen. “Para penghuni Gua” merupakan gambaran yang tepat bagi kaum Kristen dalam permulaan sejarah mereka karena pada waktu itu ciri khas mereka yang paling menonjol ialah hidup dalam biara. Mereka meninggalkan sama sekali urusan duniawi untuk mengabdikan sepenuhnya dalam urusan agama. Dengan perkataan lain, mereka membuang dunia guna kepentingan agama.

 

Akan tetapi pada zaman akhir, mereka digambarkan sebagai “Bangsa Inskripsi (ar-raqimi)”. Kata raqmun artinya barang yang ditulis. Kata ini khusus digunakan bagi harga yang ditulis pada barang-barang dagangan, seperti pakaian dan sebagainya. Gambaran ini mengandung arti penyerapan mereka yang amat dalam, dalam urusan duniawi, fakta ini diuraikan dalam Al-Qur’an sbb: “Orang-orang yang usahanya menderita rugi dalam kehidupan dunia ini” (18:104).

 

Jadi, bangsa Kristen yang pada permulaan sejarah mereka membuang dunia untuk kepentingan agama, tetapi pada zaman akhir, mereka membuang agama untuk kepentingan dunia; oleh sebab itu, mereka dikatakan dalam Al-Qur’an sebagai “salah satu pertanda Kami yang mengagumkan” (18:9). Sabda Al-Qur’an tersebut di atas adalah gambaran yang tepat tentang kecondongan mereka kepada kebendaan. Oleh karena dalam urusan duniawi, mereka lebih maju dari bangsa-bangsa lain, maka bangsa lain itu mengikuti mereka secara membuta-tuli, karena terpikat oleh keuntungan-keuntungan duniawi yang dijamin oleh mereka.

 

Jadi, bangsa-bangsa Kristen menyesatkan bangsa-bangsa lain di dunia, bukan saja dengan pengertian yang salah tentang Putra Allah dan Penebusan dosa, melainkan pula dengan cita-cita mengejar-ngejar kebendaan secara membuta-tuli, dengan mengabaikan sama sekali nilai-nilai hidup yang lebih tinggi. Oleh karena itu, dalam Hadits, mereka diberi nama Dajjal, atau penipu ulung.

 

 

5. YA’JUJ WA-MA’JUJ MENURUT KITAB BIBLE

 

Dalam kitab Bible, Ya’juj wa-Ma’juj diuraikan dengan kata-kata yang amat jelas, sehingga tak diragukan lagi siapa Ya’juj dan Ma’juj itu.

Dalam Kitab Yehezkiel 38:1-4, diterangkan sbb:

 

“Dan lagi datanglah firman Tuhan kepadaku, bunyinya: Hai anak Adam! Tujukkanlah mukamu kepada Juj dan tanah majuj, raja Rus, Masekh dan Tubal, dan bernubuatlah akan halnya. Katakanlah: Demikianlah firman Tuhan Hua. Bahwasanya Aku membalas kepadamu kelak, hai Juj, raja Rus, masekh dan Tubal. Dan kubawa akan dikau berkeliling dan kububuh kait pada rahangmu … “

 

Di sini Juj diuraikan seterang-terangnya, dan Juj di sini adalah sama dengan Ya’juj dalam Al-Qur’an. Dia dikatakan sebagai raja Rusia, Moscow dan Tubal. Adapun Majuj (Ma’juj), hanya dikatakan “tanah Ma’juj”.

 

Tiga nama yang disebutkan dalam kitab Bible ialah: Rus atau Rusia, Masekh atau Moscow, dan Tubal atau Tobolsk. Rusia adalah nama negara, sedangkan Omask dan Tubal adalah nama dua sungai di sebelah Utara pegunungan Kaukasus. Pada sungai Omask terletak kota Moscow, dan pada sungai Tubal terletak kota Tobolsk; dua-duanya merupakan kota Rusia yang termasyur. Mengingat terangnya gambaran ini, maka tak diragukan lagi siapa Ya’juj itu.

 

Jadi terang sekali bahwa Juj ialah Russia, tempat kediaman bangsa Slavia. Adapun Ma’juj adalah negara itu juga. Jadi di satu fihak, Juj dikatakan sebagai raja Rusia, di lain fihak, ia digambarkan mendiami tanah Majuj. Rusia terletak di Eropa. Penduduk Eropa terdiri dari dua pokok suku-bangsa, yaitu Slavia dan Teutonia. Bangsa Teutonia meliputi bangsa Britis dan bangsa Jerman. Ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa Juj adalah nama bangsa-bangsa Eropa Timur (Slavia), sedangkan Majuj adalah nama bangsa-bangsa Eropa Barat, yaitu bangsa Teutonia.

 

Dan terang pula bahwa dua bangsa ini mula-mula sekali mendiami tanah yang sama. Boleh jadi, Juj dan Majuj adalah nama atau julukan nenek-moyang dua bangsa ini. Hal ini dibuktikan adanya kenyataan bahwa patung Ya’juj dan ma’juj itu sejak zaman dahulu sudah berdiri di depan Guildhall di London yang termasyur. Jika dua nama itu tak ada hubungannya dengan nenek-moyang bangsa-bangsa ini, mengapa patung mereka itu dipasang di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat ?

 

Berdasarkan keterangan tersebut dalam kitab Bible ditambah dengan bukti sejarah yang dilengkapi dengan dua patung di London, sudah dapat dipastikan bahwa Ya’juj wa-Ma’juj bukanlah nama khayalan, melainkan nama dua suku bangsa yang mendiami Benua Eropa, dan yang seluruhnya menutupi dataran Eropa. Menilik tanda-tanda yang terang tentang identitas bangsa-bangsa itu, maka apa yang diuraikan dalam Al-Qur’an bahwa Ya’juj wa-Ma’juj akan mengalir dari tiap-tiap tempat tinggi, ini tak dapat diartikan lain selain bahwa bangsa-bangsa Eropa akan menguasai seluruh muka bumi.

 

Bahkan kalimat “kulli hadabin” yang artinya tiap-tiap tempat tinggi ini menunjukkan, bahwa mereka bukan saja unggul dalam bidang fisik, melainkan pula dalam bidang intelektuil, sehingga bangsa-bangsa lain di dunia bukan saja diperbudak jasmaninya, melainkan pula rohaninya. Jadi, Al-Qur’an memberi gambaran yang nyata kepada kita tentang merajalelanya kekuasaan politik dan kebudayaan Eropa di seluruh dunia, dan runtuhnya ummat Islam pada akhir zaman; kenyataan ini memang aneh, tetapi ini membuktikan seterang-terangnya akan kebenaran Islam.

 

 

6. DAJJAL MENURUT Al-HADITS

 

Ada beberapa masalah penting yang harus diingat sehubungan dengan gambaran Dajjal yang termuat dalam Al-Hadits. Yang pertama ialah bahwa ramalan Nabi Muhammad SAW tentang munculnya Dajjal itu didasarkan atas kasyaf (visiun). Sebuah Hadits sahih dari Nawas bin Sam’an mengenai Dajjal, yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidhi, terdapat kata-­kata sbb:

 

“Seakan-akan ia (Dajjal) mirip dengan “Abdul-‘Uzza”. Kata seakan-­akan ini terang sekali menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW menggambarkan keadaan yang beliau lihat dalam visiun (kasyaf); hal ini memberi keyakinan kepada kita bahwa ramalan beliau mengenai Dajjal itu berasal dari kasyaf atau ru’yah. Tetapi pada waktu menceritakan ramalan-ramalan itu, biasanya tak diterangkan bahwa kenyataan itu dilihat dalam kasyaf atau ru’yah.

 

Apa-apa yang dilihat dalam ru’yah (kasyaf) itu biasanya harus ditafsirkan. Al-Qur’an sendiri menceritakan beberapa impian, yang artinya berlainan sekali dengan arti kalimatnya. Misalnya, dalam mimpi Nabi Yusuf melihat matahari, bulan dan sebelas bintang bersujud ke­pada beliau. Tetapi arti impian ini yang sesungguhnya ialah bahwa Allah akan menaikkan derajat dan kedudukan beliau.

 

Selanjutnya dalam mimpi Raja melihat tujuh ekor sapi kurus menelan tujuh ekor sapi gemuk. Adapun artinya ialah simpanan gandum selama tujuh tahun musim baik akan habis dimakan dalam tujuh tahun musim kering.

 

Dalam Hadits juga diriwayatkan impian Nabi Muhammad yang artinya berlainan sekali dengan kejadian yang dilihat dalam mimpi. Misalnya, dua gelang yang beliau lihat dalam mimpi, artinya, dua nabi palsu; tangan panjang artinya dermawan. Selain itu, pada umumnya orang mengakui bahwa ramalan-ramalan itu dibungkus dengan kalam ibarat.

 

Oleh karena itu, apa yang nomor satu harus diingat sehubungan dengan ramalan-ramalan tentang Dajjal, ialah bahwa ramalan itu penuh dengan kalam ibarat. Selanjutnya, karena ramalan itu tak berhubungan dengan Hukum Syari’at, maka akan mengalami dua macam kesukaran.

 

Pertama, orang-orang yang menceritakan ramalan itu kurang begitu hati-hati terhadap penyimpanan sabda yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW mengenai masalah ini, seperti hati-hati mereka terhadap penyimpanan sabda beliau mengenai Hukum Syari’at.

 

Kedua, oleh karena tak ada alat untuk mengetahui arti yang sebenarnya dari ramalan itu, sebelum ini menjadi kenyataan, maka tak jarang terjadi bahwa ucapan Nabi Muhammad SAW itu keliru ditangkapnya, sehingga kesan yang keliru ini mengakibatkan adanya penambahan dan perubahan dalam Hadits itu.

 

7. MENURUT AL-QUR’AN DAN AL-HADITS, KEMENANGAN GEREJA ITU SAMA DENGAN FITNAHNYA DAJJAL

 

Sebagaimana kami terangkan di muka, Al-Qur’an tak menyebutkan nama Dajjal secara khusus. Tetapi dalam Hadits sahih diterangkan bahwa barang siapa membaca surat al-Kahfi, ia akan diselamatkan dari fitnahnya Dajjal, padahal surat ini khusus membahas agama Nasrani dan ajarannya yang palsu. Terutama sekali sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari surat ini, khusus dibahas kepercayaan dan kegiatan bangsa-bangsa Kristen. Ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa rnenurut Al-Qur’an, f’itnahnya Dajjal itu hanya sebutan lain saja bagi kemenangan agama Nasrani. Dengan perkataan lain, apa yang digambarkan dalam Hadits sebagai fitnahnya Dajjal itu tiada lain hanyalah kemenangan agama Nasrani.

 

Dengan suara bulat semua kitab Hadits mengumumkan bahwa fitnahnya Dajjal adalah fitnah yang paling besar, sampai-sampai kaum Muslimin diajarkan agar pada tiap-tiap shalat berdo’a kepada Allah untuk diselamatkan dari fitnahnya Dajjal: “Ya Allah, aku mohon perlindungan Dikau dari fitnahnya Masih ad-Dajjal”. Selanjutnya diterangkan pula dalam Hadits bahwa setiap Nabi memperingatkan ummatnya terhadap fitnahnya Dajjal. Dalam Hadits dinyatakan seterang-­terangnya sbb:

 

“Tak ada fitnah yang lebih besar daripada fitnahnya Dajjal, sejak terciptanya Adam hingga Hari Kiamat”.

 

Semua kitab Hadits sama pendapatnya tentang hal ini, dan peringatan ini diulang berkali-kali dalam berbagai bentuk kalimat. Oleh karena itu timbullah pertanyaan, mengapa Al-Qur’an tak membicarakan peristiwa yang digambarkan dengan tegas oleh Nabi Muhammad SAW sebagai fitnah yang paling besar?

 

Sebelum kami menjawab pertanyaan ini, baiklah kami periksa labih dahulu sifat dua macam fitnah yang kaum Muslimin diperingatkan akan terjadi pada akhir zaman. Pertama tentang fitnahnya Ya’juj wa-­Ma’juj, ini diuraikan seterang-terangnya, baik dalam Al-Qur’an maupun dalam Hadits; akan tetapi Al-Qur-an tak menerangkan tentang Dajjal, melainkan sebagai penggantinya, Al-Qur’an hanya menerangkan fitnah besar berupa ajaran Kristen tentang Ketuhanan nabi ‘Isa. Dengan kata-­kata yang tegas, Al-Qur’an mencela ajaran ini sebagai fitnah yang paling besar bagi manusia:

 

“Langit hampir-hampir pecah dan bumi membelah dan gunung-­gunung runtuh berkeping-keping, karena mereka mengakukan seorang putra kepada Tuhan Yang Maha-pemurah” (19:90-91)

 

Selanjutnya Al-Qur’an menerangkan, bahwa ajaran semacam itu tak pernah diajarkan oleh nabi ‘Isa. bahkan sebenarnya, ajaran itu bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh nabi ‘Isa.

 

“Tatkala Allah berfirman: Wahai ‘Isa anak Maryam, apakah engkau berkata kepada manusia ambillah aku dan ibuku sebagai Tuhan selain Allah ? la (‘Isa) berkata: Maha suci Engkau, tak pantas bagiku mengatakan sesuatu yang aku tak berhak mengatakan itu… Aku tak berkata kepada mereka selain apa yang Engkau perintahkan kepadaku, yakni mengabdilah kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu” (5:116-117).

 

Jadi menurut Al-Qur’an, ajaran tentang Ketuhanan nabi ‘Isa tak diajarkan oleh beliau, melainkan diajarkan oleh Anti-christ atau Dajjal. Walaupun Al-Qur’an tak menyebut-nyebut nama Dajjal, namun Al-Qur’an membicarakan ajaran Dajjal yang sesat berupa ajaran Kristen tentang Putra Allah.

 

Jika kami memperhatikan Hadits yang bersangkutan, inipun membenarkan apa yang tersebut di atas. Dalam hubungan ini, hal yang mula-pertama menarik perhatian kami ialah, bahwa Hadits yang menerangkan turunnya al-Masih, hampir semuanya memikulkan satu tugas kepada beliau, yakni “mematahkan kayu palang” (yaksirus-saliba).

 

Jarang sekali Hadits yang menerangkan, bahwa beliau ditugaskan untuk membunuh Dajjal. Hal ini memang aneh jika diingat bahwa menurut Hadits, fitnahnya Dajjal itu fitnah yang paling besar di dunia. Fitnah ini hanya akan disingkirkan oleh tangan Masih-Mau’ud. Akan tetapi pada waktu membicaraka turunnya al-Masih, Hadits hanya menerangkan bahwa tugas beliau yang paling besar ialah mematahkan kayu palang; ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa mematahkan kayu palang adalah sama artinya dengan membunuh Dajjal.

 

Sungguh mengesankan sekali bahwa manakala Hadits menerangkan fitnah zaman akhir, maka fitnah yang paling besar adalah fitnahnya Dajjal; tetapi manakala Hadits menerangkan obat yang dapat memberantas fitnah itu, maka hanya disebut patahnya kayu palang. Mengingat bahwa tugas utama Masih-Mau’ud ialah mematahkan kayu palang, maka teranglah bahwa fitnahnya Dajjal dan merajalelanya agama Kristen adalah, dua sebutan belaka bagi satu idee yang sama.

 

8. MENGAPA DAJJAL DISEBUT AL-MASIH

 

Sebenarnya jika orang mau berpikir sejenak saja, pasti akan menemukan kebenaran, mengapa Dajjal disebut Masihid-Dajjal. Mengapa Dajjal disebut al-Masih? Karena Dajjal selalu menunaikan tugasnya atas nama “al-Masih”, yang julukan ini diberikan oleh Allah kepada nabi ‘Isa berdasarkan wahyu-Nya. Diberikannya julukan al-Masih kepada Dajjal menunjukkan, bahwa Dajjal akan menunaikan pekerjaan atas nama orang suci ini, dan inilah sebenarnya yang menyebabkan dia disebut Dajjal atau penipu, karena ia menggunakan nama “al-Masih”, seorang Nabi dan hamba Allah yang tulus, tetapi ia berbuat sesuatu yang bertentangan sama sekali dengan ajaran beliau.

 

Al-Masih ‘Isa mengajarkan bahwa Allah itu Esa, dan tak ada Tuhan selain Dia yang wajib disembah; tetapi Dajjal mengangkat nabi ‘Isa itu sendiri sebagai Tuhan. Selanjutnya, al-Masih ‘Isa mengajarkan bahwa semua Nabi adalah hamba Allah yang tulus, tetapi Dajjal mengutuk semua Nabi yang suci sebagai orang berdosa. Mengapa demikian ? Karena jika para Nabi Utusan Allah ini tak dikutuk sebagai orang berdosa, maka tak perlu timbul Putra Allah yang tak berdosa, untuk menebusi dosa sekalian manusia.

 

Selanjutnya, al-Masih ‘Isa mengajarkan bahwa setiap orang akan mendapat ganjaran atau hukuman sesuai perbuatan yang ia lakukan, tetapi Dajjal yang berkedok al-Masih mengajarkan bahwa Putra Allah sudah cukup menebusi dosa ummat Kristen. Al-Masih ‘Isa mengajarkan bahwa orang kaya tak dapat masuk dalam kerajaan Surga, tetapi Dajjal yang mengaku-ngaku al-Masih mengajarkan supaya manusia menumpuk-numpuk kekayaan. Singkatnya, kitab-kitab Hadits menggunakan julukan “Al-Masihid Dajjal” hanyalah untuk menjelaskan, bahwa Dajjal adalah nama lain belaka bagi agama Kristen sekarang ini. Nama Al-Masih dan agama al-Masih hanyalah digunakan sebagai kedok untuk menutupi penipuan (dajala) yang ada di belakang itu.

 

9. HADITS TENTANG DAJJAL

 

Hadits tentang Dajjal adalah banyak sekali, dan diriwayatkan oleh sejumlah besar Sahabat Nabi, sehingga tak perlu dipersoalkan lagi tentang mutawatir-nya; walaupun masih perlu dipersoalkan tentang terpenuhinya ramalan itu secara terperinci. Hadits-hadits itu termuat dalam kitab-kitab Hadits yang amat sahih, bahkan yang termuat dalam kitab Bukhari dan Muslim tak sedikit jumlahnya.

 

Hadits tentang Dajjal yang termuat dalam Musnad Imam Ahmad bin Hambal berjumlah seratus, dan di antara yang meriwayatkan Hadits; terdapat sahabat kenamaan, seperti sayyidina Abubakar, ‘Ali, Siti ‘Aisyah, Sa’d bin Abi Waqqas; Abdullah bin Abbas, Abdullah bin ‘Umar, Abdullah bin ‘Amr, Abu Hurairah, Abu Said Khudri, Anas bin Malik, Jabir, Hisyam bin Amir, Samrah bin Jundab, Ubayya bin Ka’b, Safinah, Imran bin Husain, Nawas bin Sam’an, Ummu Syarik, Fatimah binti Qais, Ubadah bin Samit, Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Asma’ binti Yazid, dan Mughirah bin Syu’bah.

 

Masih banyak Sahabat lagi yang meriwayatkan Hadits tentang Dajjal. Para Sahabat ini semua sependapat bahwa Nabi Muhammad SAW berulang-­ulang menceritakan Dajjal, hingga tak perlu diragukan lagi tentang adanya kenyataan bahwa sumber yang mengalirkan ramalan itu adalah Nabi Muhammad SAW sendiri.

 

10. APAKAH DAJJAL ITU ORANG ATAUKAH BANGSA ?

 

Memang benar bahwa kebanyakan Hadits menggambarkan seakan-­akan Dajjal itu orang yang bermata satu, yang di dahinya terdapat tulisan Arab yang terdiri dari huruf  kaf, fa’ dan ra’ (atau kafara, artinya kafir), dan yang membawa keledai, sungai dan api. Tetapi jika Hadits-­hadits itu kita cocokkan dengan uraian Al-Qur’an, maka akan nampak dengan jelas, bahwa Dajjal bukanlah nama orang, melainkan suatu bangsa, atau lebih tepat lagi, segolongan bangsa.

 

Dengan tegas Al-Qur’an mempersamakan Dajjal dengan bangsa-bangsa Kristen, dan lagi, Al-Qur’an menyatakan bahwa Dajjal dan Ya’juj wa-Ma’juj bukanlah dua jenis makhluk yang berlainan, karena fitnah yang ditimbulkan oleh mereka itu disebutkan bersama-sama.

 

Kami juga mempunyai bukti dari kitab Bible yang menerangkan, bahwa Ya’juj wa-Ma’juj adalah bangsa-­bangsa Eropa. Dengan demikian teranglah bahwa Dajjal juga berarti bangsa. Sebagaimana telah kami terangkan di muka, fitnah Dajjal itu bersumber pada menangnya agama Kristen.

 

Ada sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang membuktikan bahwa Dajjal itu bukan orang melainkan bangsa, sebagaimana Roma dan Persi yang diuraikan dalam Hadits itu bukanlah tempat melainkan bangsa. Hadits itu berbunyi sbb:

 

“Rasulullah SAW bersabda: Kamu akan bertempur dengan Jazirah Arab, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur dengan Persi, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu; lalu kamu akan bertampur dengan Roma, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu; lalu kamu akan bertempur dengan Dajjal, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu”.

 

Di sini pertempuran dengan Dajjal diuraikan dengan kalimat yang sama seperti pertempuran dengan Arab, Persi dan Roma. Ini menunjukkan bahwa Dajjal adalah bangsa, seperti halnya Arab, Persi dan Roma. Boleh jadi yang diisyaratkan di sini ialah Perang Salib, tetapi mungkin pula mengisyaratkan peristiwa yang terjadi di dunia pada zaman sekarang. Namun satu hal sudah pasti, yakni bahwa menurut Hadits ini, Dajjal berarti bangsa atau segolongan bangsa; seperti halnya Persi atau Roma.

 

Tetapi masih saja harus dijelaskan, mengapa dalam Hadits dijelaskan seakan-akan Dajjal itu orang. Sebagaimana telah kami terangkan, semua ramalan Nabi Suci itu didasarkan pada ru’yah atau kasyaf (visiun), dan dalam ru’yah atau kasyaf, suatu bangsa hanya digambarkan sebagai orang-seorang. Sebenarnya, bangsa itu dikenal dari ciri-cirinya; dan dalam ru’yah, ciri-ciri ini hanya dapat diperlihatkan dalam bentuk orang-­seorang. Bahkan dalam bahasa sehari-hari, bangsa itu diajak bicara bagaikan orang. Misalnya, Al-Qur’an mengajak bicara bangsa Israil, seakan-­akan bangsa Israil itu orang. Bacalah misalnya, ayat Al-Qur’an berikut ini:

 

“Wahai kaum Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang Aku berikan kepada kamu, dan bahwa Aku memuliakan kamu di atas sekalian bangsa” (2:47).

 

Kaum Bani Israil yang diperingatkan di sini ialah mereka yang hidup pada zaman Nabi Muhammad SAW, tetapi peristiwa yang dimaksud ialah yang terjadi pada zaman nabi Musa, atau beberapa abad sesudah beliau. Kenikmatan yang teruraikan dalam ayat ini telah diberikan, ke­pada kaum Bani Israil zaman dahulu, tetapi ayat Al-Qur’an ini ditujukan kepada kaum Bani Israil zaman sekarang yang sedang dalam keadaan hina dan suram. Tetapi seluruh kaum Bani Israil ini dikatakan bagaikan satu orang.

 

Demikianlah seluruh bangsa Dajjal diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam ru’yah bagaikan satu orang, padahal Dajjal seperti yang digambarkan oleh Al-Qur’an menunjukkan bahwa Dajjal adalah segolongan bangsa yang ciri-ciri khasnya sudah dikenal.

 

11. GAMBARAN DAJJAL MENURUT AL-HADITS

 

Segala macam keistimewaan yang kami lihat pada peradaban Barat sekarang ini, semuanya cocok dengan ciri-ciri Dajjal yang dilihat oleh Nabi Muhammad SAW dalam ru’yah. Memang benar bahwa bangsa-bangsa ini mempunyai sedikit perbedaan satu sama lain, tetapi ada satu hal yang semuanya sama. Dan ciri yang sama inilah yang digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam memberi gambaran tentang Dajjal.

 

Kami hanya akan mengutip Hadits-hadits yang menguraikan ciri-ciri Dajjal. Marilah kita mulai dengan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :

 

1. “Dan aku melihat orang yang berambut ikal pendek, yang mata-kanannya buta Aku bertanya: Siapakah ini? Lalu dijawab, bahwa ia adalah Masihid – Dajjal” (Bukhari 77:68,92)

 

2. “Awas! dia pecak (buta sebelah)… dan diantara dua matanya, tertulis ‘Kafir’…” (Bukhari 93:27).

 

Dari gambaran tersebut dapatlah kami catat:

1.      Bahwa mengenai bentuknya, Dajjal digambarkan berbadan kekar.

2.      Bahwa roman-mukanya putih dan mengkilat.

3.      Bahwa rambut kepalanya pendek dan ikal.

 

Tiga gambaran ini cocok sekali derigan bentuk orang-orang Eropa pada umumnya. Mereka itu pada umumnya berbadan kekar; bertubuh baik dan kuat; rambutnya pendek dan ikal, sampai-sampai wanitanya ­pun memotong pendek rambutnya; kulit mereka putih dan mengkilat. Jadi, gambaran tentang ciri-ciri Dajjal tersebut, cocok sekali dengan perwujudan orang-orang Eropa.

 

Adapun dua ciri lainnya, yakni, bahwa mata kanan Dajjal buta, dan pada dahinya tertulis kaf, fa’dan ra’ atau kaflr, ini menggambarkan keadaan rohani Dajjal yang sebenarnya. Sebagaimana telah kami terangkan, Dajjal menggambarkan suatu bangsa. Sebagai bangsa, tak mungkin semuanya buta mata jasmaninya.

 

Selain itu, Dajjal yang digambarkan buta mata kanannya, mata-kiri Dajjal digambarkan bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Dengan perkataan lain, mata-kanan Dajjal digambarkan hilang cahayanya, tetapi mata-kirinya bersinar terang. Penjelasan yang diberikan oleh Imam Raghib tentang mata Dajjal yang buta sebelah kanannya, sungguh ilmiyah sekali. Pada waktu menjelaskan arti kata al-Masih, beliau menerangkan bahwa kata masaha berarti menghapus sesuatu, lalu beliau menambahkan keterangan sbb:

 

“Diriwayatkan bahwa mata-kanan Dajjal hilang penglihatannya, sedangkan nabi ‘Isa mata-kiri beliaulah yang hilang penglihatannya; dan ini berarti bahwa Dajjal tak mempuyai sifat-sifat akhlak tinggi, seperti misalnya kearifan, kebijaksanaan dan rendah hati; sedangkan nabi ‘Isa tak mempunyai kejahilan, keserakahan, kerakusan dan sebagainya yang termasuk jenis akhlak yang rendah”.

 

Jadi, gambaran Dajjal buta mata-kanannya janganlah ditafsirkan secara harfiyah, melainkan secara kalam ibarat, yakni harus diartikan bahwa Dajjal tak mempunyai akhlak yang baik.

 

Bahwa dua mata manusia itu, yang satu digunakan untuk melihat hal-hal yang berhubungan dengan kerohanian dan agama, dan yang satu lagi digunakan untuk melihat hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan dan keduniaan. Oleh karena hal-hal yang berhubungan dengan agama dan kerohanian itu lebih tinggi kedudukannya daripada hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan dan keduniaan, maka buta mata kanan Dajjal berarti bahwa Dajjal sedikit sekali perhatiannya terhadap hal-hal yang berhubungan dengan agama atau kerohanian, dan ini cocok sekali dengan apa yang dialami oleh bangsa-bargsa Eropa sekarang ini.

 

Seluruh parhatian mereka ditujukan kepada hal-hal yang berhubungan dangan kebendaan dan keduniaan dan kemajuan mereka dalam bidang ini tak ada bandingannya. Inilah yang dimaksud dengan apa yang diuraikan dalam Hadits, bahwa mata-kiri Dajjal bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Artinya, Dajjal mampu melihat segala macam barang-barang duniawi, yang bangsa-bangsa lain tak mempunyai pengertian tentang itu. Tetapi mata rohani Dajjal tak mempunyai penglihatan yang tajam, karena semua kekuatan Dajjal dihabiskan guna kepentingan urusan duniawi. Sukses Dajjal yang tak ada taranya dalam urusan duniawi mengakibatkan buta sebelah. Penjelasan ini sungguh mengagumkan dan cocok sekali dengan apa yang dikatakan oleh Al-Qur’an  tentang bangsa-bangsa Kristen:

 

“Orang-orang yang usahanya menderita rugi dalam kehidupan dunia, dan mereka mengira bahwa mereka amat pandai dalam membuat barang-barang” (18:104)

 

Hadits Nabi melukiskan hal ini dengan kalam ibarat, bahwa mata­ kiri Dajjal, yaitu, mata-duniawi bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Adapun keadaan rohani bangsa-bangsa Dajjal Allah berfirman sbb:

 

“Mereka adalah orang-orang yang mengkafiri ayat Tuhan, dan (mengakhiri) perjumpaan dengan Dia” (18 : 105).

 

Hadits Nabi menjelaskan hal ini dengan caranya sendiri, yaitu, bahwa mata-kanan Dajjal tak mempunyai kekuatan untuk melihat ayat Tuhan.

 

Tanda Dajjal yang lain, yakni tulisan kafara atau kafir pada dahinya ini berkenaan pula dengan keadaan rohaninya. Jika orang berkata, bahwa pada dahi seseorang terdapat tulisan anu, ini sama artinya dengan mengatakan, bahwa anu itu adalah fakta senyata-nyatanya bagi dia. Maka dari itu, uraian Hadits bahwa pada dahi Dajjal terdapat tulisan kafir, ini hanyalah berarti bahwa kekafiran itu merupakan kenyataan yang senyata-nyatanya bagi dia.

 

Kata-kata Hadits itu sendiri sudah menerangkan; bahwa demikian itulah nyatanya. Pertama-tama, Hadits menerangkan bahwa tiap-tiap mukmin dapat membaca tulisan itu; jadi bukan tiap-tiap orang dapat membaca tulisan itu. Lalu ditambahkan kata penjelasan tentang orang mukmin itu, yakni, “baik ia buta huruf atau mengerti tulis menulis.” Artinya, tiap-tiap orang mukmin dapat memahami tulisan itu, baik ia mengerti tulis-menulis atau tidak.

 

Sudah terang, bahwa tulisan yang dapat dibaca oleh tiap-tiap orang mukmin, baik ia mengerti tulis-menulis atau buta huruf, tak mungkin berwujud kata-kata atau huruf. Jika tulisan itu berwujud kata-kata atau huruf, niscaya tak dipersoalkan lagi apakah pembacanya mukmin atau kafir, demikian pula tak perlu dinyatakan bahwa orang mukmin dapat membaca tulisan itu sekalipun ia buta-huruf.

 

Kepandaian membaca tulisan, tak ada sangkut pautnya dengan urusan iman. Setiap orang yang tak buta huruf pasti dapat membaca tulisan, sedangkan orang buta huruf, sekalipun ia orang mukmin sejati, ia tetap tak dapat membaca tulisan. Oleh karena itu, tulisan yang dimaksud bukanlah tulisan biasa, melainkan menifestasinya perbuatan seseorang. Pernyataan bahwa tulisan itu hanya dapat dibaca oleh orang mukmin saja, ini berarti, bahwa orang kafir tak pernah sadar akan kekafirannya, sehingga membutuhkan mata orang mukmin untuk membaca buruknya kekafiran mereka.

 

12. TEMPAT TINGGAL DAJJAL PADA ZAMAN NABI

 

Sebuah Hadits menerangkan, bahwa pada suatu hari sehabis salat berjama’ah, Nabi Muhammad SAW menahan para Sahabat dan berkata sbb : “Tamim Dari, seorang Kristen yang memeluk Islam, ia menceritakan kepadaku tentang Dajjal, yang cocok dengan apa yang pernah aku ceritakan kepada kamu”. Lalu beliau menceritakan ceritera Tamim Dari sbb :

 

“Pada suatu hari ia berlayar dengan beberapa orang dari kabilah Lakhm dan Judham. Setelah berlayar sebulan lamanya, mereka mendarat di sebuah pulau, dimana mereka berjumpa untuk pertama kali dengan seekor makhluk yang aneh, yang menamakan dirinya Jassassh (makna aslinya mata-mata). Jassasah memberitahukan kepada mereka tentang seorang laki-laki yang tinggal dalam Gereja. Kemudian mereka mengunjungi orang itu dalam Gereja, yang nampak seperti raksasa, yang tangannya diikat pada lehernya, dan kakinya diikat dengan rantai, dari lutut hingga mata-kaki. Mereka bercakap-cakap dengan orang ini, yang tiba-tiba ia bertanya kepada mereka tentang Nabi SAW, dan ia mengakhiri percakapannya dengan ucapan: ‘Aku adalah Masihid ­Dajjal, dan aku berharap semoga aku segera dibebaskan, lalu aku dapat menjelajahi seluruh dunia, kecuali Makkah dan Madinah”.

 

Satu hal yang sudah pasti ialah bahwa seluruh ceritera ini bukanlah kejadian biasa, melainkan sebuah visiun (ru’yah). Adapun bukti bahwa kejadian itu terjadi dalam ru’yah ialah adanya kenyataan bahwa Dajjal bertanya kepada mereka sbb: “Ceriterakanlah kepadaku tentang Nabi bangsa Ummi (bangsa Arab), apakah yang ia kerjakan”.

 

Pertanyaan mereka dijawab sbb: “Beliau meninggalkan Makkah dan sampai di Madinah”. Dalam Hadits lain, Dajjal diriwayatkan bertanya sbb: “Orang ini yang muncul di antara kamu, apakah yang ia kerjakan?” (Kanzul­-Ummal jilid VII, hal 2024).

Bagaimana mungkin Dajjal tahu bahwa Nabi bangsa Arab telah muncul? Apakah Dajjal telah menerima wahyu? Sudah barang tentu tidak. Dan pula tak mungkin bahwa ini adalah perkara terkaan.

 

Kejadian-kejadian lain yang diceriterakan dalam Hadits ini, semuanya menguatkan pendapat bahwa ini terjadi dalam ru’yah. Misalnya, siapakah yang mengikat tangan Dajjal pada lehernya? Siapakah yang mengikat kakinya dengan rantai? Bolehkah kami mengira bahwa Dajjal dilahirkan dalam keadaan demikian? Mengapa jassasah tidak melepas rantai Dajjal? Segala persoalan yang rumit ini hanya dapat dipecahkan apabila kami menganggap ceritera ini berasal dari ru’yah Tamim Dari.

 

Segala sesuatu yang diketahui oleh Nabi Suci yang berhubungan dengan masalah ini juga berlandaskan ru’yah. Allah tak pernah membawa beliau ke sebuah pulau, dan menyuruh beliau melihat Dajjal dengan mata-kepala sendiri. Sebaliknya, hanya melalui ru’yah sajalah, beliau melihat sifat-sifat Dajjal. Beliau menyajikan ru’yah Tamim Dari ini, sekedar untuk memperkuat apa yang diketahui oleh beliau dalam ru’yah sebagaimana beliau menceriterakan juga impian para Sahabat lainnya. Hadits ini memberi petunjuk kepada kita, di mana tempat-tinggal Dajjal :

 

1. Ia bertinggal di sebuah pulau.

2. Letak pulau ini sejauh satu bulan pelayaran dari Syria.

 

Masih ada satu lagi yang orang dapat ketahui dari Hadits ini, yakni, bahwa pada zaman Nabi, Dajjal sudah ada, tetapi ia belum diizinkan keluar. Hal ini akan kami uraikan nanti dengan panjang-lebar.

 

Dua catatan tersebut di atas memberi petunjuk seterang-terangnya akan tempat-tinggal Dajjal. Sudah terang bahwa Eropa didiami pula oleh bangsa-bangsa lain, tetapi bangsa Inggris mempunyai kekuasaan dan kebesaran yang tak pernah jatuh di tangan bangsa lain di benua itu. Itulah sebabnya mengapa benua Barat disebutkan secara khusus sebagai tempat-tinggal Dajjal.

 

13. AGAMA DAJJAL

 

Ada sebuah Hadits yang menerangkan bahwa kaum Yahudi akan menyertai Dajjal. Dari Hadits ini orang menyangka bahwa Dajjal akan memeluk agama Yahudi. Akan tetapi Al-Qur’an menerangkan seterang-­terangnya bahwa bangsa Dajjal mengakukan Allah mempunyai anak laki-laki. Oleh sebab itu tak ragu-ragu lagi bahwa bangsa Dajjal adalah bangsa Nasrani.

 

Kelak akan kami terangkan apakah yang dimaksud kaum Yahudi menyertai Dajjal. Bahkan kaum Yahudi akan menyertai Dajjal tidaklah berarti bahwa Dajjal adalah kaum Yahudi. Karena jika berarti demikian, bagaimanakah arti Hadits lain yang menerangkan bahwa sebagian ummat Nabi Muhammad akan mengikuti Dajjal dan menjadi korban tipu-muslihatnya. Adapun Hadits itu berbunyi sbb :

 

“Tujuh puluh ribu ummatku akan mengikuti Dajjal” (Misykat, ha1.477)

 

Sebagaimana telah kami terangkan, julukan Masihid-Dajjal itu menunjukkan, bahwa bangsa Dajjal akan mengaku sebagai pengikut Masih-‘Isa. Hal ini diterangkan sejelas-jelasnya dalam Hadits Tamim Dari tersebut di atas. Isyarat supaya mengunjungi orang yang berada di dalam Gereja itu seperti yang diterangkan dalam Hadits Tamim Dari, adalah penting sekali artinya.

 

Sudah terang bahwa Gereja adalah simbul agama Nasrani, dan raksasa yang menyimbulkan ummat yang terdapat dalam Gereja itu tiada lain ialah ummat Nasrani. Adapun Jassasah (mata-mata Dajjal) hanya mempunyai satu tugas, yaitu, menganjurkan supaya orang-orang pergi ke Gereja, artinya, supaya menjadi orang Kristen. Berikut ini adalah ucapan Jassasah yang sebenarnya: “Gereja yang kamu lihat itu, masuklah ke dalam”.

 

14. TEMPAT MUNCULNYA DAJJAL.

 

Agaknya menarik perhatian sekali bahwa menurut Hadits Tamim Dari, Dajjal bertinggal di sebuah pulau yang letaknya di sebelah Barat Syria, sedang tempat munculnya dikatakan oleh Hadits lain, berada di Timur. Lengkapnya, Hadits ini berburiyi sbb:

 

“Tidak! Ia (Dajjal) akan muncul disebelah Timur; tidak, ia akan muncul di sebelah Timur; tidak, ia akan muncul di sabelah Timur” (Kanzul-‘Ummal jilid VII, halaman 2988).

 

Sebelum kami menerangkan perinciannya, marilah kita tinjau lebih dahulu lain-lain Hadits yang sama artinya, yakni bahwa Dajjal akan muncul di Timur. Salah satu Hadits berbunyi sbb :

 

“Nabi Muhammad SAW menunjuk hampir duapuluh kali ke arah Timur” (Kanzul-‘Ummal, jilid VIl, halaman 2991 ).

 

Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mengatakan: “Tidak ! Ia akan muncul di Timur” diikuti dengan kalimat: “Beliau menunjuk dengan tangannya ke arah Timur”. Jadi jika di suatu Hadits dikatakan bahwa tempat tinggal Dajjal ialah sebuah pulau di Barat, tetapi di lain Hadits diterangkan bahwa tempad munculnya Dajjal, atau lebih tepat lagi, tempat munculnya fitnah Dajjal ialah di Timur.

 

Ini menunjukkan bahwa merajalelanya Dajjal akan membahayakan bangsa-­bangsa di Timur. Adapun kenyataan yang tak dapat dibantah lagi, bahwa fitnahnya Dajjal tak akan menimpa bangsanya sendiri, bahkan mereka akan memperoleh keuntungan dari hasil perampokan di Timur. Jadi yang dimaksud munculnya Dajjal di Timur ialah merajalelanya fitnah Dajjal di negara-negara Timur dengan jalan memperbudak penduduknya, baik jasmani maupun rohani, lahiriyah maupun batiniyah.

 

Menurut apa yang diterangkan dalam Hadits, terang sekali bahwa pada zaman Nabi, Dajjal itu sudah ada, akan tetapi pada waktu itu tangan dan kakinya dirantai. Inilah gambaran yang sebenarnya bagi bangsa-bangsa Eropa pada waktu itu. Mereka mengurung diri dalam tanah air mereka sendiri, lalu pada suatu ketika, mereka mengalir ke seluruh dunia untuk menaklukkan  dan menjajah negara-negara lain, sehingga mereka benar-benar menguasai, atau setidak-tidaknya memaksakan pengaruhnya terhadap negara-negara itu, sehingga gerak-­gerik negara-negara itu dipimpin dan diawasi oleh bangsa-bangsa Eropa.

 

Itulah sebabnya mengapa di dalam Hadits diterangkan bahwa Dajjal mengaku Tuhan, karena segala sesuatu di dunia dikerjakan menurut perintah Dajjal, seakan-akan dialah yang menguasai dan menentukan nasib bangsa-bangsa lain. Inilah apa pula yang dimaksud oleh Hadits lain yang menerangkan bahwa Dajjal ialah yang menentukan hidup-matinya orang-orang. Dengan perkataan lain, Dajjal akan meninggikan dan merendahkan derajat bangsa-bangsa lain menurut apa yang dianggap sesuai dengan tujuannya.

 

15. FITNAH YANG PALING BESAR

 

Dalam Sahih Muslim ada sebuah Hadits yang berbunyi sbb: “Sejak terciptanya manusia hingga datangnya Hari Kiamat, tak ada fitnah lebih besar daripada fitnahnya Dajjal” (Misykat, hal. 472).

 

Kata-kata seperti itu, terdapat pula dalam kitab Hadits yang lain. Misalnya, dalam sebuah Hadits, Nabi SAW diriwayatkan bersabda sbb : “Wahai manusia ! Semenjak Allah menciptakan bani Adam, tak ada fitnah dimuka bumi yang lebih besar dari pada fitnahnya Dajjal” (Kanzul-‘Ummal, jilid VII, halaman 2028).

 

Hadits-hadits tersebut membuktikan bahwa fitnahnya Dajjal itu tiada lain ialah merejalelanya Imperialis Eropa sekarang ini dan menangnya agama Nasrani. Kenyataan menunjukkan bahwa sejarah ummat manusia tak dapat mempertunjukkan fitnah lain yang besarnya seperti itu.

 

Memang dalam sejarah pernah terjadi suatu bangsa menundukkan bangsa lain dan menguasai aspek kehidupan mereka, tetapi contoh tentang penjajahan yang menyeluruh seperti yang kita saksikan sekarang ini berupa merajalelanya imperialis dan kebudayaan Eropa di seluruh dunia, belum pernah terjadi. Daratan dan lautan semuanya dikuasai oleh imperialis Eropa.

 

Demikian pula kita tak dapat menemukan persamaannya tentang cara-cara kaum imperialis Barat memperbudak bangsa-bangsa lain di dunia. Yang lebih istimewa lagi ialah bahwa mereka memiliki segala macam senjata yang dengan senjata itu, orang-orang dapat tersesat dari jalan benar dan jalan kesucian. Di sebelah sini, mereka mnyesatkan orang-orang melalui sistem pendidikan, dan di sebelah sana, mereka mencapai tujuan mereka melalui penyiaran agama; kadang-kadang untuk mencapai tujuan mereka, mereka melumpuhkan jiwa manusia dengan memberikan kepada mereka kemewahan dan kesenangan jasmani; dan kadang-kadang diberikan kepada mereka hiburan-hiburan yang dapat melupakan rohani mereka sama sekali.

 

Sering pula ilmu pengetahuan mereka digunakan untuk menghancurkan rohani ummat manusia. Pendek kata, di seluruh sejarah manusia, fitnahnya Dajjal tak ada taranya, dan sabda Nabi SAW bahwa tak ada fitnah yang lebih besar daripada fitnahnya Dajjal, ini terpenuhi berupa merajalelanya kaum imperialis Eropa, yang bukan saja membahayakan aspek kehidupan jasmani, melainkan pula membahayakan aspek kehidupan moral dan rohani.

 

16. TANDA-TANDA DAJJAL.

 

Berikut ini kami kutipkan beberapa Hadits yang menerangkan tanda-tanda yang mengiringi munculnya Dajjal. Adapun arti tanda-­tanda itu akan kami terangkan kelak.

 

I. Sorga dan Neraka Dajjal

 

“Ia (Dajjal) akan datang dengan membawa semacam sorga dan neraka; dan apa yang ia katakan sorga itu sebenarnya, neraka” (Misykat, halaman 473).

 

“Dan ia akan membawa air dan api. Dan apa yang orang-orang melihatnya air, itu sebenarnya api yang menghanguskan; dan apa yang orang-orang melihatnya api, iiu sebenarnya air tawar yang sejuk” (Misykat, halaman 473)

 

“Ia akan membawa api dan sungai dan barang siapa jatuh dalam apinya, ia akan memperoleh ganjaran dan disingkirkan bebannya.” (Kanzul-‘Ummal, jilid VII, halaman 2975)

 

“la akan membawa gunung roti dan sungai penuh air “(Kanzul-‘­Ummal, jilid VII, halaman 2985).

 

“Ia membawa dua sungai, yang satu penuh air, dan satu lagi penuh api” (idem, halaman 2985)

 

“Dajjal akan muncul dengan membawa sungai dan api; barang siapa masuk dalam sungainya; ia akan memikul beban dan dilenyapkan ganjarannya; dan barangsiapa masuk dalam apinya, akan memperoleh ganjaran dan dihilangkan bebannya” (idem, halaman 2029).

 

Di antara fitnah Dajjal ialah bahwa ia akan membawa sorga dan neraka; adapun neraka Dajjal ialah sorga, dan sorga Dajjal ialah Neraka. Maka barangsiapa diuji dengan neraka Dajjal, hendaklah ia mohon pertolongan Allah sambil membaca permulaan surat al­-Kahfi, maka neraka akan menjadi dingin dan damai” (idem, halaman 2028).

 

“Dan ia akan membawa semacam sorga dan neraka. Dan sorga Dajjal penuh dengan asap, sedangkan neraka Dajjal adalah kebun yang menghijau” (idem, halaman 2074).

 

Hadits yang lain berbunyi:

 

“Sungguh ia akan membawa sorga dan neraka. Adapun neraka Dajjal ialah sorga, dan sorga Dajjal ialah Neraka. maka barang siapa diuji dengan neraka Dajjal, hendaklah ia menutup matanya dan mohon pertolongan Allah, dan neraka itu akan dingin dan damai” (idem, halaman 2079).

 

“Bagaimana perasaan kamu jika kamu diuji oleh seseorang yang sungai-sungai dan buah-buahan di bumi akan dibikin tunduk kepadanya” (idem, halaman 2090).

 

“Ia akan menjelajah dengan membawa dua gunung. Yang satu, penuh dengan pohon, buah-buahan dan air, dan yang lain, penuh dengan api dan asap. Ia berkata: Ini adalah sorga, dan ini adalah neraka” (idem, halaman 2110).

 

II. Kecepatan dan kendaraan Dajjal

 

“Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimanakah cepatnya perjalanan Dajjal di muka bumi? Beliau menjawab: seperti cepatnya awan ditiup angin” (Misykat bab Dajjal).

 

“Bumi akan digulung untuknya; ia menggenggam awan di tangan kanannya, dan mendahului matahari di tempat terbenamnya; lautan hanya sedalam mata-kakinya; di depannya adalah gunung yang penuh asap” (Kanzul-‘Ummal, jilid VII, halaman 2998).

 

“Ia akan meloncat-loncat di antara langit dan bumi” (Abu Dawud).

.

“Dajjal akan muncul dengan naik keledai putih; yang jarak antara dua telinganya adalah tujuh puluh yard” (Misykat, halaman 477)

 

“Ia mempunyai seekor keledai yang ia naiki, yang jarak antara dua telinganya adalah empat puluh yard” (Kanzul-‘Ummal, jilid VII, halaman 2104).­

 

“Ia menaiki seekor keledai putih, yang masing-masing telinganya tiga puluh yard panjangnya, dan jarak antara kaki yang satu dengan kaki yang lain adalah perjalanan sehari semalam” (idem, halaman 2998).

 

III. Harta kekayaan Dajjal

 

“Dan ia melalui hutan rimba, dan ia berkata kepadanya: Keluarkanlah kekayaanmu, maka kekayaaan rimba itu mengikuti dia, bagaikan lebah mengikuti ratunya” (Misykat, halaman 473).

 

IV. Kawan-kawan Dajjal hidup senang, dan musuh-musuh Dajjal hidup sengsara

 

“Ia datang pada suatu kaum dan mengajak mereka (supaya mengikuti dia), dan kaum itu beriman kepadanya, ia memberi perintah kepada langit, maka turunlah hujan, lalu ia memberi perintah kepada bumi, maka keluarlah tumbuh-tumbuhan. Lalu ia datang kepada kaum yang lain, dan mengajak mereka (supaya mengikuti dia), dan kaum itu menolak ajakannya, maka berpalinglah ia dari mereka, lalu kaum itu tertimpa kelaparan, dan tak ada sedikit kekayaan pun yang mereka kuasai” (Misykat, halaman 473).

 

“Dan di antara fitnah Dajjal ialah, apabila ia datang pada suatu kaum yang tak mau beriman kepadanya, maka tiada lagi ternak mereka yang tertinggal, melainkan binasalah semuanya; dan apabila ia datang pada kaum lain yang beriman kepadanya, maka ia memberi perintah kepada langit, lalu turunlah hujan, dan ia memberi perintah kepada bumi, lalu keluarlah tumbuh-tumbuhan” (Kanzul-­’Ummal, jilid VII. halaman 2028).

 

“Sungai-sungai dunia dan buah-buahan akan tunduk kepada Dajjal; maka barangsiapa mau mengikuti dia, ia akan memberi makan kepadanya dan menjadikan dia seorang kafir dan barang siapa menentang dia, maka persediaan makanannya akan dirampas dan dihentikan mata-pencahariannya” (Kanzul-‘Ummal; jilid VII halarnan 2090).

 

“Ada beberapa kaum yang bersahabat dengan Dajjal akan berkata: “Sesungguhnya kami tahu bahwa Dajjal adalah kafir, tetapi kami bersahabat dengan Dajjal, agar kami dapat makan dari makanannya, dan agar kami dapat memberi makan ternak kami dari pohon­pohonnya” (idem, halaman 2092).

 

“Dan ia (Dajjal) akan membawa gunung roti, dan sekalian manusia akan mengalami kesukaran, terkecuali orang yang mengikuti dia” (idem, halaman 2104).

 

V. Partemuan Dajjal dangan roh

 

“bersama-sama Dajjal akan dibangkitkan setan-setan yang rupanya mirip dengan orang-orang yang telah meninggal, apakah itu ayah ataukah saudara” (idem, halaman 2065).

 

“Setan-setan yang rupanya mirip dengan orang yarg telah meninggal akan menyertai Dajjal, dan mereka akan berkata kepada orang yang masih hidup: Kenalkah engkau padaku? Aku adalah saudaramu; aku adalah ayahmu; atau aku adalah salah seorang kerabatmu” (idem, hal. 2078).

 

“Bersama-sama Dajjal akan dibangkitkan setan-setan yang akan bercakap-cakap dengan manusia” ( idem, halaman 2104).

 

VI. Kaum Yahudi di belakang Dajjal

 

“Dan di belakangnya ialah Dajjal yang bersama-sama dia adalah tujuh puluh ribu orang Yahudi” (idem, halaman 2028)

 

“Kebanyakan orang yang mengikuti Dajjal ialah kaum Yahudi, para wanita, dan rakyat jelata” (Kanzul-‘Ummal, jilid VII, hal. 2065).

“Kebanyakan orang yang menyertai Dajjal ialah kaum Yahudi, dan para wanita” (idem, halaman 2214).

 

“Dajjal musuh Allah, akan muncul dan dia akan disertai oleh bala tentara yang terdiri dari kaum Yahudi dan segala macam bangsa” (idem, halaman 2974).

 

VII. Pengaruh Dajjal Terhadap Wanita

 

“Dan orang yang paling akhir yang mendatangi Dajjal ialah kaum wanita, sampai-sampai seorang pria mendatangi ibunya, anaknya perempuan, saudaranya perempuan dan bibinya, lalu mengikat mereka, agar mereka tak datang kepada Dajja!” (idem, hal. 2116).

 

VIII. Dajjal dan anak-anak yang tidak sah

 

“Awas! Kebanyakan kawan dan pengikut Dajjal ialah kaum Yahudi dan anak-anak yang tidak sah” (idem, halaman 2998)

 

IX. Laki-laki sperti wanita, dan wanita seperti laki-laki

 

“Dan para wanita akan tampak seperti laki-laki dan laki-laki akan nampak seperti wanita” (idem, halaman 2998)

 

X. Penyembuhan Ajaib

 

“Dan Dajjal akan menyembuhkan orang buta, orang sakit lepra, dan akan menghidupkan orang mati” (idem; halaman 2080)

 

XI. Bisikan Jahat Dajjal

 

“Barangsiapa mendengar perihal Dajjal, hendaklah menyingkir daripadanya. Demi Allah! Orang akan mendatangi Dajjal, dan ia menyangka bahwa dia adalah orang mukmin, dan ia akan mengikuti dia (Dajjal) karena sak wasangka yang ditimbulkan dalam batinnya” (Kanzul-‘Ummal, jilid VII, halaman 2057)

 

XII. Munculnya Dajjal

 

“Ia (Dajjal) akan berkata: Apabila rantai yang mengikat aku ini lepas, aku tak akan membiarkan sejengkal tanah pun yang tak di­injak oleh kakiku, terkecuali kota suci Madinah” (idem, halaman 2991 )

 

“Dan tak sejengkal tanah pun di muka bumi ini yang tak dikuasai oleh Dajjal, terkecuali kota Makkah dan Madinah” (idem, hal. 2028).

 

“Dan tak lama lagi, aku (Dajjal) akan diizinkan keluar, maka aku akan keluar dan mengadakan perjalanan di muka bumi, dan tak satu tempat-tinggal pun yang tak kusinggahi selama empat puluh malam, terkecuali Makkah dan Madinah” (idem, halaman 2988).

 

17. SORGA DAN NERAKA DAJJAL

 

Menurut Hadits, tanda Dajjal yang paling besar adalah bahwa ia akan membawa sorga dan neraka. Apa yang pertama kali harus diingat sehubungan dengan ini ialah, apabila dalam suatu Hadits, kata-kata jannah dan nar dipakai untuk menunjukkan sorga dan neraka Dajjal, maka di lain Hadits, sorga dan neraka Dajjal itu dinyatakan dengan kata-kata lain. Misalnya, sebagai pengganti kata-kata sorga dan neraka Dajjal, digunakanlah kata-kata ma’ (air) dan nar (api); dan di lain Hadits digunakan kata-kata nahar (sungai) dan nar (api). Lalu di lain Hadits digunakan kata-kata dua sungai, sungai air dan sungai api.

 

Kemudian ada Hadits lagi yang menerangkan, bahwa Dajjal akan membawa “Gunung roti dan sungai air”. Bahkan ada Hadits lagi yang sebagai pengganti kata-kata sorga dan neraka Dajjal, digunakan kata-kata “dua gunung; yang satu penuh dengan tumbuh­tumbuhan dan buah-buahan dan air, sedang yang lain, penuh dengan api dan asap.

 

Dari uraian tersebut, terang sekali bahwa kata jannah dan nar tidaklah berarti Sorga dan Neraka yang sesungguhnya; demikian pula kata-kata sungai, api , asap, gunung roti, dll, janganlah diartikan secara harfiyah. Semuanya itu adalah kata ibarat; misalnya kata jannah, ini mengibaratkan melimpahnya persediaan bahan-makanan, kesenangan dan kemewahan, sedang kata nar mengibaratkan kurangnya bahan ­makanan dan kesenangan hidup. Adapun maksud sebenarnya ialah, barangsiapa mengikuti Dajjal, ia akan hidup mewah, dan barang siapa menentangnya, ia tak akan mempunyai persediaan bahan-makanan.

 

Bandingkanlah keadaan kehidupan dua bangsa, yaitu bangsa-bangsa Islam yang hidup serba kekurangan, dan bangsa-bangsa Nasrani yang hidup serba mewah; dan inilah yang dimaksud dengan sorga dan neraka Dajjal. Kata-kata sorga dan neraka tidaklah berarti bahwa Dajjal benar-benar membawa sorga dan neraka seperti pedagang membawa barang dagangannya. Namun  yang sebenarnya dimaksud ialah bahwa Dajjal akan

menguasai sorga dan neraka sebagaimana diterangkan dalam Hadits berikut ini:

 

“Sungai dan buah-buahan dunia akan tunduk kepadanya”.

 

Inilah arti yang sebenarnya dari kata-kata itu, yakni bahwa segala macam persediaan yang mendatangkan kesenangan, kemewahan dan kenikmatan hidup di dunia, semuanya dikuasai oleh Dajjal. Dan inilah yang disebut sorga Dajjal bagi orang yang picik pandangannya; akan tetapi sebenarnya, ini semua disebut neraka, karena siapa saja yang tenggelam dalam kesenangan hidup seperti berdansa, bersenang-­senang, bersukaria, melihat theater, bioskop, pergaulan bebas antara pria dan wanita, minum, berjudi, melacur, pasti tidak ingat kepada Allah.

 

Akibatnya jiwanya menjadi rusak; dan inilah neraka yang sebenarnya; dan sekalipun tidak terlihat oleh mata jasmani, tetapi di Akhirat akan nampak dengan terang. Sebaliknya apa yang disebut neraka Dajjal yang berupa kehidupan yang tidak diliputi oleh kesenangan duniawi, adalah Sorga yang sebenarnya, karena semakin orang tidak tenggelam dalam kesenangan duniawi, semakin besar pulalah keuntungan rohaninya, sehingga ia dapat terus meningkat sampai mencapai hubungan dengan Allah. Jadi sorga Dajjal itu terdiri dari kesenangan jasmani, yang diperoleh dengan mengorbankan kehidupan rohani. Barang siapa tenggelam dalam hidup senang, ia akan kehilangan kesenangan di zaman yang akan datang.

 

18. KECEPATAN DAJJAL, KENDARAAN DAJJAL DI DARAT, DI LAUT DAN DI UDARA.

 

Tatkala Nabi SAW ditanya, bagaimanakah kecepatan perjalanan Dajjal, Beliau menjawab sbb: “Kecepatan Dajjal adalah seperti awan yang ditiup angin”. Pada waktu Nabi SAW mengucapkan kata-kata ini, tampaknya seperti dongeng saja, atau ucapan yang berlebih-lebihan. Akan tetapi pada dewasa ini kapal-udara terbang melebihi kecepatan angin.

 

Selanjutnya Nabi SAW bersabda sbb: “Bumi akan digulung untuknya “. Ini berarti Dajjal akan bergerak begitu cepat seolah-olah bumi yang luas ini kelihatan ciut. Gerakan Dajjal melalui udara dikatakan sebagai berikut: “la akan menggenggam awan di tangan kanannya”. Artinya ia akan terbang menembus dan di atas awan. Selanjutnya Nabi Suci menerangkan bahwa “Dajjal akan meloncat-loncat di antara bumi dan langit”. Semua ini mengisyaratkan perjalanan Dajjal melalui udara. Lebih lanjut diterangkan bahwa Dajjal akan bergerak begitu cepat hingga ia:

 

“Mendahului matahari di tempat terbenamnya”

 

Pada dewasa ini kapal-udara terbang lebih cepat dari jalannya matahari; orang yang berangkat dari Timur pada pagi hari, akan sampai di Barat sebelum matahari terbenam. Penerbangan dari Calcuta ke Bombay atau dari Lahore ke Karachi, hanya memakan waktu beberapa jam saja. Siapa tahu orang akan terbang lebih cepat lagi daripada keadaan sekarang. Selanjutnya diterangkan bahwa “lautan hanya sedalam mata-kaki Dajjal” Hal ini terjadi sungguh-sungguh dengan gerakan kapal selam di bawah permukaan laut.

 

Kendaraan Dajjal disebut keledai, karena keledai digunakan untuk mengangkut orang dari sini ke sana, dan pula digunakan untuk mengangkut muatan bagi manusia. Akan tetapi keledai Dajjal bukanlah keledai sungguh-sungguh, karena keledai ini digambarkan mempunyai telinga yang jaraknya tujuh puluh yard dan warnanya putih mengkilat. Gambaran ini sebenarnya untuk melukiskan kereta-api.

 

Adapun Hadits yang menerangkan satu langkah Dajjal akan mencapai jarak perjalanan sehari semalam, ini berarti bahwa jarak yang diternpuh sehari semalam, itu hanyalah satu langkah saja bagi Dajjal. Hendaklah diingat bahwa gambaran tentang kemampuan Dajjal menundukkan alam tidaklah sekali-kali dimaksud untuk mengutuk perbuatan Dajjal, tetapi untuk menunjukkan bahwa Dajjal mempunyai anggapan sebagai orang yang paling kuasa, dan lupa akan kedudukannya sebagai hamba Allah yang hina. Jadi yang dikutuk ialah pengakuan Dajjal bahwa ia mempunyai kekuasaan Ketuhanan.

 

19. DAJJAL MENGELUARKAN KEKAYAAN BUMI

 

Dalam Hadits diterangkan bahwa kekayaan bumi akan mengikuti Dajjal. Ini mengisyaratkan penemuan orang-orang Eropa akan kekayaan bumi yang terpendam. Dimana ada kekayaan bumi yang terpendam, baik yang berupa mas, perak, besi, batubara, minyak dan bahan-bahan mineral, pasti diketemukan oleh orang-orang Eropa.

 

Semua kekayaan itu, baik di Barat maupun di Timur, diusahakan oleh orang-orang Eropa. Setelah dikeluarkan dari perut bumi, bahan-bahan itu dibuat barang-­barang yang oleh bangsa Eropa digunakan untuk menjajah bangsa lain di dunia. Selain itu mereka mengusahakan daerah padang pasir yang tandus dijadikan daerah yang subur dengan memberinya saluran air.

 

Singkatnya, semua kekayaan bumi baik yang berupa mineral maupun hasil tanaman, dikuasai oleh bangsa-bangsa Eropa. Semua kekayaan mengikuti Dajjal, dan keuntungan bangsa-bangsa Eropa semakin bertambah, sedangkan bangsa-bangsa lain di dunia hanya dijadikan buruh mereka untuk menghasilkan bahan-bahan mentah guna kepentingan industri mereka.

 

Sejumlah besar mas dan kekayaan dunia baik di India, di Afrika dan negara-negara Timur, semuanya dikuras habis untuk ditumpuk di Eropa dan Amerika. Alangkah hebatnya ru’yah Nabi SAW tigabelas abad yang lampau tentang keadaan yang kita alami sekarang ini. Alangkah baiknya jika ru’yah itu diberitahukan kepada orang-orang yang disesatkan oleh kekayaan, kemewahan dan kekuasaan bangsa­-bangsa Eropa, hingga  bertekuk lutut di hadapan mereka. Hendaklah mereka suka merenungkan ketajaman penglihatan rohani Nabi SAW yang beberapa ratus tahun sebelumnya, dapat melihat gambaran dunia sekarang ini dengan segala perinciannya sehingga beliau mampu memberi gambaran yang jelas kepada bangsa Arab ketika itu.

 

20. KAWAN-KAWAN DAJJAL HIDUP SENANG, DAN MUSUH­

MUSUH DAJJAL HIDUP SENGSARA.

 

Sudah terang bahwa memeluk agama Dajjal adalah cara yang sebaik-baiknya untuk menghormati dan bersahabat dengan Dajjal. Hadits yang menerangkan bahwa pengikut-pengikut Dajjal akan senang hidupnya, ini berlaku pula bagi orang-orang yang bersumpah setia kepadanya. Ambillah misalnya keadaan di lndia. Orang-orang yang sebelum masuk Kristen termasuk golongan rakyat yang hidup sengsara, kini mereka menjadi orang-orang kaya dan berkedudukan tinggi.

 

Kekayaan yang diambil dari segala penjuru dunia dan ditumpuk di Eropa dan Amerika; jika ini akan diambil sedikit untuk negara-negara lain di dunia; maka pertama-tama, bagian itu dibagikan kepada negara-negara Timur yang menganut agama Dajjal dengan memberikari kepada mereka gaji-gaji yang memuaskan. Alangkah benarnya gambaran Hadits tentang hal ini:

 

“Ia (Dajjal) akan membawa gunung-roti, semua orang menderita kesukaran, kecuali orang-orang yang mengikutinya”.

 

Sungguh benar bahwa jaminan yang terbaik bagi keamanan ekonomi sekarang ini ialah memeluk agama Kristen. Orang-orang yang tak mau mengambil jalan ini dan tak mau hidup rukun dengan mereka, pasti akan mengalami kehidupan yang sukar dan sengsara. Alangkah benarnya gambaran yang diberikan oleh Nabi SAW:

 

“Barang siapa mengikuti Dajjal, ia akan diberi makan, akan tetapi ia dijadikan kafir” (Kanzul-‘Ummal, jilid VII, halaman 2104).

 

Lepas dari orang-orang yang sepenuhnya menganut agama Dajjal, ada pula orang yang bermain-mata dan mengambil muka dengan Dajjal, hanya karena mengejar uang semata-mata. Inilah golongan manusia yang dituju oleh Hadits berikut ini :

 

“Kami bersahabat dengan Dajjal, sekalipun kami tahu bahwa ia kafir. Kami bersahabat dengan Dajjal agar kami dapat makan dari Persediaannya.”

 

Inilah hamba-hamba perut yang menari-nari menurut irama Dajjal. mereka mengerjakan hal-hal yang bertentangan dengan agama, bangsa dan negara, hanya karena sesuap nasi. Tujuan Dajjal memberi makan orang-orang ini ialah agar mereka menjadi orang yang tak beragama, sekalipun Dajjal tak berhasil memasukkan mereka dalam agamanya; setidak-tidaknya Dajjal berhasil membikin mereka acuh-tak acuhterhadap agama mereka sendiri. Jika tidak demikian, apakah tujuan missi Kristen dan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi? Sebenarnya sistem pendi­dikan yang diberikan kepada anak-anak kita, itu hanya bertujuan untuk memisahkan mereka dari agama dan Allah. Dan apakah yang dijadikan daya-penarik pendidikan ini? Tiada lain hanyalah diberinya mereka hak untuk mendapatkan pekerjaan, jadi kembali lagi kepada persoalan perut dan roti.

 

 

21. PERTEMUAN DAJJAL DENGAN ARWAH ORANG-ORANG YANG SUDAH MENINGGAL DAN PERCAKAPAN DAJJAL DENGAN MEREKA.

 

Walaupun Dajjal amat sibuk dalam urusan duniawi, namun Dajjal tak mengabaikan bisikan kodrat yang membisikkan kehidupan di luar dunia. Maka dari itu Dajjal memperlihatkan perhatiannya di lapangan ini, yang lazim disebut “Spritisme”. Di lapangan ini Dajjal mengaku mempunyai ilmu bagaimana caranya agar orang dapat berhubungan dengan arwah orang-orang yang sudah mati, dan bagaimana bercakap-cakap dengan mereka. Hadits berikut ini menerangkan tentang perbuatan yang luar biasa ini:

 

“Bersama-sama Dajjal akan dibangkitkan setan-setan yang rupanya mirip dengan orang-orang yang telah meninggal, apakah itu ayah ataukah saudara mereka”.

 

Hadits lain lagi:

 

“Setan-setan akan bercakap-cakap dengan manusia”.

 

Selain setan-setan itu mirip rupanya dengan orang-orang yang sudah meninggal, mereka dapat pula bercakap-cakap dengan manusia. Apa yang dilukiskan oleh Nabi SAW ini yang dapat disebut gerakan “spiritisme” sungguh-sungguh membuktikan hebatnya ramalan beliau.

 

Orang yang berkecimpung dalam gerakan ini tahu benar bagaimana mengatur ruangan yang khusus dipersiapkan untuk ini, dan bagaimana mengatur penerangan lampu yang digunakan khusus untuk ini. Kemudian bagaimana caranya melaksanakan apa yang disebut medium yang dapat mewujudkan bayangan arwah orang-orang yang sudah meninggal, yang bercakap-cakap dengan manusia; mereka kelihatan sebentar, lalu menghilang lagi.

 

Dan orang-orang yang menghadiri pertemuan ini kadang-kadang mengalami perubahan pikiran, seperti halnya orang-­orang India yang diubah pikirannya sehingga mereka melihat perwujudan arwah, yang asalnya hanya dari angan-angan mereka sendiri. Apakah “Spiritisme” itu mengandung kebenaran atau tidak adalah soal lain. Adapun yang kami persoalkan ialah bahwa Nabi SAW telah memberi gambaran yang benar tentang ilmu sihir (magi) yang dilakukan oleh Dajjal, yang diramalkan oleh beliau dengan kata-kata yang terang, lima belas abad yang lampau.

 

22. KEKUATAN YAHUDI DI BELAKANG DAJJAL.

 

Ramalan Nabi SAW tentang Dajjal adalah bukti yang mengagumkan tentang hebatnya ru’yah beliau mengenai peristiwa yang akan terjadi di kemudian hari. Dalam Hadits diterangkan bahwa beliau menunjuk Gereja sebagai tempat Dajjal, dan Al-Qur’an juga memberi petunjuk tentang identitas Dajjal dengan kata-kata sbb. “Dan agar ia memberi peringatan kepada orang-orang yang berkata bahwa Allah mempunyai Putera.” (18:4).

 

Adapun kebencian orang-orang Yahudi terhadap Nabi Isa, Al-Qur’an menguraikan begitu jelas, hingga Al-Qur’an menyebut-nyebut surat tulisan kaum Yahudi yang menodai kesucian Siti Maryam, Ibu Nabi Isa. Qur’an berfirman sbb:

 

“Dan ucapan mereka terhadap Maryam adalah fitnah yang besar” (4: 156).

 

Sikap permusuhan kaum Yahudi terhadap Nabi Isa adalah yang paling besar yang pernah dilancarkan oleh suatu bangsa terhadap seseorang. Sifat permusuhan yang abadi ini diuraikan dalam Al-Qur’an sbb:

 

“Kami bangkitkan sikap permusuhan di antara mereka sampai Hari Kiyamat” (5:14).

 

Kaum Yahudi mengalami bermacam-macam penindasan, baik di zaman Nabi Suci maupun sebelum beliau, dan penindasan ini berlangsung terus sampai lama sesudah beliau. Bahkan dapat dikata sampai muncul Dajjal, kaum Yahudi tetap mengalami penindasan oleh kaum Nasrani. Namun demikian Nabi Suci meramalkan sbb:

 

“Dajjal akan disertai oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi.”

 

“Kebanyakan orang yang mengikuti Dajjal ialah kaum Yahudi.”

 

“Dajjal musuh Allah, akan muncul dan akan disertai oleh balatentara yang terdiri dari kaum Yahudi.”

 

Hendaklah diingat bahwa tak ada Hadits satupun yang menerangkan bahwa Dajjal adalah orang Yahudi. Sebaliknya Hadits menerangkan bahwa Dajjal adalah identik dengan kaum Nasrani. Selain itu Al-Qur’an menerangkan bahwa kaum Nasrani selalu lebih unggul daripada kaum Yahudi:

 

“Dan aku akan membuat orang-orang yang mengikuti engkau (Nabi Isa) melebihi orang-orang kafir, sampai Hari Kiyamat” (3:54).

 

Namun kita dihadapkan dengan kenyataan yang paling aneh, yakni bahwa Pemerintahan Kristen sangat bergantung kepada bantuan kaum Yahudi. Para Menteri dari pemerintahan Negara Kristen yang besar-besar, mengerjakan begitu saja apa yang diminta oleh orang­orang Yahudi. Adapun sebabnya tidak sukar dicari. Kaum Yahudi mempunyai banyak uang untuk membantu Pemerintahan Kristen. Bahkan Pemerintah Inggris yang begitu jayapun membantu kepentingan Yahudi untuk menghancurkan kaum Muslimin di Palestina.

 

Kaum Muslimin di Palestina dibikin melarat, hingga ladang-ladangnya terpaksa dijual kepada orang-orang Yahudi yang berdiam di sana dalam jumlah besar. Perkataan “tujuh puluh ribu orang Yahudi” dalam hadits ini mengandung arti jumlah yang besar. Sebagaimana kita maklum, bahasa Arab “tujuh” atau “tujuh puluh” itu digunakan untuk menunjukkan jumtah yang besar. Jadi, tujuh puluh ribu orang Yahudi ini artinya banyak sekali kaum Yahudi yang mau bekerja-sama dengan Dajjal. Jika penduduk dunia tak tahu bagaimana kaum Yahudi secara diam-diam membantu Pemerintah Inggris dan Pemerintah Barat lainnya, atau bagaimana Pemerintah Inggris membantu kaum Yahudi, maka tindakan Pemerintah Inggris memindahkan bangsa Yahudi ke Palestina sudah cukup sebagai bukti benarnya ramalan Nabi SAW tentang adanya persekutuan rahasia ini.

 

Namun demikian, gabungan kekuatan antara kaum Yahudi dan kaum Kristen Eropa tak sekali-kali menggentarkan kaum Muslimin, asalkan kaum Muslimin menyadari sepenuhnya bahwa Nabi SAW disamping meramalkan adanya kekuatan gabungan yang menakutkan ini, beliau tiga belas abad yang lampau juga meramalkan bahwa pada akhir zaman, Islam akan memperoleh kemenangan di atas sekalian agama di dunia.

 

23. PENGARUH DAJJAL TERHADAP WANITA.

 

Dalam Hadits diterangkan bahwa Dajjal tidaklah kecil pengaruhnya terhadap kaum wanita. Kenyataan menunjukkan bahwa walaupun manusia mempunyai kesanggupan untuk berbuat baik, namun pelaksanaannya harus disertai dengan usaha keras seakan-akan harus mendaki puncak gunung. Tetapi tidak demikianlah halnya perbuatan buruk. Tanpa susah payah sedikitpun, manusia selalu siap dan tak segan-segan melakukan perbuatan yang merusak moral dan perbuatan biadab.

 

Celakanya pada dewasa ini Eropalah yang membuka pintu segala macam godaan berupa pergaulan bebas yang melebihi batas antara pria dan wanita. Adegan­-adegan yang membangkitkan nafsu birahi, baik yang dipentaskan dalam panggung maupun di layar putih, menyebabkan tempat-tempat yang menggiurkan itu banyak dikunjungi orang, terutama para pemuda. Gambar­gambar cabul, tarian telanjang, pakaian wanita setengah tetanjang, semua kejahatan yang ditimbulkan oleh hidup berfoya-foya ini menyebabkan jiwa manusia cepat menjadi rusak. Rusak badannya, demikian pula rusak moralnya.

 

Meluncur ke bawah adalah lebih mudah daripada naik ke atas. Kejadian-kejadian tersebut buruk sekali pengaruhnya terhadap karakter bangsa kita sendiri. Perbuatan orang-­orang Eropa yang tak pantas itu, makin lama makin dianggap tak menjijikkan lagi oleh bangsa kita. Pelacuran dan segala pendahuluannya tak memuakkan perasaan kita lagi. Perbuatan mesum ini, yang cepat sekali menjalarnya di kalangan kaum pria, kini mulai menjalar di kalangan kaum wanita.

 

Tepat sekali sabda Nabi SAW sbb:

“Orang terakhir yang akan datang kepada Dajjal adalah kaum wanita.”

 

Memang sifat pemalu kaum wanita dapat lama bertahan menghadapi godaan Dajjal. Akan tetapi sekarang mereka sudah jatuh menjadi korban godaan Dajjal, dan sekalipun di negeri kita belum begitu memuncak seperti di Eropa, namun sekarang banyak wanita Timur yang mengucapkan selamat tinggal kepada kesopanan Islam dan berganti menggunakan kesopanan setengah-telanjang ala barat. Mereka bukan saja mengunjungi tempat-tempat hiburan, melainkan mereka sudah mulai ikut-ikutan berdansa.

 

Apabila pengaruh Dajjal sudah tak terkendalikan lagi dan kebudayaan Islam sudah diganti dengan kebudayaan Barat, pasti akan tiba saatnya bahwa di negara kita seperti halnya di negara Eropa, pelacuran dan segala pendahuluannya, bukan lagi hal yang memuakkan batin kita. Memang benar bahwa agama Islam tak menyuruh kaum wanitanya supaya menyendiri di kamar, dan memakai selubung seperti wanita di India atau di tanah Arab.

 

Sebaliknya Islam merigizinkan kaum wanita keluar untuk bekerja, berdagang, mendatangi suatu keperluan, memenuhi tugas sosial, ekonomi dan keperluan lainnya. Wanita dapat bekerja sebagai buruh, sebagai pedagang, dan sebagai prajurit. Akan tetapi dengan segala kebebasan bergerak, Islam tak mengizinkan pergaulan bebas antara pria dan wanita, demikian pula tak mengizinkan memakai pakaian yang tak sopan jika berkumpul bersama kaum pria dalam suatu keperluan. Kaum wanita dilarang mempertontonkan kemolekan tubuhnya yang dapat menggiurkan kaum pria. Cara-cara memperlihatkan kemolekan dan pergaulan-bebas inilah ciri-ciri khas Dajjal dalam pergaulan, yang buruk sekali pengaruhnya terhadap wanita Islam yang bermartabat tinggi.

 

24. DAJJAL DAN ANAK YANG TIDAK SAH.

 

Hubungan bebas yang tidak sah dan melebihi batas antara pria dan wanita, menyebabkan kejalangan, dan menyebabkan bertambahnya anak-anak yang tidak sah (anak-anak zina), dan ini adalah ciri khas kota-kota besar di Eropa dan Amerika. Dalam ru’yah Nabi Suci melihat hubungan sex yang tidak sah yang membuntuti materialisme:

 

“Awas! Sebagian besar kawan dan pengikut Dajjal adalah kaum Yahudi dan anak-anak yang tidak sah.”

 

Sejumlah besar anak-anak zina ini dilindungi oleh undang-undang yang mengesahkan anak-anak itu. Misalnya, seorang wanita mengandung karena hubungan yang tidak sah, akan tetapi sebelum bayi lahir, mereka melangsungkan pemikahan, maka bayi itu dianggap sah. Sampai-sampai undang-undang itu begitu lunak, hingga apabila pria dan wanita yang berbuat mesum melangsungkan perkawinan di sembarang waktu, maka anak-anak yang dilahirkan sebelum perkawinan, semuanya dianggap sah.

 

Akan tetapi kendati undang-undang itu lunak sekali, namun di kota-kota Eropa (dan Amerika), masih terdapat banyak anak-anak yang tidak sah, sekalipun ditinjau dari undang-undang yang lunak ini. Bahkan anak-anak yang lahir dalam keadaan perang, diberi julukan sebagai “anak pahlawan”. Jika orang mau meninjau betapa merajalela pergaulan bebas antara pria dan wanita di Eropa dan Amerika, orang dapat meramalkan bahwa tak lama lagi penduduk daerah ini akan berpaling dari jalan benar dan kembali kepada kehidupan biadab bagaikan binatang, sepanjang mengenai hubungan sex antara pria dan wanita.

 

25. PRIA SEPERTI WANITA DAN WANITA SEPERTI PRIA.

 

Tanda-tanda Dajjal lain lagi yang diuraikan dalam Hadits ialah bahwa wanita akan seperti pria, dan pria akan seperti wanita. Seperempat abad yang lalu, hal ini masih sukar dimengerti. Akan tetapi sekarang ramalan ini terjadi sungguh-sungguh, yakni bahwa wanita memakai cara-cara kaum pria, misalnya memotong rambut, memakai celana dan sebagainya, sedangkan kaum pria memakai cara-cara kaum wanita, misalnya berambut gondrong, memakai bedak, kalung, gelang dan sebagainya. Parobahan dalam hal kelakuan dan kebiasaan ini begitu jauh, hingga kadang-kadang sukar dibedakan antara wanita dan pria.

 

Sabda Nabi SAW:  “Wanita akan nampak seperti pria dan pria akan nampak seperti wsnita, ini terjadi sungguh-sungguh.

 

26. PENYEMBUHAN AJAIB

 

Akan tetapi disamping meramalkan keburukan, Nabi SAW meramalkan pula kebaikan Dajjal. Di satu fihak, dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang menerangkan bahwa bangsa-bangsa Dajjal memperoleh kemajuan besar di lapangan usaha dan lapangan industri (18:104), dan membuat muka bumi nampak indah (18:7); dan di lain fihak, ada sebuah Hadits yang menerangkan bahwa bangsa Dajjal akan menyembuhkan penyakit secara ajaib :

 

“Ia (Dajjal) akan menyembuhkan orang buta, orang sakit lepra, dan menghidupkan orang mati.” (Kanzul-‘Ummal, jilid VII Halaman. 2080)

 

Di sini yang dimaksud “menghidupkan orang mati” ialah menyembuhkan penyakit yang tak dapat disembuhkan, seakan-akan Dajjal dapat menghidupkan orang mati. Sungguh benar bahwa dalam soal pengobatan, bangsa Dajjal memperlihatkan keluarbiasaannya, dan ini adalah hasil yang patut dipuji. Akan tetapi menurut Hadits, hal ini termasuk salah satu fitnah Dajjal, seperti halnya kecepatan dan kendaraan Dajjal, di darat, di laut dan udara. Karena dengan kemajuan yang luar biasa ini, bangsa Dajjat berpikir bahwa mereka lebih unggul dari bangsa-­bangsa lain di dunia; pengakuan mereka memiliki kekuatan yang luar biasa ini, hampir tak ada bedanya dengan pengakuan sebagai Tuhan. Selain itu, kemajuan-kemajuan mereka di lapangan kebendaan, menyesatkan manusia dari segi kehidupan rohani.

 

27. BISIKAN JAHAT DAJJAL

 

Dari uraian tersebut, terang sekali bahwa Dajjal tak akan menyesatkan orang dengan paksa, melainkan dengan membujuk mereka agar mereka terpikat oleh gemerlapnya barang-barang duniawi dan kesenangan yang melimpah-limpah, demikian pula dengan mempengaruhi orang melalui hasil pengolahan kekayaan alam dan ilmu pengetahuan yang luar biasa. Akan tetapi dalam Hadits, Nabi SAW menjelaskari hal ini sbb:

 

“Barang siapa mendengar perihal Dajjal, hendaklah menyingkir dari padanya. Demi Allah, orang akan datang kepadanya, dan mengira bahwa ia adalah mukmin, namun ia mengikuti dia (Dajjal) karena keragu-raguan yang ditimbulkan oleh dia (Dajjal) dalam batinnya.” (Kanzul-‘Ummal, jilid VII, halaman 2057).

 

Jika orang suka menyelidiki persoalan ini, maka terang sekali bahwa tipu muslihat yang digunakan oleh bangsa-bangsa Barat tak ada taranya dalam sejarah dunia. Dengan cara-cara yang halus, mereka meniupkan bisikan jahat ke dalam batin manusia, sehingga pikiran menjadi goncang karenanya.

 

Ambillah misalnya masalah pendidikan. Pendidikan adalah suatu proses yang dapat membikin jiwa manusia lurus atau tak lurus. Akan tetapi bangsa-bangsa Barat mengarahkan jalannya pendidikan begitu halus, hingga mereka dapat membuat jiwa para pelajar tak menta’ati agama dan kebudayaan mereka sendiri, sekalipun alasan yang digunakan untuk tujuan itu bertentangan dengan agama Nasrani.

 

Mereka (bangsa Barat), dapat membawa proses ini begitu rupa, hingga kepercayaan akan adanya Allah, mereka usahakan sekuat-kuatnya sampai timbul keragu-raguan dalam batin para pelajar tentang adanya Allah. Mereka sendiri percaya akan adanya wahyu, Nabi, Hari Kiyamat, namun mereka berusaha sekeras-kerasnya agar jiwa para pelajar tidak percaya kepada itu semua.

 

Kadang-kadang mereka memberi pujian kepada seseorang atau suatu faham, sekedar untuk memberi kesan seakan-akan orang atau penulis faham itu orang yang jujur; akan tetapi disamping itu, mereka secara halus membuat sindiran dengan maksud agar para pelajar tak menghargai faham atau orang itu. Singkatnya, apa yang kami uraikan di atas mengenai tabiat mereka, kami dapat menarik kesimpulan bahwa Dajjal menyesatkan orang dari jalan benar dengan bisikan jahat, dan inilah ciri khas bangsa-­bangsa Eropa sekarang ini.

 

28. MUNCULNYA DAJJAL DAN MERAJALELANYA DI DUNIA.

 

Sebagaimana diterangkan dalam Hadits, Dajjal akan menjelajahi seluruh dunia:

“Tak ada satu tempat pun di dunia yang tidak diinjak dan dilalui oleh Dajjal”.

 

Hadits lain menerangkan bahwa Dajjal mengucapkan kata-kata sbb:

“Tak ada satu tempat tinggalpun yang tak aku masuki.”

 

Ini bukan saja menunjukkan penglihatan Nabi SAW yang luar biasa, melainkan pula menunjukkan bahwa Dajjal bukanlah nama or­ang, melainkan suatu bangsa atau segolongan bangsa, yang anggotanya tersebar di tiap-tiap tempat di dunia. Karena jika Dajjal itu orang satu, niscaya ia tidak dapat melaksanakan segala sesuatu yang diramalkan oleh Nabi SAW, sekalipun ia dapat bergerak secepat kilat. Tidak mungkin orang satu dapat membawa sorga dan neraka ke seluruh dunia, lalu membuat pengumuman di mana-mana dan memberi ganjaran kepada orang yang menerimanya, dan memberi siksaan kepada orang yang menolaknya, dan tak satu tempat tinggal pun yang tak dikunjunginya.

 

Semua pekerjaan ini tak mungkin dilakukan oleh satu orang. Bukan mengenai masalah kecepatan saja, melainkan menyangkut pula beberapa masalah, misalnya dengan cara bagaimana supaya orang-orang mau mengikuti dia dan bagaimana cara memberikan ganjaran dan siksaan. Padahal semua ini harus ia lakukan di tiap-tiap kota dan desa; dan betapapun singkatnya waktu yang ia butuhkan untuk manjalankan penyiaran dan segala tetek-bengek, namun pekerjaan dan perjalanan dari tempat satu ke tempat lain pasti memakan waktu.

 

Seandainya di tiap-tiap tempat hanya diperlukan satu jam saja, maka untuk mengelilingi 700.000 desa di India saja, ia memerlukan waktu seratus tahun. Dengan demikian ia memerlukan waktu beribu-ribu tahun untuk dapat mengelilingi segala tempat di dunia. Akan tetapi jika semua pekerjaan itu dilakukan oleh suatu bangsa, maka pelaksanaan itu semua bukan saja masuk akal dan dapat dipikul oleh tenaga manusia, melainkan pula fakta-­faktanya sudah kami saksikan dengan mata kepala sendiri; dan ini sekaligus menunjukkan tajamnya penglihatan rohani Nabi Muhammad SAW.

 

Di satu fihak, kami melihat cepatnya gerakan bangsa-bangsa Eropa; jangankan empat puluh hari, beberapa hari saja sudah cukup bagi mereka untuk mengelilingi dunia. Di lain fihak kami menyaksikan mereka mendatangi dan menguasai tiap-tiap tempat di dunia. Jika pada suatu saat, orang amat terkesan oleh gunung-gunung roti yang dibawa oleh mereka, pada saat yang lain, orang amat tercengang menyaksikan kehidupan yang serba mewah.

 

Jika pada suatu saat orang melihat bagaimana mereka mengolah kekayaan alam, pada saat yang lain, orang melihat kejanggalan sistim pendidikan mereka yang menyebabkan bejatnya moral dan sikap acuh-tak-acuh terhadap agama sendiri. Jika di satu tempat mereka mendapat simpati karena baiknya pelayanan rumah sakit mereka, di lain tempat mereka menjalankan ilmu kebatinan.

 

Singkatnya, jika semua pekerjaan itu dilakukan oleh suatu bangsa atau segolongan bangsa, segala sesuatunya menjadi terang dan masuk akal. Akan tetapi jika semua pekerjaan itu dilakukan oleh satu orang, segala sesuatunya akan membingungkan. Misalnya, ramalan bahwa Dajjal akan mengelilingi dan menguasai seluruh dunia. Jika ramalan ini diterapkan kepada satu orang, niscaya orang ini memerlukan bantuan berjuta-juta orang, untuk dapat menguasai sekalian bangsa di dunia. Akhirnya, yang memegang kekuasaan bukanlah satu orang, melainkan sejumlah besar manusia.

 

Bagaimanapun juga, ramalan bahwa Dajjal akan mendatangi tiap-tiap tempat dan menguasai seluruh dunia, sekarang sudah terpenuhi, dan kita menyaksikan itu dengan mata kepala sendiri, berupa penjajahan bangsa-bangsa Eropa dan merajalelanya di seluruh dunia. Sampai kapankah kita dapat menutup mata dan menunggu-nunggu datangnya Dajjal yang tidak akan timbul kecuali dalam khayalan saja, jika kita tidak mau mengakui kenyataan pahit yang kita hadapi sekarang ini?

 

Pengertian bahwa seorang Dajjal akan berada di tiap-tiap tempat di dunia dan menaklukkan dunia seorang diri, tak mungkin dapat dibayangkan oleh pikiran manusia, lebih-lebih oleh manusia zaman dahulu yaitu pada zaman Nabi SAW. Akan tetapi jika orang mau menggunakan pikiran yang sehat, orang pasti akan tahu bahwa pada dewasa ini tak ada satu tempat pun di dunia yang Dajjal tak menempati tempat itu.

 

Tak ada satu tempat pun, baik di hutan maupun di padang pasir, di kepulauan besar maupun di kepulauan kecil, di lembah maupun di gunung yang tak dimasuki oleh Dajjal. Orang yang amat bodoh tak dapat membayangkan bagaimana keadaan yang sebenarnya, tetapi kita melihat hal itu benar-benar terjadi di hadapan mata kita sendiri. Barang siapa mau melihat kejadian ini secara serius, orang pasti akan menundukkan kepala dengan penuh hormat dan kagum kepada Nabi SAW atas tajamnya penglihatan rohani beliau.

 

29. YA’JUJ WA MA’JUJ DALAM HADITS DAN PERSAMAANNYA DENGAN DAJJAL

 

Sebagaimana telah kami terangkan, pada bagian terakhir Surat Al-Kahfi, sesudah menerangkan Ya’juj wa Ma’juj, kemudian Al-Qur’an menerangkan tentang bangsa-bangsa Kristen. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an tak menaruh perbedaan antara dua bangsa tersebut. Demikian pula diterangkan dengan jelas dalam Bible, bahwa Ya’juj wa Ma’juj itu tiada lain hanyalah bangsa Russia dan bangsa-bangsa Eropa lainnya. Kesalah-pahaman umum tentang Ya’juj wa Ma’juj itu disebabkan karena ada Hadits yang menggambarkan seakan-akan Ya’juj wa Ma’juj itu suatu makhluk yang aneh; akan tetapi banyak pula Hadits yang menerangkan bahwa Ya’juj wa Ma’juj itu manusia biasa.

 

Nabi SAW bersabda sbb :

“Sesungguhnya Ya’juj wa Ma’uj adalah dari keturunan Adam (Kanzul ‘Ummal, jilid VII halaman. 2158.)

 

Hadits lain menerangkan bahwa Allah memberitahukan kepada al-Masih sbb:

“Sesungguhnya Aku telah menciptakan segolongan manusia, yang tak seorangpun dapat membinasakan, kecuali Aku sendiri” (Kanzul ‘Ummal, jilid VII, halaman 3021).

 

Dalam kitab Kanzul ‘Ummal jilid VII, halaman 3032, ada sebuah Hadits yang menerangkan seterang-terangnya bahwa Ya’juj wa Ma’juj adalah keturunan Adam. Kesalah-pahaman tentang hal Ya’juj wa Ma’juj itu barangkali berasal dari suatu Hadits yang menerangkan bahwa Ya’juj wa Ma’juj akan minum semua air di dunia.

 

Hadits itu berbunyi sbb :

Mereka akan minum semua air di dunia, sampai-sampai apabila mereka melalui sebuah sungai, mereka minum semua airnya dan meninggalkan sungai itu dalam keadaan kering.” ( Kanzul ‘Ummal jilid VII, halaman 2157).

 

Ada lagi sebuah Hadits yang menerangkan bahwa barisan depan Ya’juj wa Ma’uj akan melintasi Teluk Tiberius dan mereka akan minum semua airnya (Idem halaman 3021). Dan anehnya Hadits Tamim Dari juga menerangkan bahwa Dajjal menanyakan kepada Tamim Dari tentang Teluk Tiberius sbb :

 

“Ceriterakanlah kepadaku perihal Teluk Tiberius. Adakah air di sana?” (Kanzul ‘Ummal jilid VII, halaman 2027).

 

Sepintas lalu ini menunjukkan bahwa Dajjal dan Ya’juj wa Ma’juj adalah sama. Adapun yang dimaksud minum air, ialah bahwa mereka akan menguasai semua sumber kehidupan, karena air adalah sumber segala kehidupan. Selanjutnya, adanya kenyataan bahwa ramalan tentang Dajjal dan Ya’juj wa Ma’juj itu dihubungkan dengan datangnya Masih Mau’ud (Masih yang dijanjikan), ini membuktikan bahwa Dajjal dan Ya’juj wa Ma’juj adalah sama. Apalagi jika kita mau berpikir sejenak, maka terang sekali bahwa secara praktis apa yang dilukiskan dalam Hadits tentang mereka adalah sama, hanya kata-katanya saja yang berbeda. Dua-duanya digambarkan akan menjadi penguasa yang pal­ing besar di dunia. Dua-duanya menguasai segala macam. keperluan hidup “dan tak seorangpun dapat mengalahkan mereka.”

 

Mereka akan membanjiri seluruh muka bumi, dan akan merupakan fitnah yang paling besar bagi kaum Muslimin. Semua ciri-ciri umum ini menunjukkan bahwa mereka adalah sama dan bangsa yang sama, yang ini adalah sesuai benar dengan gambaran sifat-sifat bangsa Eropa. Sebenarnya, diambilnya dua nama itu sekedar untuk menyatakan dua macam aspek tentang keadaan mereka. Mereka diberi nama Dajjal, karena perbuatan mereka ialah menipu orang dengan bahan keperluan hidup, sedangkan nama Ya’juj wa Ma’juj adalah untuk menyatakan kekuatan politik dan militer mereka. Hendaklah diingat bahwa ramalan tentang merajalelanya bangsa-bangsa Nasrani ini diucapkan pada waktu kekuasaan kaum Muslimin menyilaukan kekuasaan lain di dunia.

 

30. DAJJAL AKAN DIKENAL OLEH SESEORANG DI ANTARA KAUM MUSLIMIN

 

Sungguh aneh sekati bahwa di satu fihak, tanda-tanda Dajjal dapat dipahami oleh orang-orang biasa, akan tetapi di lain fihak, Hadits menerangkan bahwa banyak sekali orang yang akan jatuh sebagai korban penipuan Dajjal. Jika semua tanda bahwa Dajjal buta mata kanannya, dan mata kirinya gemerlapan bagaikan bintang, dan bahwa kata-kata kafir akan tertulis di atas dahinya yang dapat dibaca oleh setiap orang mukmin, baik ia buta-huruf atau tidak, dan bahwa ia mempunyai keledai aneh yang jarak antara dua telinganya adalah tujupuluh yard, bahwa ia membawa sorga dan neraka, bahwa ia membawa gunung-roti dan sungai, bahwa ia menyuruh awan supaya menurunkan hujan, dan sebagainya; jika semua tanda itu telah terpenuhi, maka tak diperlukan lagi adanya orang diantara kaum Muslimin yang harus memperkenalkan Dajjal dan menyatakan kepada mereka bahwa inilah Dajjal yang Nabi SAW memperingatkannya kepada kita.

 

Ada sebuah Hadits yang berbunyi sbb:

“Seseorang diantara kaum mukmin akan berkata: ‘Aku akan pergi kepada orang itu untuk melihat apakah dia itu orang yang Nabi SAW memperingatkannya kepada kita ataukah bukan’…”

 

Jika tanda-tanda Dajjal sudah terlihat seperti yang diramalkan oleh Nabi SAW, mengapa masih diperlukan adanya orang yang harus mengenalnya dan mengumumkan bahwa Dajjal benar-benar sudah datang. Dengan tanda-tanda yang terang itu sudah cukup sebagai bukti bahwa Dajjal sudah datang, dengan demikian tak perlu diterangkan lagi.

Jadi dengan adanya Hadits tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa tanda-tanda Dajjal tak dapat diartikan secara wajar, melainkan harus diartikan sebagai kalam ibarat. Untuk ini sangat diperlukan adanya orang yang mempunyai penglihatan tajam yang dapat memahami tanda-­tanda itu, dan menerangkan kapan munculnya Dajjal.

 

31. SIAPAKAH YANG BERKATA: “INILAH DAJJAL YANG DITERANGKAN OLEH NABI SAW”

 

Sungguh aneh sekali bahwa orang yang dapat menerangkan bahwa Dajjal dan Ya’juj wa Ma’juj itu sebenarnya bangsa Eropa, adalah orang desa biasa, orang pertapa yang sedikit sekali pengetahuannya tentang masalah dunia. Setengah abad yang lalu tatkala penduduk dunia tak tahu sama sekali akan identitas Dajjal dan Ya’juj wa Ma’juj, bahkan orang tak menduga sama sekali bahwa bangsa-bangsa Eropa yang menguasai seluruh dunia dan yang menjajah negara kita adalah Dajjal dan Ya’juj wa Ma’juj yang diramalkan oleh Nabi SAW. Sebaliknya, orang berpikir bahwa Dajjal adalah makhluk aneh yang bermata satu, yang berkendaraan keledai yang aneh, yang membawa sorga dan neraka dan barang aneh lainnya.

 

Pada saat orang-orang mempunyai pikiran semacam itu, Allah memberi tahu bahwa Dajjal dan Yajuj wa Ma’juj adalah bangsa-bangsa Eropa yang menguasai seluruh dunia, yang mata duniawinya gemerlapan bagaikan bintang dan yang mata rohaninya buta sama sekali. Selain itu, walaupun seandainya ada yang tahu akan rahasia ini, iapun tak mempunyai keberanian untuk mengatakan itu.

 

Orang-orang tak tahu bahwa mereka sedang berhadap-hadapan dengan Dajjal, bahkan mereka secara tak sadar menjadi korban tipu muslihat Dajjal, sebagaimana digambarkan dalam Hadits.

 

 

32. NABI SAW BERSABDA: IA ADALAH PENGIKUTKU YANG TERDEKAT

 

Dewasa ini banyak kaum Muslimin, baik golongan terpelajar maupun bukan, terang-terangan menyatakan bahwa Dajjal dan Ya’juj wa Ma’juj yang diriwayatkan dalam hadits itu tiada lain hanyalah bangsa-bangsa Eropa dan Amerika, yang terang-­terangan mengaku mempunyai kekuasaan Ketuhanan, dan bahwa kendaraan mereka yang berupa kereta-api, adalah keledai Dajjal. Pada dewasa ini, banyak kaum Muslimin yang tak ragu-ragu lagi melukiskan bangsa-bangsa Eropa sebagai Dajjal dan Ya’juj wa Ma’juj. Sebagai puncaknya, almarhum Sir Muhammad Iqbal, seorang pujangga Islam yang besar, mengabadikan pengertian ini dalam syairnya yang termasyhur sbb : “Bala tentara Ya’juj wa Ma’juj semuanya telah terlepas. Hendaklah mata kaum Muslimin melihat tafsirnya kata yansilun”.*

 

“[Kata yansilun artinya mereka mengalir, adalah kata-kata terakhir ayat Al-Qur’an yang menerangkan merajalelanya Ya’juj wa Ma’juj di dunia yang berbunyi sbb: “Sampai tatkala Ya’juj wa Ma’juj dilepas, mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi (21:96). Mengenai hal ini, kami teringat akan pidato Sir Winston Churchill dalam suatu jamuan yang diadakan o1eh Wali Kota London di Guildhall (Gedung DPR), pada hari Jum’at tanggal 9 Nopember 1951, dalam rangka memasang kembali patung Gog and Magog (Ya’juj wa Ma’juj), yang antara lain berbunyi sbb :

 

Agaknya mereka (Ya’juj wa Ma’juj) tidaklah menggambarkan keadaan politik dunia sekarang ini yang begitu buruk. Politik dunia, seperti halnya sejarah Ya’juj wa Ma’juj, amatlah kacau dan banyak pertentangan. Namun menurut pikiran saya, masih saja memberi tempat kepada mereka.

 

Di sebelah sini Ya’juj, dan di sebelah sana Ma’juj. Tetapi awas Wali Kota! Jika anda memasang patung itu kembali, jagalah jangan sampai mereka saling beradu; karena jika terjadi demikian, Ya’juj wa Ma’juj akan hancur berkeping-keping, dan kita akan mulai dari permulaan lagi, dan dimulai dari lubang yang paling bawah.” (Majalah Times London, 10 Nop. 1931)…]

 

33. DAJJAL DIBUNUH, TETAPI YA’JUJ WA MA’JUJ T’IDAK

 

Sebagaimana kami terangkan di atas, Dajjal dan Ya’juj wa Ma’juj adalah dua macam sebutan untuk menamakan suatu bangsa. Mereka disebut Dajjal karena kebohongan dan penipuan mereka tentang hal agama, sedangkan sebutan Ya’juj wa Ma’juj karena mereka mempunyai kekuasaan politik. Akan tetapi orang akan menjadi bingung mengenai Hadits yang menerangkan Masih Mau’ud akan membunuh Dajjal, menerangkan pula bahwa beliau tak dapat membunuh Ya’juj wa Ma’juj, padahal sebenarnya, jika Dajjal sudah dibunuh, dengan sendiri nya Ya’juj wa Ma’juj akan terbunuh. Namun Hadits itu berbunyi sbb:

 

“Maka akan diwahyukan kepada al-Masih, bahwa aku telah menciptakan sebagian Hamba-Ku, yang tak seorangpun dapat membunuh mereka kecuali Aku sendiri” (Kanzul-‘ Ummal, jilid VII halaman. 3021 ).

 

Hadits lain lagi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, berbunyi sbb :

 

“Lalu orang akan datang kepada nabi lsa… Tatkala beliau dalam keadaan demikian, Allah bersabda kepada Nabi lsa: Aku telah menciptakan sebagian hamba-Ku yang tak seorangpun mempunyai kekuatan untuk mengalahkan mereka, maka dari itu bawalah hamba-hamba-Ku ke bukit. Dan Allah akan membangkitkan Ya’juj wa Ma’juj, dan mereka akan mengalir dari tiap-tiap tempat tinggi”. (Misykat, halaman 473).

 

Sungguh aneh sekali, bahwa sekalipun Dajjal mati terbunuh, dan nafasnya Masih Mau’ud begitu ampuh hingga barang-siapa terkena nafas beliau, ia akan mati seketika itu juga, dan nafas beliau akan mencapai jarak sejauh penglihatan beliau, namun demikian, Ya’juj wa Ma’juj adalah begitu kuat hingga orang yang menyertai Al-Masih diperintahkan supaya mengungsi ke bukit. Bukan Ya’juj wa Ma’juj yang mati terbunuh oleh nafas Al-Masih, melainkan Al-Masih sendiri yang terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri dari kekuatan mereka yang tak terkalahkan, selanjutnya diterangkan bahwa Al-Masih pun tak mempunyai kekuatan untuk memerangi dan membunuh Ya’juj wa Ma’juj. Lalu, apakah untungnya membunuh Dajjal, jika bangsa yang lebih kuat daripada Dajjal (Ya’juj wa Ma’juj), akan menggantikan kedudukannya ?

 

Akhirnya, setelah dipertimbangkan masak-masak, hanya ada satu kesimpulan bahwa yang dimaksud membunuh Dajjal bukanlah menyembelih seseorang, karena Dajjal bukanlah orang, melainkan segolongan bangsa, demikian pula bukanlah berarti membinasakan bangsa-bangsa itu, karena sebagaimana kami terangkan di atas, bangsa­ bangsa itu akan tetap ada sampai Hari Kiyamat, dan Al-Masih sendiri diberi tahu oleh Allah melalui wahyu-Nya, bahwa beliau tak dapat mengalahkan mereka. Semua itu menunjukkan seterang-terangnya bahwa kejahatan mereka di lapangan agama, disebut fitnahnya Dajjal, karena mereka menyesatkan manusia dari jalan benar dengan tipu muslihat mereka; sedangkanYa’juj wa Ma’juj memperlihatkan kejahatan mereka dalam bidang politik. Itulah sebabnya mengapa sekalipun Dajjal mati terbunuh, tetapi Ya’juj wa Ma’juj masih tetap hidup.

 

Kini teranglah bahwa walaupun fitnah Dajjal dalam bidang agama telah dibasmi oleh Masih Mau’ud, namun kejahatan mereka dalam bidang politik tak dapat dibasmi. Untuk membasmi kejahatan mereka dalam bidang politik, akan dilakukan dengan kekuatan lain. Mungkin pembasmian dalam bidang ini akan dilakukan dengan jalan pertempuran diantara mereka sendiri, sebagaimana diuraikan dalam Al-Qur’an sbb:

 

“Dan pada hari itu, kami akan membiarkan sebagian mereka (Ya’juj wa Ma’juj) bertempur melawan sebagian yang lain” (18:99).

 

Dengan perkataan lain, mereka akan saling bertempur, sebagaimana telah mereka lakukan dalam dua Perang Dunia. Atau boleh jadi, sebagian besar bangsa-bangsa itu akan terhindar dari kehancuran karena mereka masuk Islam, hal ini diisyaratkan oleh suatu Hadits bahwa pada zaman akhir “matahari akan terbit di Barat”, ini berarti bahwa kebenaran Islam akan nampak di kalangan bangsa-bangsa Barat. Bukanlah omong kosong bahwa dalam ru’yah Nabi SAW melhat Dajjal bertawaf mengelilingi Ka’bah, yang ini mengisyaratkan bahwa akhirnya bangsa-bangsa Eropa akan masuk Islam.

 

34. GAGASAN NABI SAW UNTUK MENGALAHKAN DAJJAL DENGAN DALIL.

 

Jika Hadits itu kita baca dengan teliti, niscaya akan bertambah jelas apa yang dimaksud dengan membunuh Dajjal, Hadits-hadits itu berbunyi sbb:

 

“Apabila ia (Dajjal) muncul, dan aku ada di tengah-tengah kamu, aku akan mengalahkan dia dengan dalil, dan apabila ia muncul sedangkan aku tak ada di tengah-tengah kamu hendaklah tiap-tiap orang berbantah dengan dia” (Kanzul-‘Ummal, jilid VII, hal. 2076).

 

Hadits lain lagi berbunyi sbb:

 

“Maka apabila ia (Dajjal) muncul dan aku ada ditengah-tengah kamu, aku akan mengalahkan dia dengan dalil atas nama kaum Muslimin; akan tetapi apabila ia muncul sesudahku, hendaklah tiap-tiap orang berbantah dengan dia atas nama sendiri” (kanzul-‘Ummal, jilid VII, halaman 2025 dan 2079).

 

Hadits-hadits tersebut menerangkan seterang-terangnya bahwa apabila Dajjal muncul di zaman Nabi SAW, beliau akan mengalahkan dia dengan dalil. Ini menunjukkan bahwa membunuh Dajjal berarti memberantas kejahatan Dajjal; oleh karena Dajjal menyesatkan manusia dengan tipu-muslihatnya yang halus dan dengan menimbulkan keragu-­raguan dalam batin manusia, maka kejahatan Dajjal hanya dapat diberantas dengan dalil. Maka dari itu, Nabi SAW bersabda bahwa beliau akan mengalahkan Dajjal dengan dalil.

 

Demikian pula terbunuhnya Dajjal oleh Al-Masih, ini harus diartikan seperti dikalahkannya Dajjal oleh Nabi Suci dengan dalil. dengan perkataan lain, Al-Masih juga akan mengalahkan Dajjal dengan dalil atau menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dengan jalan dakwah. Bahwa perkataan qotala mempunyai pula arti seperti tersebut di atas, ini diketemukan dalam Kamus Arab. Dalam kitab Nihayah, Kitab Kamus Hadits, di sana diuraikan bahwa kata-kata Qotalallohu Sa dan (yang makna aslinya, semoga Allah membunuh Sa’adj ini berarti dafallohu syarrahu, artinya “semoga Allah mengelakkan kejahatannya”. Hadits tersebut dikutip sehubungan dengan peristiwa Tsaqifah.

 

Selanjutnya, tatkala orang-orang membicarakan sumpah setia kepada dua Khalifah yang saling bermusuhan, salah seorang berkata sbb: uqtulul – akhira (makna aslinya, bunuhlah khalifah yang lain).

 

Jika kita ingat akan Hadits lain yang ada hubungannya dengan Hadits tersebut; kita menemukan bukti lagi, bahwa yang dimaksud membunuh Dajjal ialah menangkis kejahatannya. Ada beberapa Hadits yang menerangkan bahwa barang-siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari Surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari fitnahnya Dajjal. Ini becarti bahwa Dajjal bukan akan membunuh manusia, melainkan akan menyesatkan mereka dari jalan yang benar dengan menimbulkan keragu-­raguan dalam batin mereka.

 

Oleh sebab itu; supaya orang bisa selamat dari fitnahnya Dajjal, orang dianjurkan supaya membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

 

Setidak-tidaknya jelas sekali bahwa Hadits ini sahih. Fitnahnya Dajjal bukanlah berarti membunuh manusia, melainkan menyesatkan mereka dengan bisikan jahat dan menimbulkan keragu-raguan. Jika demikian itulah yang dimaksud dengan fitnahnya Dajjal, maka cara pemberantasannya harus sama pula. Bacalah sekali lagi Hadits berikut ini :

“Demi Allah! Orang akan datang kepadanya (Dajjal) dengan keyakinan bahwa ia adalah mukmin, akan tetapi ia mengikuti dia; karena keragu-raguan yang ditimbulkan dalam batinnya”.

 

“Makanan orang Mukmin pada zaman Dajjal adalah makanan para malaikat, yakni memuliakan dan memahasucikan Allah; maka barangsiapa di zaman itu memuliakan dan memaha-sucikan Allah, maka bagi dia, Allah akan menghilangkan kelaparan” (Kanzul­’Ummal, jilid VII, halaman 2041 ).

 

“Barangsiapa berkata, Allah adalah Tuhanku, dan terus berbuat demikian sampai ia mati, Allah akan menyelamatkan dia dari fitnahnya Dajjal” (idem, jilid VII, halaman 2080).

 

“Sesungguhnya, Allah akan menyelamatkan orang Mukmin dengan hal yang sama seperti Allah menyelamatkan para malaikat, yakni dengan mengagungkan Allah” (idem, jilid VIII, hataman. 2090).

 

Dari Hadits-hadits tarsebut terang sekali bahwa orang mukmin akan diselamatkan dari fitnahnya Dajjal dengan jalan mengagungkan Allah. Yang dimaksud makanan orang mukmin pada zaman fitnahnya Dajjal ialah makanan rohani; karena sebagaimana makanan jasmani itu dimaksud untuk memelihara tubuh, makanan rohani itu dimaksud untuk mamelihara jiwa.

 

Jadi Hadits tersebut menerangkan bahwa manusia akan diselamatkan dari kebejatan moral dan rohani yang dibuat oleh Dajjal dengan penyembuhan rohani, yakni zikir kepada Allah. Memang benar bahwa ada sebuah Hadits yang menerangkan berperang melawan Parsi dan Romawi, akan tetapi Hadits ini mungkin mengisyaratkan Perang Salib, tatkala seluruh bangsa-bangsa Kristen dikerahkan untuk menghancurkan Islam dengan pedang:

 

Satu hal sudah jelas, bahwa obat yang dapat menyembuhkan orang dari fitnahnya Dajjal yang berhubungan dengan masalah agama, itu bersifat rohani. Dalam sebuah Hadits diterangkan bahwa jika pada waktu munculnya Dajjal Nabi SAW masih hidup, maka beliau akan mengalahkan Dajjal dengan dalil-dalil bahkan beliau menganjurkan agar para pengikut beliau juga berbuat demikian, jika nanti Dajjal muncul sesudah beliau.

 

Selanjutnya, beliau menganjurkan agar para pengikut beliau membaca Surat Al-Kahfi, yang isinya membahas ajaran Kristen dan sejarah agama Kristen, sudah barang tentu tujuan.beliau ialah agar para pengikut beliau mengumpulkan kekuatan rohani untuk menolak segala bujukan-bujukan duniawi yang disajikan oleh pihak Kristen. Dalam Hadits lain Nabi SAW menganjurkan agar orang banyak berzikir kepada Allah, karena dengan jalan ini orang semakin dekat kepada Allah, dengan demikian ia memperoleh kekuatan rohani. Datangnya Masih Mau’ud mempunyai tujuan yang sama, yakni menghidupkan kembali iman manusia, dan memperbaiki kembali rohani manusia, yang sudah kalut karena merajalelanya peradaban kebendaan.

 

Jadi yang dimaksud membunuh Dajjal oleh Masih Mau’ud ialah, bahwa propaganda dan pengaruh Dajjal akan ditolak, dan orang-orang akan diselamatkan dari fitnahnya Dajjal.


Tindakan

Information

35 responses

9 07 2007
Midr. Mishle

Stylidium_tenellum

Dinkoro Coulibaly Grande Bibliothèque du Québec Cultural tourism Frederick Raynal Indiana State Road 135 Design statement Recioto New Jersey Rail Road BAP Capitán Quiñones (CL-83) Midr. Mishle

16 10 2008
ubuntu

Satahu saya julukan dajjal bukan Al masih tapi al masikh ad dajjal

15 02 2009
sutsen

sangat mengesankan, bagaimanapun artikel ini merupakan hasil yang patut dibanggakan. Tulisan yg menarik. Banyak tafsir tentang Ya’juj & Ma’juj, sehingga berbagai referensi yg disampaikan dlm tulisan ini memberikan pengertian pada pembaca.
Terima kasih

4 03 2009
ibnu sabil

Terima kasih tulisannya, semoga kita semua dapat terhindar dari fitnah “dajjal” yang sekarang kita saksikan dan sudah diramalkan oleh Rasulullah SAW (Subhanallah).

29 05 2009
Salwa

Saya sangat senang arna adanya artikel ini.Saya dapat menambah ilmu saya tentang dajjal.

6 07 2009
ABU NABIL

Isinya menarik sayang aqidahnya kurang kuat, karena Dajjal menurut Kaum Muslimun adalah benar-benar wujud dan berbentuk manusia dengan ciri mirip ras negro dan cacat dengan mata yang sebelah buta yang tertutup daging. Sedang Ya’juj Wa Ma’juj adalah sendiri benar-benar suatu kaum yang jumlahnya sangat banyak memenuhi seluruh Bumi dan akan dimatikan oleh penyakit yang ganas semuanya seperti matinya satu orang dalam waktu semalam dan pagi-pagi Nabi Isa dan kaum muslimin mendapati bumi penuh mayat Ya’juj wa Ma’juj. Kedatangan dajjal dan Ya’juj wa Ma’juj sudah dekat maksudnya sesuatu yang pasti ada dan datang itu pasti sudah dekat kedatanggannya dan mengenai waktunya hanya ALLAH yang tahu.

11 08 2009
Amrozik

Waduh menarik sekali ceritanya

Saya juga punya web sejenis:

http://admin2i2h.blogspot.com/

kalau sempat coba berkunjung, sehingga kita bisa saling mengisi.

4 09 2009
azuan Bin Yusof

Mudah difahami dan sangat menarik

15 10 2009
dera

alhamdulillah akhirnya aqw bnr2 ngerti ttg dajjal,yajuj wa majuj,dan terbitnya matahari di sebelah barat
selama bertahun2 tahu ciri2 kiamat,,tp melalui tulisan ini saya baru mengerti makna yg tersirat di dalamnya
tp tolong dipertimbangkan jg pendapat abu nabil di atas tentang rupa dajjal
tolong dikaji lebih dalam lg informasi ttg hal itu
lalu sebarkan kpd sodara2 yg lain
insyaALLOH sangat bermanfaat

2 12 2009
Imam Mawardi

Semoga ini dapat menyadarkan kaum Muslimin tentang kesalahan kita yang begitu bangga dengan benda keduniaan yang di ciptakan oleh Bangsa Eropa. Yang selalu kita idam-idamkan, padahal hanya menjadikan kita tertipu dan terpedaya dan lupa atas Kebesaran Allah SWT dan Akhirat.
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan merahmati kita.
Aku Simpan Tautan web ini di fb aku agar orang lain bisa membacanya dan faham akan kehilafannya.

4 02 2010
umu nana

sungguh mengagumkan, harus lebih extra dalam menymak, semoga kita benar2 jauh dari fitnah dajj.al ini. amiin

10 03 2010
Indra Irawan

Dajjal tertera dalam Al Qur’an sebanyak 1x adapun Yayuj Majuj dijelaskan oleh Allah dalam Al Qur’an sebagai suatu bangsa dengan suatu petunjuk prematur yaitu “bangsa yang pernah menyerang kamu (bangsa Arab)” dalam sejarah ada 2 bangsa besar yang pernah menyerang dan menjajah bangsa Arab termasuk membawa paganisme (berhala) ke jazirah Arab yaitu Yunani Macedonia serta Hindustan (India) apakah Yayuj Majuj adalah Yunani Macedonia ? atau India ? adapun umat yahudi saat ini sebenarnya adalah bangsa Yunani macedonia karena bangsa Israil telah membaur dengan bangsa Yunani Macedonia sejak Hellenistik walaupun regenerasi pokok umat yahudi dari garis Ibu sebagai penjamin loyalitas & solidaritas pada komunitas Yahudi tetapi Allah telah berfirman bahwa wanita adalah lahan tempat benih (sperma) berkembang dan Genetika membenarkan hal itu karenanya silsilah yang benar berdasarkan hukum Allah dan hukum alam adalah berdasarkan garis Bapak bukan garis Ibu.

25 04 2010
Dhiya

Keluarnya mereka dari kurungan memiliki cerita tersendiri yang disebutkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam hadits no 3153 dan Ibnu Majah no. 4131 dari Abu Hurairah, dan dishahihkan oleh al-Albani di Silsilah Shahihah no. 1735. Rasulullah bersabda,

Sesungguhnya Yajuj dan Majuj membongkarnya setiap hari, sampai ketika mereka hampir melihat cahaya matahari. Pemimpin mereka berkata, Kita pulang, kita teruskan besok. Lalu Allah mengembalikannya lebih kuat dari sebelumnya. Ketika masa mereka telah tiba dan Allah ingin mengeluarkan mereka kepada manusia, mereka menggali, ketika mereka hampir melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata, Kita pulang, kita teruskan besok insya Allah Taala. Mereka mengucapkan insya Allah. Mereka kembali ke tempat mereka menggali, mereka mendapatkan galian seperti kemarin. Akhirnya mereka berhasil menggali dan keluar kepada manusia. Mereka meminum air sampai kering dan orang-orang berlindung di benteng mereka. Lalu mereka melemparkan panah-panah mereka ke langit dan ia kembali dengan berlumuran darah. Mereka berkata, Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan mengungguli penghuni langit.

Pembicaraan tentang Yajuj Majuj ini penulis tutup dengan sebuah hadits an-Nawas bin Saman di Shahih Muslim (Mukhtashar Shahih Muslim no. 2048). Dari hadits ini kita mengetahui banyak hal tentangnya.

Rasulullah bersabda, Ketika Isa dalam kondisi demikian, Allah mewahyukan kepada Isa bin Maryam, Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu, tak seorang pun mampu memerangi mereka, maka bawalah hamba-hamba-Ku berlindung di At-Thur. Lalu Allah mengeluarkan Yajuj dan Majuj, dan mereka mengalir dari segala penjuru. Rombongan pertama melewati danau Thabariyah dan meminum airnya. Rombongan terakhir menyusul sementara air danau telah mengering, mereka berkata, Sepertinya dulu di sini pernah ada air. Nabi Isa AS dan teman-temannya dikepung sehingga kepala sapi bagi mereka lebih berharga daripada 100 dinar, lalu Nabi Isa AS dan kawan-kawan berdoa kepada Allah. Lalu Allah mengirim ulat di leher mereka, maka mereka mati bergelimpangan seperti matinya jiwa yang satu. Kemudian Allah menurunkan Nabi Isa dan kawan-kawannya ke bumi, maka tidak ada sejengkal tempat pun di bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk mereka. Lalu Nabiyullah Isa AS dan teman-temannya berdoa kepada Allah, kemudian Allah menurunkan hujan deras yang mengguyur seluruh rumah, baik yang terbuat dari tanah atau kulit binatang. Hujan itu membasuh bumi sehingga ia seperti cermin yang berkilauan.

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri dari Nabi saw bersabda, Allah Taala berfirman, Wahai Adam. Adam menjawab, Aku penuhi panggilanMu dengan suka cita dan kebaikan berada di tanganMu. Allah Taala berfirman, Keluarkan rombongan neraka. Adam bertanya, Apa rombongan neraka? Allah berfirman, Sembilan ratus sembilan puluh sembilan dari tiap-tiap seribu. Pada saat itu anak kecil beruban, wanita hamil meletakkan kehamilannya dan kamu melihat manusia mabuk dan mereka tidak mabuk akan tetapi azab Allah sangat keras. Mereka bertanya, Ya Rasulullah, siapa dari kami yang menjadi satu itu? Nabi saw menjawab,Bergembiralah kalian, karena satu orang dari kalian, sementara seribu dari Yajuj dan Majuj. (Mukhtashar Shahih al-Bukhari no. 1342).

Rasulullah SAW berkhotbah dengan menekan jari jemarinya, karena sengatan kalajengking. Beliau bersabda, “Kalian berkata tiada lagi musuh kalian. Sesungguhnya kalian masih berperng melawan musuh, sampai Ya’juj dan Ma’juj yang berwajah datar, bermata sipit dan berkulit kuning keluar dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Seolah-olah wajah mereka adalah gelombang manusia yang berbondong-bondong.” Musnad Imam Ahmad (5/271), al-Haetsami di Majmauz Zawaid (8/9) Sumber terjemahan Ibnu Katsir.

Adalah suatu ketergesa-gesaan mengatakan bahwa Ya’juj dan Ma’juj, adalah bangsa Rusia yang sekarang ini. Adapun mengkiaskan Ya’juj dan Ma’juj dengan bangsa Mongol juga kurang tepat sekalipun kita dapat saja menghubungkannya dengan tembok China yang dibangun untuk menahan invasi mereka namun nyatanya tembok China bukan dibangun oleh Dzulqarnain dan dibangun dari batu dan bata bukan dari logam cor. Kita tidak dapat menafsirkan hadits Rasulullah hanya secara kiasan. Mengenai figur Dzuqarnain, wallahua’lam sampai sekarang masih menjadi misteri ada yang mengatakan Alexander Agung, Cyrus the Great dll, menurut saya figur Dzulqarnain dapat diumpamakan seperti Khaidir a.s. salah satu tokoh al Qur’an yang tidak terekam sejarah atau mungkin karena Dzulqarnain hidup pada masa jauh sebelum ahli sejarah pertama dilahirkan, atau aksara pertama ditemukan, katakanlah 8900 tahun yang lalu, wallahu a’lam. kalau menelaah hadist2 Rasulullah di atas maka bisa disimpulkan bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah bangsa yang tidak mengerti percakapan manusia dan mereka dari keturunan Adam a.s. Ciri-ciri mereka berwajah datar, bermata sipit dan berkulit kuning (lebih mirip dengan Ras Mongoloid daripada Kaukasoid). Ada banyak ras mongoloid: Jepang, China, Korea, Uighur, Mongol dll. Kemungkinan terbesar mereka adalah bangsa yang termasuk ke dalam sub ras Mongoloid yang mengalami isolasi dari ras-ras lainnya karena peradaban mereka yang Barbar dan kebengisannya. Adapun mengenai fisik tubuh mereka tidak dijelaskan secara detil oleh Rasulullah dalam hadistnya. Kekuatan Ya’juj n Ma’juj adalah pada jumlah mereka yang sangat banyak dengan perbandingan jumlah mereka dengan kaum mukmin 1:1000 seperti yang dijelaskan oleh hadist Rasulullah SAW. Sampai saat ini saya tidak berani menafsirkan dimana lokasi tembok Yajuj-Majuj ini, itu adalah suatu misteri ghaibiyyah Allah lebih mengetahui. Namun siapapun mereka, dimanapun mereka berada, sudah seharusnya kita sebagai seorang mukmin meyakini eksistensi mereka dan berlindung dari fitnah mereka. Wallahu A’lam Bishawwab…

25 04 2010
Dhiya

@ Indra Indrawan : Dajjal tidak pernah disebutkan dalam al Qur’an, tidak ada satu ayatpun yang menyebutkannya.

Sebagai tambahan, peradaban manusia sebenarnya amatlah muda apabila dibandingkan dengan zaman sebelum peradaban itu ada apalagi bila dibandingkan dengan umur alam semesta ini. Ada banyak misteri mengenai masa lalu yang bahkan tidak dapat tidak dapat dijelaskan oleh para ahli sejarah karena tidak adanya artefak, manuskrip atau catatan yang dapat ditemukan. Banyak para ahli sejarah bahkan harus menggali hingga ke lapisan tanah tua agar dapat menemukan bukti2 sejarah masa lampau. al Qur’an banyak menerangkan mengenai kepunahan suatu bangsa, baik itu yang masih ditinggalkan tanda2 keberadaannya (Mada’in Shalih misalnya) maupun yang dimusnahkan sama sekali dari permukaan bumi seperti kaum Nabi Nuh. Ini menunjukkan bahwa kita adalah mahluk yang amat lemah, baik dari sisi fisik, peradaban, maupun pengetahuan. Maka dari itu marilah kita ikuti jalan yang selamat yaitu jalan Rasulullah dan para sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in, dengan itulah seharusnya kita hidup. Dengan itulah seharusnya kita memutuskan segala permasalahan hidup ini.

10 05 2010
ABDUL RASSYID (HAMBA ALLAH YANG DHAIF INSYAAA ALLAH KITA MENDAPAT SELAMAT)

SUBHANALLOH ALHAMDULILLAH ARTIKEL YANG BAGUS UNTUK SEMUA KAUM MUSLIMIN SEDUNIA SEMOGA ALLAH BERSAMA KITA DAN MEMENANGKAN DARI DAJJAL DAN YAJUJ WA MAJUJ AMIN.. terimakasih saudaraku hingga aku mendapat secercah keyakinan yang insya Allah tetap . salam takzim saudaramu seagama ALLAHU AKBAR!!!!!!!

14 05 2010
amir

dajjal berbeda dengan yakjuj makjuj (gog magog). Dajjal itu satu orang, sementara itu yakjuj makjuj adalah suatu bangsa (gerombolan banyak orang dari utara)
Sekarang telah terbit buku baru berjudul: JEJAK YAKJUJ & MAKJUJ DALAM INSKRIPSI YAHUDI penerbit Hikmah Mizan (mei,2009) ditulis oleh Wisnu Sasongko (penulis buku Armageddon). silahkan lihat: http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=buku_full&id=8146

Buku Yakjuj & Makjuj ini berjaya membuka misteri yang selama ini terkubur, yaitu lokasi yakjuj makjuj, keturunannya dll. Buku ini ditulis dengan metode Sinkronik Diakronik secara ilmiah. Buku ini telah menjadi best seller di Malaysia tahun 2010 dengan tajuk: Yakjuj & Makjuj: Bencana di Sebalik Gunung, dan sekarang sudah terbit di Indonesia.

Berikut ini kandungan isi buku JEJAK YAKJUJ & MAKJUJ DALAM INSKRIPSI YAHUDI karya Wisnu Sasongko:

Kata Pengantar

Bab 1: Inskripsi Yahudi: Sebuah Pengantar
-Kenapa kita perlu menelusuri Yakjuj & Makjuj dalam Inskripsi Yahudi?
-Inskripsi Yahudi dan Latar Belakang Pembentukannya
-Septuagint: Perjanjian Lama
-Inskripsi karya Flavius Josephus
-Naskah Laut Mati The Dead Sea Scrools
-Talmud
-Carta Timeline Talmud
-Timeline Inskripsi Yudaisme
-Analisis eksplorasi Sinkronik Diakronik tentang Yakjuj dan Makjuj
-Usaha mengaburkan identiti bangsa Gog Magog
-Usaha mencemarkan nama baik Nabi Ishaq

Bab 2: Suara-suara dari Padang Gurun tentang Zulqarnain danYakjuj & Makjuj
– Latar belakang Pertanyaan pendeta Yahudi tentang Zulqarnain kepada Nabi Muhammad.
– Senandung Padang Gurun tentang Muhammad
– Daud menyebut Muhammad sebagai Adonai
– Percakapan Yahya/John Pembabtis dengan pendeta Yahudi tentang Nabi yang Akan Datang
-Isa menyebut Muhammad sbg Terang yang Besar
-Daniel menyebut Muhammad sebagai batu yang meremukkan patung
-Muhammad, Benang Merah senandung para nabi
-Orang-orang Yahudi rela tinggal di padang Paran
-Nabi Jeremiah (Aramia) menyebutnya Ehmed
-Talmud Babilon menyebutnya Emeth
-Yakjuj & Makjuj dalam sumber Islam
-Yakjuj & Makjuj di dalam al-Quran dan Tafsir
-Seputar Asbabun Nuzul (Sebab-sebab Turun Ayat)
-Epistemologi bijak yang dikongkong oleh kesombongan
-Adakah bangsa yang buta huruf mampu membaca kisah Alexander?
-Sifat Zulqarnain
-Sifat Yakjuj & Makjuj di dalam Tafsir Quran

Bab 3: Genealogi Yakjuj Makjuj dalam Inskripsi Yahudi
-Di dalam Bible, Yakjuj dan Makjuj disebut Gog dan Magog
-Garis Keturunan Yakjuj Makjuj dalam Yahudi
-Magog dalam Talmud
-Scythia Yakjuj Makjuj di dalam buku Josephus,Antiquities of the Jews
-Scythia Yakjuj Makjuj di dalam buku Josephus,Jews Wars
-Al Quran bebas daripada unsur Plagiat
-Josephus Menggunakan Bahasa Yunani
-Bahasa Yunani baru dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada abad 9 M
-Scythia Yakjuj Makjuj di dalam buku Josephus,The Apions
-Scythia Yakjuj Makjuj di dalam Perjanjian Baru
-Magog di dalam Inskripsi Gulungan Laut Mati
-Lokasi Gog Magog Scythia
-Nama Gog Magog
-Bukti Kisah Yakjuj dan Makjuj di dalam Al Quran bukan plagiat daripada kitab sebelumnya

Bab 4: Gerombolan Nomad Scythia adalah Gog Magog
-Tafsir al-Quran Yusuf Ali: Scythia adalah Yakjuj Makjuj
-Kesalahan Evangelis dan Zionis:Scythia daripada nama Isaac
-‘Gog dalam inkripsi Cylinder Ashurbanipal Assyria
-Suku Scythia adalah suku pertama yang berhasil menjinakkan kuda
-Menjejak serapan kata GOG atau JUJ dalam bahasa Inggeris dan Jerman
-Kebiadaban bangsa Yakjuj Makjuj Scythia
-Lokasi Kediaman Bangsa Yakjuj Makjuj Scythia
-Bukti Akeologi Bangsa Yakjuj Makjuj Scythia mendiami di Utara (Eurasia)
-Timeline Gerombolan Barbar Scythia
-Raja-raja Scythia
-Lokasi Kediaman Scythia menurut Peta Kuno Yunani
-Saudara sebangsa Scythia adalah suku Xiongnu, Hun, Mongol, Tartar
-Lagu Scythian Tribe
-Republik Sacha: Munculnya negeri Scythia Moden?

Bab 5: Sejarah Timur Tengah dan Yahdudi serta peranan bangsa Barbar Scythia
-Menelusuri jejak bangsa Yakjuj dan Makjuj Scythia dalam Sejarah Timur Tengah
-Timeline Timur Tengah dan Sejarah Bani Israel serta hubung kait dengan Yakjuj & Makjuj Scythia
-Peta Kekuasaan Kekuasaan di Fertile Crescent Timur Tengah tahun 700-550 SM
-Sinkronik-Diakronik Peradaban Timur Tengah tahun 700-550 SM
-Tempoh Serangan Yakjuj Makjuj Scythia

Bab 6: Serangan Yakjuj & Makjuj ke Kerajaan Hitti di Urartu 743 SM
-Ekspedisi Assyria Memerangi Yakjuj Makjuj Scythia
-Suku Barbar Scythia dan Cimmeria bersaing menakluk Urartu
-Yakjuj & Makjuj Menerobos Pegunungan Kaukasus
-‘Rab Kisir Gimirai pasukan khusus Yakjuj Makjuj Cimmeria
-Jalur sempit keluarnya Yakjuj & Makjuj Scyhtia & Cimmeria
-Darial Gorge (Ngarai Darial) dan Caspian Gates
-Yakjuj Makjuj Cimmeria menjadi perajurit upahan Kerajaan Assyria
-Kerajaan Scythia di Urartu tahun 700 SM

Bab 7: Serangan Yakjuj & Makjuj ke Samaria, Ibu kota Kerajaan Israel Utara tahun 721 SM
-Zaman Keemasan Israel
-Kerajaan Israel berpecah-belah
-Israel melanggar janjinya sendiri, Mulai menyembah berhala patung-patung.
-Pembuangan Suku Israel
-Serangan Yakjuj Makjuj Cimmeria ke Samaria tahun 722 SM sebagai Hukuman Allah
-Penaklukan Raja Sargon II dalam Inskripsi Assyria
-Para nabi yang mengingatkan kerosakan akidah kerajaan Israel

Bab 8: Serangan Yakjuj dan Makjuj ke Niniwe Assyria tahun 612 SM
-Niniwe, Ibukota Kerajaan Assyria
-Pasukan berkuda Media dan Scythia bergerak ke Niniwe
-Kejahatan dan Kekejaman bangsa Assyria
-Para Penafsir Bible menutupi peranan bangsa barbar Scythia dalam penghancuran Niniwe
-Raja Assyria berputus asa dengan membakar diri dan Istananya
-Niniwe pun dijarah dan dibakar oleh Scythia Yakjuj Makjuj
-Nabi-nabi Israel yang mengingatkan kehancuran Niniwe
-Harta karun Emas suku Scyhtia dari Rampasan di Niniwe

Bab 9: Serangan Yakjuj & Makjuj ke kota Jerusalem, Ibu kota Kerajaan Yehuda tahun 587 SM
-Yakjuj Makjuj Scythia menyerang Jerusalem
-Catatan Herodotus ketika memasuki negeri Yakjuj Makjuj Scythia
-Nabi Jeremia pernah tampil di Jerusalem mengingatkan datangnya Gog Magog
-Gabungan Scythia dan Babilon inilah Periuk Mendidih dari Utara
-Dan Jerusalem pun merana
-Ezra / Uzair memasuki Runtuhan Jerusalem
-Scythia, setelah kehancuran Yerusalem: Gerombolan Scythia menghancurkan Babilon

Bab 10: Nabi Yehezkiel memberi khabarkan datangnya Gog Magog
-Kesalahan Kronologi Kenabian Israel menjadikan kisah Gog Magog dalam Bibel sulit dipahami
-Kelalaian Editor/Penyalin Kitab Yehezkiel
-Kronologi Kisah dalam kitab Yehezkiel
-Magog dalam Yeheziel adalah bangsa Barbar Scythia
-Keaslian Teks Yehezkiel 38 dan 39

Bab 11: Nabi Yunus mengingatkan Kota Niniwe tentang Ancaman Yakjuj dan Makjuj
-Nabi Yunus memberitakan tentang Gog Magog
-Gerombolan Barbar Scythia keluar dari balik pegunungan Kaukasus
-Raja Assyria dan penduduk Niniwe patuh pada Yunus
-Kisah Dakwah Nabi Yunus dan Isa
-Usaha penyisipan teks

Bab 12: Nahum mendapat penglihatan tentang dekatnya Kehancuran Niniwe
-Kehancuran Niniwe sebagai bentuk Murka Tuhan

Bab 13: Amos dan Joel mengibaratkan keluarnya Gog Magog laksana Serangan Belalang
-Siapakah Amos?
-Bible juga mengumpamakan serangan Yakjuj & Makjuj sebagaimana serangan Belalang.
-Bible menyebut Gog adalah Raja Belalang.
-Sifat serangan Belalang dalam Bible
-Nabi Muhammad mengibaratkan serangan Yakjuj Makjuj seperti serangan belalang
-Serangan Belalang di Timur Tengah
-Bencana Belalang

Bab 14: Pergelutan Nabi Jeremia Mengingatkan Kebebalan Kaum Israel tentang Bahaya Gog Magog
-Siapakah Jeremia?
-Malapetaka dari Utara adalah Yakjuj & Makjuj
-Alasan Nebukadnezar membawa pasukan Yakjuj Makjuj Scythia
-Jeremia diutus bagi mengingatkan tentang bahaya munculnya Yakjuj Makjuj ke atas Jerusalem
-Bukti Pendapat Jeremia memberitakan tentang keluarnya gerombolan Yakjuj Makjuj Scythia.
-Gelar pasukan Gog Magog yang dipakai Jeremia
-Dalam Jeremia, Gog Magog disebut sebagai gandar besi
-Bani Israel Judea Jerusalem berlindung pada Mesir
-Juj = Gog = Yoke = Joch
-Nabi Jeremia dipenjara oleh Bani Israel Yehuda.
-Jerusalem hancur secara total
-Nabi Jeremia dibebaskan oleh Yakjuj Makjuj Scythia

Bab 15: Keluarnya Yakjuj & Makjuj Pada Akhir Zaman dalam Inskripsi Yahudi
-Keluarnya Yakjuj & Makjuj pada Akhir Zaman di dalan sumber-sumber Islam
-Keluarnya Yakjuj & Makjuj pada Akhir Zaman petanda Kiamat sudah dekat
-Mungkinkah Sejarah Terulang?
-Ramalan keluarnya Yakjuj dan Makjuj (Gog Magog) dalam Inskripsi Yahudi
-Ramalan Merajalelanya Gog Magog di dalam Perjanjian Lama
-Ramalan keluarnya Magog dalam Talmud Babilon
-Perjanjian Baru: Gog Magog sebagai pasukan Iblis yang terlepas.

Bab 16: Jawapan atas Distorsi Evangelis Barat tentang Gog Magog

Kesimpulan -Bibliografi – Indeks

11 08 2010
ratih sofia

Alhamdulillah,aku jadi lebih tau ttg dajjal,ya’juj,m’juj.
Terima kasih banyak..

2 10 2010
jok

alhamdulillah……

3 11 2010
randomize

Sedikit klarifikasi atas artikel yang ditulis diatas.

Satu hal yang perlu dipahami dan diingat.

1.
Tidak semua umat nasrani mengganggap ALLAH mempunyai anak dan diperanakkan.
Tidak semua umat nasrani mengangkat derajat ibu Isa Al-Masih setara dengan ALLAH.
TIdak semua umat nasrani memakan makanan yang diharamkan seperti babi-anjing-dll.
Hanya ada satu umat nasrani utama yang melakukan hal itu, yaitu romawi nasrani (disini tidak saya sebutkan dengan jelas golongan agamanya agar tidak menjadi perdebatan).

Masih ada segelintir umat nasrani yang memelihara hukum taurat yang sebenar-benarnya.
Mereka yang menjaga kekudusan hukum-hukum taurat sejak diturunkan hingga akhir masa seperti yang diperintahkan oleh ALLAH.
Mereka adalah segolongan kecil umat nasrani yang berasal dari golongan Yahudi namun bukan orang-orang Yahudi.

Dan boleh percaya boleh tidak, bahkan makanan yang haram bagi mereka jauh lebih banyak dari yang kita [muslim] haramkan.

Namun memang benar bahwasanya pada masa ini, golongan umat nasrani kebanyakan telah sesat dengan mengikuti ajaran yang dianut oleh golongan nasrani romawi.

2.
Dajjal adalah simbol per-orangan, dan diturunkan secara turun-temurun melalui garis keturunan. Dia sudah ada dan akan selalu ada sampai nanti datangnya Hari ALLAH.
Dajjal berasal dari golongan Yahudi juga, dan dia sudah memulai konspirasi dunia yang banyak orang tidak sadari.

3.
Mengenai tugas Nabi Isa “mematahkan palang salib”, dimaksudkan bukan untuk membunuh Dajjal.
Itu adalah tugas Isa untuk menghapus (atau lebih tepat disebut menggenapi) sebagian hukum-hukum dalam taurat yang merupakan hukum upacara dan perlambang akan suatu kejadian yang sudah digenapi.

Masih banyak yang bisa saya bagi, namun bahwasanya..semua kebenaran ini akan terungkap nanti pada akhir jaman.

Baiknya kita tetap berpegang teguh pada hukum kita, namun tidak memunafikkan golongan lain. Karena kebenaran itu adalah mutlak hak ALLAH.

Ingatlah surat dalam Al’Qur’An yang menyatakan bahwa.
Manusia yang paling sia-sia perbuatannya adalah..Manusia yang mengganggap bahwa perbuatannya telah benar di dunia ini, namun tidak dimata ALLAH.

Mudah-mudahan nantinya kita tidak termasuk dalam golongan itu.

27 11 2010
DAJJAL DAN YA’JUJ WA-MA’JUJ (via MUSAFIR) « onjit

[…] Sungguh menarik perhatian adanya persamaan kejadian yang terjadi di dunia sekarang ini. Di satu fihak, kita melihat adanya tekanan kekuasaan Eropa yang dilancarkan dengan rancangan yang teratur terhadap dunia Islam, dan usaha mereka yang keras untuk mengenyahkan Islam sama sekali, tetapi di lain fihak, kita menemukan sejumlah besar hadits Nabi yang meramalkan fitnah dan percobaan yang akan menimpa kaum Muslimin pada akhir zaman, ramalan yang hamp … Read More […]

7 01 2011
kurangilmu

Terima kasih atas artikelnya,
Semoga kita tetap berada dalam jalan Allah SWT.

9 04 2011
basuki suprapto

kita bisa lebih mengerti pengetahuan kita adanya dajjal.ya’juj wa ma’juj teruskan usaha untuk memperjelas persoalan ini.

29 04 2011
adam

bagus banget artikelnya.tentang al-masih ad dajjal dan ya’juj dan ma’juj

14 07 2011
des

pertanyaannya adalah : apa yg sudah kita lakukan sebagia orang yang mengaku2 umat muslim untuk diri kita dan orang2 lain ? karena kita terlalu lama terjebak pada ibadah fisik yang tak lain hanya olah raga saja, bukan olah rukhani.

30 11 2011
nicky poerwandhie

^_^ semua sudah diatur, dan ada skenario nyaa. kita serahkan semua kepada ALLAH S.W.T

5 12 2011
SHEVA

tetapi bagaimana dengan dajjal berada di bumi sekitar 40 hari juga dengan yahudi sekarang ini yang menggali bawah tanah di sekitar bagian mesjid
al – aqsa yang mereka takutkan sebagai tempat munculnya imam al mahdi, juga simbol – simbol piramida, mata satu serta simbol-simbol lain yang disusup-susupi oleh yahudi di acara2 hiburan tertentu atau semacamnya. Saya rasa yahudi keturunan pada jaman firaun yang melakukan hal2 kebodohan2 yang ada pada saat ini. Wallahualam

13 06 2012
Anepedro

saya mau tanya, apakah blackberry itu produk dajjal?

19 07 2012
yovi

PERANG AKHIR ZAMAN BANGSA RUM MOSKOW ( RUSIA ), MUNCULNYA ALMAHDI, TERBUNUHNYA DAJJAL OLEH NABI ISA ALMASIH PUTRA MARYAM, TURUNNYA YA’JUJ MA’JUJ

Seikh Imran Nazar Hosein : If Russia and China respond to a Turkish military invasion of Syria by coming to the support of that country, that will eventually provoke the Malhama (great war) prophesied by Prophet Muhammad (sallalahu ‘alaihi wa sallam).

Since Russia will inevitably enter in the war in defense of Syria, the Turkish military invasion of that country will lead to yet another prophecy of Prophet Muhammad (sallalahu ‘alaihi wa sallam) being fulfilled, to wit: “that you (Muslims) will make an alliance with Rum (pronounced as ‘room’).” Rum in the Qur’an referred to the Eastern Christian Byzantine Empire. But after Constantinople was conquered in 1453, the capital city of Rum eventually became Moscow.

Jika RUSIA dan CHINA menanggapi invasi militer TURKI di SURIAH dukungan datang dari negara itu pada akhirnya akan memprovokasi Malhama Al Kubra ( PERANG BESAR ) dinubuatkan oleh Nabi Muhammad Saw.

RUSIA pasti akan masuk dalam perang untuk membela SURIAH saat ada invasi militer dari Negara TURKI. Nubuat Nabi Muhammad Saw. terpenuhi : “bahwa Anda (MUSLIM) akan membuat aliansi dengan BANGSA RUM. “RUM dalam Qur’an, merujuk pada Kekaisaran Bizantium KRISTEN TIMUR. Tapi setelah Konstantinopel ditaklukkan pada tahun 1453, IBU KOTA RUM akhirnya menjadi MOSKOW ( RUSIA ).

Sabda Rasulullah Saw : “Kamu akan memerangi semenanjung ARABIA, lalu Allah akan menaklukkan nya untukmu. Setelah itu PERSIA ( IRAN ), dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian RUM, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian kamu akan MEMERANGI DAJJAL, dan Allah akan menaklukkannya untukmu”. (HR Muslim).

Rasulullah Saw. bersabda: “Kalian akan MENGADAKAN PERDAMAIAN dengan BANGSA RUM dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan satu musuh dari belakang mereka. Lalu kalian selamat (menang) dan akan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit- bukit. Maka berdirilah seorang laki laki dari kaum RUM, lalu ia mengangkat tanda salib dan berkata, “SALIB TELAH MENANG”. Maka datanglah kepadanya seorang laki-laki dari kaum muslimin dan MEMBUNUH LAKI-LAKI RUM tersebut. Lalu kaum RUM BERKHIANAT dan TERJADILAH, di mana MEREKA AKAN MENGHADAPI KALIAN di bawah 80 bendera, dan tiap-tiap bendera terdapat 12.000 tentara”.
(Diriwaytkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, di shahihkan oleh Albani dalam mentahqiq hadist-hadist misykat No. 5452).

SIARAN TV AL AQSA BAYI BARU LAHIR BICARA MENGABARKAN TELAH DEKAT TURUNNYA DAJJAL, IMAM MAHDI & NABI ISA ALMASIH PUTRA MARYAM KE DUNIA

No. 1708 | FEBRUARY 6, 2008

Palestinian Cleric Issa Badwan: The Mahdi Was Born in Palestine Four Years…… Ago; Muslim Conquest of Rome Is Imminent

Following are excerpts from an interview with Palestinian cleric Issa Badwan, which aired on Al-Aqsa TV on February 6, 2008.

Issa Badwan: Someone who is well known and whom I trust – there is no need to mention his name – told me that four years ago, when he was driving his car, he saw an old woman, who stopped him and asked him to take her to hospital, so she could pick up her daughter, who had just given birth. He did her a favor and took her there, and waited for an hour at the entrance. The woman came out, with her daughter and grandson, and when they got into the car, the baby started talking, and said: “Peace and Allah’s mercy upon you.” They greeted him back.

Interviewer: The newborn baby?

Issa Badwan: Yes, the baby. The baby said… This is what the man told me, and we reported this to Sheik Nizar and to the Islamic Scholars Association… The newborn baby said: “I am the man who will be killed [sic] by the Antichrist, who will not rule over anyone again.” According to the Prophet’s hadith, this man [the Mahdi] would be 18-20 years old. These are good tidings.

Of course, the coming of the Antichrist will be preceded by the conquests of Rome in Italy, and Constantinople, like the Prophet told us. These places will be conquered only by the righteous Mahdi. The Mahdi is from Palestine, as conveyed by Mu’adh bin Jabal, Sa’d bin Abi Waqqas, and Abdullah bin Mas’ud, who were all great imams and scholars.

Interviewer: Is anyone following what�s going on with this child?

Issa Badwan: Yes, now his identity is known, and the brothers follow and take good care of him. I would like to convey to the people, as well as to the scholars, that these are times of victory, with the grace of Allah, that the promised Mahdi lives among us, that the people of Palestine will be the standard bearers, who will carry this religion forth and spread its guidance and light.

people, as well as to the scholars, that these are times of victory, with the grace of Allah, that the promised Mahdi lives among us, that the people of Palestine will be the standard bearers, who will carry this religion forth and spread its guidance and light.

No 1708 | 6 FEBRUARI 2008

ULAMA PALESTINA SYEIKH ISSA BADWAN: Al Mahdi Apakah Lahir di Palestina Empat Tahun yang Lalu; ” PENAKLUKAN MUSLIM KE ROMA SUDAH DEKAT ”

Berikut adalah kutipan dari sebuah WAWANCARA DENGAN ULAMA PALESTINA Syeikh Issa Badwan, yang DISIARKAN AL-AQSA TV pada tanggal 6 FEBRUARI 2008.

Syeikh Issa Badwan: SESEORANG YANG TERKENAL dan YANG SAYA PERCAYA – tidak perlu menyebutkan namanya – MENGATAKAN KEPADA SAYA bahwa EMPAT TAHUN YANG LALU ( Tahun 2004 ), ketika ia sedang mengendarai mobilnya, ia melihat seorang perempuan tua, yang menghentikannya dan memintanya untuk membawanya ke rumah sakit, untuk menjemput melihat putrinya yang baru saja melahirkan. Dia setuju dan membawa wanita itu ke Rumah Sakit, dan MENUNGGU SELAMA SATU JAM DI PINTU MASUK. Tak lama kemudian wanita itu keluar, dengan putri dan cucunya, dan ketika mereka masuk ke mobil, TIBA-TIBA BAYI ITU BERBICARA, dan berkata: “. ASSALAAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WABAROKAATUH”. Seketika orang-orang di mobil kaget dan spontan membalas salam itu WA ‘ALAIKUM SALAM WARAHMATULLAAHI WABAROKAATUH.
Pewawancara: bayi yang BARU LAHIR BICARA ??

Syeikh Issa Badwan: ” Ya, bayi itu. Bayi said … Inilah orang yang mengatakan kepada saya, dan KAMI MELAPORKAN HAL INI KEPADA SYEIKH NIZAR dan ASOSIASI ULAMA ISLAM … Bayi baru lahir berkata: “AKULAH ORANG YANG AKAN DIBUNUH OLEH ANTIKRISTUS ( DAJJAL ), YANG TIDAK AKAN MEMERINTAH SIAPUN PUN LAGI.” Menurut hadis Nabi, orang ini akan diangkat menjadi [Mahdi] pada usia 18-20 tahun. Ini adalah kabar baik.

Tentu saja, kedatangan DAJJAL Antikristus akan didahului oleh PENAKLUKAN dari ROMA DI ITALIA dan KONSTANTINOPEL, seperti Nabi mengatakan kepada kami. TEMPAT2 INI AKAN DITAKLUKKAN HANYA OLEH AL MAHDI yang benar. AL MAHDI ADALAH DARI PALESTINA, seperti yang disampaikan oleh Mu’adz bin Jabal, Sa’ad bin Abi Waqqas, dan Abdullah bin Mas’ud, yang semuanya imam besar dan ulama.

Pewawancara: Apakah ada yang mengikuti apa yang terjadi dengan anak ini?

Syeikh Issa Badwan: YA,,, SEKARANG IDENTITASNYA SUDAH DIKETAHUI, dan SAUDARA-SAUDARA MENGIKUTI dan MERAWAT DIA. Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat, serta para ulama, bahwa ini adalah kemenangan, DENGAN RAHMAT ALLAH, BAHWA ALMAHDI YANG DIJANJIKAN HIDUP DI ANTARA KITA, bahwa RAKYAT PALESTINA AKAN MENJADI PEMBAWA STANDAR, yang akan MEMBAWA AGAMA ISLAM INI KELUAR MENYEBAR BIMBINGAN dan CAHAYA.

Rasulullah Saw. bersabda :

إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ، فَذَكَرَ
الدُّخَانَ، وَالدَّجَّالَ، وَالدَّابَّةَ، وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ
وَيَأْجُوجَ ،n مَغْرِبِهَا، وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ
وَمَأْجُوجَ، وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ
وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَآخِرُ
ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى
مَحْشَرِهِمْ
“Sesungguhnya TIDAK AKAN TERJADI KIAMAT HINGGA KALIAN MELIHAT 10 MACAM TANDA. Kemudian Nabi Shalallahu’alaihiwassallam menyebutkan: MUNCULNYA DAJJAL, BINATANG (keluar dari dalam bumi), MATAHARI terbit dari barat, ISA BIN MARYAM TURUN KE BUMI, KELUARNYA YA’JUJ DAN MA’JUJ, TERJADI TIGA KHUSUF yaitu di timur, barat, dan jazirah Arab. Lantas akhir semua itu MUNCUL API DARI NEGERI YAMAN yang menghalau manusia ke tempat berkumpul mereka.” (Shahih Muslim, Kitabu Al-Fitan wa Asyrathu As-Sa’ah)

Dalam Riwayat Shahih Bukhari, Kitabul Fitan, Bab Laa Yadkhulu Ad Dajjal Al Madinah 13 : 101.
Dari Abu Sa’id Al Khudri Ra, disebutkan bahwa lelaki yang dibunuh oleh DAJJAL ini adalah orang terbaik yang keluar dari Madinah untuk menghadapi DAJJAL, lalu berkata kepadanya, ” Aku bersaksi bahwa engkau adalah DAJJAL yang telah dijelaskan beritanya kepada kami oleh Rasulullah Saw. Lalu DAJJAL menjawab, apakah pendapat Anda jika aku bunuh orang ini, kemudian kuhidupkan kembali. Apakah Anda masih meragukan urusan ini ?” ( yakni tentang pengakuan DAJJAL sebagai TUHAN ). Lalu orang2 menjawab, “tidak !! Kemudian DAJJAL membunuhnya dan menghidupkannya kembali. Kemudian Lelaki itupun berkata, “DEMI ALLAH, TIDAK ADA ORANG YANG LEBIH MENGERTI TENTANG ENGKAU PADA HARI INI SELAIN AKU.” Lantas DAJJAL hendak membunuhnya, tetapi dia tidak mampu.

Rasulullah Saw. bersabda : Wahai sekalian Manusia !! Sesungguhnya TIDAK ADA FITNAH DI MUKA BUMI INI SEMENJAK ALLAH MENCIPTAKAN KETURUNAN ADAM YANG LEBIH BESAR DARI FITNAH DAJJAL. Sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang Nabi, melainkan telah memperingatkan kaumnya akan fitnah DAJJAL. ( Shahih Bukhari ).

Mengenai DAJJAL yg teriwayatkan dalam nash hadits adalah : seorang lelaki, berkulit kemerahan, berambut sangat keriting, buta mata kanannya, dan didahinya tertulis “KAFIR”, demikian diriwayatkan pada : Shahih Muslim hadits no.166, 169 dan masih banyak lagi riwayat shahih serupa.

Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah Saw. bersabda,

« وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ ، لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلاً ، فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ ، وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ ، حَتَّى تَكُونَ السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا » . ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ ( وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا )

“Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya. SESUNGGUHNYA TELAH DEKAT MASANYA NABI ISA AL MASIH PUTRA MARYAM AKAN TURUN DITENGAH-TENGAH KALIAN. Dia akan menjadi Hakim yang adil, dan MENGHANCURKAN SALIB, MEMBUNUH BABI, menghapus jizyah (upeti), harta semakin banyak dan semakin berkah sampai seseorang tidak ada yang menerima harta itu lagi (sebagai sedekah, pen), dan sujud seseorang lebih disukai daripada dunia dan seisinya.” Abu Hurairah lalu mengatakan, “Bacalah jika kalian suka:

وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

“TIDAK ADA SEORANGPUN DARI AHLI KITAB, kecuali AKAN BERIMAN KEPADANYA (ISA) SEBELUM KEMATIANNYA. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An Nisa': 159)”

“Menurut Tafsir Ibnu Jarir Ath Thobari, “Mereka seluruhnya akan membenarkan Nabi Isa ketika ia turun ke dunia untuk membunuh Dajjal. Sehingga ketika itu agama hanya ada satu yaitu agama Islam yang lurus, agama Ibrahim.
Abu Malik mengatakan bahwa yang dimaksud adalah ketika Isa bin Maryam turun, yaitu tidak ada satu pun ahli kitab yang tersisa kecuali mereka akan beriman pada Nabi Isa.
Al Hasan mengatakan bahwa maksud ayat ini adalah sebelum kematian Nabi Isa dan -demi Allah- Nabi Isa saat ini masih hidup, berada di sisi Allah. Ketika beliau turun lagi ke bumi, semua pasti akan mengimani beliau.
Qotadah mengatakan maksud ayat ini adalah sebelum kematian Isa dan jika beliau turun ke muka bumi, semua agama akan beriman pada beliau.
Ibnu Zaid mengatakan bahwa ketika Isa bin Maryam turun lagi ke bumi, ia akan membunuh Dajjal. Lalu tidak akan tersisa lagi seorang pun Yahudi kecuali akan beriman padanya.

Firman Allah Ta’ala tentang Nabi Isa Al Masih Putra Maryam;

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا (157) بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا (158)

“Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih Isa putra Maryam, Rasul Allah, PADAHAL MEREKA TIDAK MEMBUNUHNYA dan TIDAK PULA MENYALIBNYA, tetapi YANG MEREKA BUNUH ADALAH ORANG YANG DISERUPAKAN DENGAN ISA bagi mereka. SESUNGGUHNYA ORANG2 YANG BERSELISIH PAHAM TENTANG (PEMBUNUHAN) ISA, BENAR2 DALAM KERAGU-RAGUAN TENTANG YANG DIBUNUH ITU. Mereka TIDAK MEMPUNYAI KEYAKINAN TENTANG SIAPA YANG DIBUNUH ITU, KECUALI MENGIKUTI PERSANGKAAN BELAKA, mereka TIDAK PULA YAKIN BAHWA YANG MEREKA BUNUH ITU ADALAH ISA.
Tetapi (yang sebenarnya), ALLAH TELAH MENGANGKAT ISA kEPADA-NYA. Dan adalah Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana
” (QS. An Nisa': 157-158)

Allah Ta’ala juga berfirman,
إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ

“(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku.” (QS. Ali Imran: 55)

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan, Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkanmu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa… (QS Al Maidah: 110)
Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah salah seorang di antara orang-orang yang saleh. (QS Ali Imran: 46)

Berkata Isa: “SESUNGGUHNYA AKU INI HAMBA ALLAH, Dia memberiku Alkitab ( INJIL ) dan DIA MENJADIKAN AKU SEORANG NABI,dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) SHALAT dan (menunaikan) ZAKAT selama aku hidup; dan BERBAKTI kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. ITULAH ISA PUTERA MARYAM, yang MENGATAKAN PERKATAAN YANG BENAR, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. TIDAK LAYAK BAGI ALLAH MEMPUNYAI ANAK, MAHA SUCI DIA. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadaNya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (QS. Maryam: 30-35)

ALMAHDI adalah dari keturunan Rasul saw, mengenai hadits shahih yg mengatakan bahwa Almahdi adalah NABI ISA PUTRA MARYAM عليه السلام adalah hadits Munqathi’, hadits yg mengatakan Almahdiy adalah dari Keturunan Rasul saw Ashahhu (lebih shahih), (Tafsir Imam Qurtubiy Juz 8 hal 122)

( Al Fathur Robbani Tartib Musnad Ahmad 24 : 85-86 ) Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Saw. DAJJAL akan keluar pada waktu AGAMA SUDAH TIDAK DIPERHATIKAN dan ILMU AGAMA SUDAH DITINGGALKAN ORANG. Kemudian TURUNLAH NABI ISA AL MASIH PUTRA MARYAM, lalu beliau MENYERU PADA WAKTU SAHUR dengan mengatakan, WAHAI MANUSIA !!! APAKAH YANG MENGHALANGI KAMU UNTUK KELUAR MENGHADAPI PEMBOHONG YANG BURUK INI ?! mereka berkata, Ini seorang lelaki bangsa Jin. Lalu mereka keluar, TIBA2 MEREKA JUMPAI NABI ISA AL MASIH PUTRA MARYAM, LANTAS DI IQOMATI UNTUK SHOLAT dan orang2 pun berkata kepada beliau, “SILAHKAN ANDA MAJU UNTUK MENJADI IMAM, WAHAI RUH ALLAH, ” Beliau menjawab, HENDAKLAH IMAM KALIAN SAJA YANG MAJU KEDEPAN UNTUK MENGIMAMI SHOLAT. “Ketika NABI ISA PUTRA MARYAM selesai menunaikan SHOLAT SHUBUH, orang2 keluar menemui beliau. KEMUDIAN SANG PEMBOHONG ( DAJJAL ) MELIHAT NABI ISA AL MASIH PUTRA MARYAM LANGSUNG MELELEH SEPERTI MELELEHNYA GARAM DALAM AIR. LALU NABI ISA AL MASIH PUTRA MARYAM MENUJU KEPADA DAJJAL DAN MEMBUNUHNYA, hingga POHON2 dan BATU2 BERKATA, “WAHAI RUH ALLAH !! INI ADA ORANG YAHUDI !! MAKA TIDAK ADA SEORANG YANG MENGIKUTI DAJJAL MELAINKAN DIBUNUHNYA.

Bila kalian melihat keluarnya PASUKAN MEMBAWA BENDERA HITAM dari KHURASAN, maka datangilah walau dengan merangkak, sungguh dalam pasukan itu TERDAPAT KHALIFATULLAH ALMAHDI”. Hadits ini memenuhi persyaratan Shahih Bukhari dan Muslim. (Mustadrak ‘alaa Shahihain hadits no.8531).

Sabda Rasul saw : “TAK AKAN DATANG HARI KIAMAT, SAMPAI PERMUKAAN BUMI DIKUASAI OLEH SEORANG LELAKI DARI AHLULBAITKU, namanya sama dengan namaku ( MUHAMMAD ) dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku ( ABDULLAH ), maka ia memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran” (Shahih Ibn Hibban hadits no. 6824)

Bila kebangkitan ALmahdiy, maka ia akan menundukkan Qastantiniyyah (Konstantinopel) dan mengalahkan mereka. (Tafsir Imam Attabari juz 1501)

( Hadits Shohiih Riwayat Imam Muslim no. 2937) dari An Nuwwas bin Sam’an Ra, beliau berkata bahwa Rasul Saw bersabda : Kemudian ‘Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu ‘Isa bin Maryam mengusap wajah mereka dan memberitahukan kepada mereka mengenai derajat mereka di surga. Ketika ‘Isa bin Maryam dalam keadaan begitu, Allah mewahyukan kepadanya, “Sesungguhnya Aku telah MENGELUARKAN HAMBA-HAMBA-Ku yang TIDAK TERKALAHKAN OLEH SIAPAPUN. Karena itu SELAMATKANLAH HAMBA-HAMBA-KU YANG SHOLEH KE BUKIT. ”Kemudian Allah mengeluarkan YA’JUJ DAN MA’JUJ (mereka turun ke segala penjuru dari tempat yang tinggi (Al Anbiyaa’ ayat 96). Kelompok mereka yang pertama kali melewati telaga Thabariyyah / Thiber, kemudian mereka meminum airnya hingga habis. Kelompok mereka yang akhir lewat pula, lalu mereka mengatakan, “Sungguh di tempat ini dulu ada air.”

NABI ISA BERSAMA PARA SAHABATNYA TERKEPUNG, sehingga pada saat itu sebuah kepala sapi lebih berharga bagi mereka daripada uang seratus dinar sekarang ini. NABI ISA BERSAMA PARA SAHABATNYA BERDO’A AGAR ALLAH MENGHANCURKAN YA’JUJ DAN MA’JUJ beserta pengikutnya. Lalu Allah menimpakan kepada mereka PENYAKIT HIDUNG SEPERTI YANG MELANDA HEWAN, sehingga MEREKA MATI SEMUANYA.

Kemudian Nabi ‘Isa dan para Sahabatnya tiba di suatu tempat di bumi. MEREKA TIDAKLAH MENDAPATI SEJENGKAL TANAH MELAINKAN PENUH DENGAN BANGKAI BUSUK, maka Nabi ‘Isa dan para pengikutnya berdo’a kepada Allah Sehingga Allah mengutus BURUNG-BURUNG SEBESAR PUNUK ONTA YANG MEMBAWA BANGKAI-BANGKAI MANUSIA TERSEBUT, untuk dibuang di tempat yang dikehendaki oleh Allah.

Kemudian Allah menurunkan hujan yang menyirami setiap rumah di kota dan di desa, sehingga bumi menjadi bersih setelah tersiram hujan.

http://www.imranhosein.org/

25 08 2012
Raja

secara umum, artikel itu dapat saya terima secara pribadi nyaris 90 %. yang 10 % nya, tolong agan perbaiki juga, nomer surah dan ayat, kemudian di berikan terjemahan yang lengkap dan baik.

cth pada artikel tsb, surah ali imran ayat 55 ditulis ( 3. 54 ) dan ayatnya juga terpenggal. ( di cuplik). sebaiknya cuplikan sekalipun harus di beri tanda “….. dst) agar tidak berpraduga yang salah.

kemudian, hubungan dengan ras mongol, katakanlah jepang dan RRC, mungkin bisa dikaji lebih lanjut, mengingat tapal batas kekuasan Dzulkarnaen, tidak terlalu jelas, pada sisi timur.

mengenai, Ru’yah.., setidaknya mendekati kebenaran, memang demikianlah sebuah hadis yang diperlihatkan kepada Rasul melalui PENGLIHATAN BATHIN.., tentu butuh penafsiran sesuai zaman yang ada.

apapun itu, saya setuju sekali, bahwa di masa ini, sebenarnya, PINTU YA’JUJ dan MA’JUJ sudah terbuka lebar.

dunia RIBA, yang di gambarkan, dajjal datang seakan2 membawa sorga namun sesungguhnya NERAKA, merupakan bukti nyata bahwa Ideologi DAJJAL itu sudah mewabah dan nyaris TERAMINI dari sebagian besar Penduduk dunia….

trims sebelumnya kepada penulis artikel…

19 09 2012
DAJJAL DAN YA’JUJ WA-MA’JUJ « Cahaya Wahyu

[…] http://izmi.wordpress.com/2007/04/13/dajjal-dan-yajuj-wa-majuj/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this. Tags: dajjal, ya'jut wa ma'juj, […]

17 11 2012
100600

saya kurang setuju karena menurut hadist dajjal akan dibunuh oleh nabi isa A.S di gerbang lud apakah segolongan bangsa bisa dibunuh oleh seorang manusia?

10 02 2013
download firefox

Today, I went to the beach with my kids. I found a sea shell and gave it to my 4 year old
daughter and said “You can hear the ocean if you put this to your ear.” She placed the shell to her ear and screamed.

There was a hermit crab inside and it pinched her ear. She
never wants to go back! LoL I know this is totally off
topic but I had to tell someone!

11 09 2013
Wulan Sari

subhanalloh

4 05 2014
itunes download

The most trusted strategies to download movies would be the subscription websites.

1 07 2014
dhani

jika dajjal adalah sebuah kaum,,apa mungkin imam mahdi jga sebuah kaum??

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s




Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: